May 22, 2009

A long road to “mawapres”

Tingkat 1 di ipb:
“Wah asyik juga ya kalo jadi mawapres, bisa sharing ke banyak orang. Bisa dikenal banyak orang,. Dan wah..kayaknya keren abis tuh..” gak tau kenapa pikiranku melayang sebegitu jauhnya. Waktu itu aku melihat sesosok kak herold, kakak kelas ku di itp, sekaligus teman organisasi di iaas. Wah..mungkin gak ya? Kayaknya almost imposible. Ada berapa ribu orang di ipb yang mengimpikan hal yang sama. Dan pasti susah banget ngedapetinnya.
Zap. . pikiran itu seketika juga melayang.. entah pergi kemana..
Beberapa waktu kemudian…
What? Anak itp lagi yang juara? Kali ini kak steisi. Kakak kelasku di itp juga kakak ku di iaas. Wuih.. mantep banget nih orang. Tapi gak salah sih emang.. prestasinya memang menonjol. Beberapa kali kak steisi ini pergi ke luar negeri untuk presentasi paper. Bahasa inggrisnya oke banget. Sering jadi master ceremony di berbagai acara.. wuih.. “ajib”.
Kali ini menjadi lebih semangat. Entah kenapa. Aku begitu yakin suatu saat aku akan meraihnya. Entah kapan. Mungkin seribu tahun lagi. Hahaha. Tapi yang jelas saat itu aku mulai melihat seperti apa persiapannya. Bagaimana curriculum vitae beliau. Dan bahkan aku sampai meminjamnya. Wuiz… niat benar rupanya..
Tapi kemudian Zap… hilang kembali.. aku tenggelam dalam berbagai kesibukan di organisasi dan meraih berbagai hal yang bisa aku raih.
Tingkat 2 di ipb:
Nilaiku menurun drastis..namun perlahan merangkak naik.. Huhuhu. Kini harapanku pupus. Menjadi mawapres memang butuh konsistensi dan saat itu aku mengira bahwa aku telah gagal.. tidak mungkin aku bisa.. ya apa boleh buat.. mungkin jika aku tidak mendapatkan gelar mawapres, aku masih bisa jalan2 keliling dunia gratis atau meraih prestasi di bidang lainnya.
Wah..kali ini idenya lebih gila lagi. Jalan2 keliling dunia gratis. Wah.. sudah kena penyakit apa aku ini. Memimpikan suatu hal yang hampir mustahil aku lakukan.
Eits.. tapi apa yang terjadi subhanallah.. Allah mengabulkan permintaanku. Di penghujung tingkat 2 ini aku bisa jalan2 gratis ke Jerman dan Swiss.
Juara mapres tahun itu adalah mas danang. Beliau ini punya prestasi komplit. Susah untuk dikalahkan bahkan di tingkat nasional. Beliau juara 1 tingkat nasional. Waw.. amazing. Subhanallah.

Tingkat 3 di ipb:
Jika aku mengira bahwa nilaiku akan meningkat. Namun ternyata kali ini nilaiku kembali merangkak turun. Wah.. sudah bisa dipastikan. Kali ini benar2 harapan itu pupus.. wah memang bukan takdirnya kali ya. Gelar itu terlalu berat untukku.
Dalam hati kecil ku bergumam. Aku tidak mungkin lolos bahkan di tingkat departemen sekalipun. Dan ternyata benar. Gumaman itu menjadi kenyataan. Bersama 10 orang lain yang diseleksi di tingkat departemen. Aku gugur. Yang lolos waktu itu ialah kak kani-ketua himitepaku, dan dita “didot” sahabatku. Terus terang waktu itu motivasinya hanya keterpaksaan. Tapi ya aku tetap berbuat yang terbaik. Bukan sekedar ikutan. Kak kani jadi duara 1 di tingkat fakultas dan dita juara 2 di tingkat fakultas. Hal ini makin menegaskan kalau memang merekalah yang pantas. Bukan diriku.
Sekedar cerita, waktu itu aku satu asrama dengan kak kani, zaenuri, dan bowo. Mereka semua adalah mawapres fakultasnya masing2. Perjuangan mereka memang benar2 luar biasa. saat berjuang di tingkat ipb, kita support habis2an. Kita harus juara. Wah.. terus terang itu membuat aku iri. Iri dengan prestasi yang mereka raih.. hasil akhirnya. Kak kani di urutan ke2, dan bowo di tempat ke3. Mereka dikalahkan oleh sesosok wanita luar biasa. kak dordia dari fkh. Begitu aku kenal dengan dia, memang dia adalah pemenang yang sesungguhnya. Dan terbukti, dia juga menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Muantap..
Zap.. pikiranku tentang mawapres hilang.. kini kembali lagi dengan berbagai kesibukanku. Terutama di himitepa..
Tingkat 4 di ipb:
Di tingkat ini, aku bisa bernapas sedikit lega. Karena berbagai tugas di kelembagaan telah hamper usai. Di tingkat ini, nilaiku naik tajam. Hehehe. Kemudian sempet juga jalan-jalan ke Malaysia dan Filipina. Alhamdulillah.. lumayan..
Entah kenapa, waktu itu aku diminta oleh teman2 untuk membantu mengurusi persiapan mawapres muslim di ipb. Yah..mungkin karena backgroundku yang lumayan agak ilmiah kali ya..hehehe. oke. Tawaran itu aku terima.
Persiapan berupa bagaimana menulis karya ilmiah, presentasi ilmiah, public speaking, hingga tes ielts. Semua kita jalani. Senang rasanya bisa memberikan sesuatu dan bekal untuk orang lain. 
Saat pendaftaran pun tiba. Wah.. gemana ya? Ikut enggak ya? Wah udah deh.. bismillah aja. Lolos ya Alhamdulillah, kalo enggak ya gak papa. At least aku dah mencoba untuk yang kedua kalinya.
Di tingkat departemen – level 1
Curriculum vitae ku sempurnakan dan saya yakin, saya bisa the best di sisi ini. Nah, untuk karya tulis di tingkat departemen, aku membawa paper tentang jamur toge sebagai pengawet pada daging..eng ing eng.. tebak siapa dong jurinya? Ya.. ada bu hani.. ini professor nya bidang bahan tambahan pangan. Gubrak..jiper.. takut.. deg2an. Juri lain yang sama okenya ada pak nugraha, pak eko, dan pak eri. Mereka semua doctor lulusan prancis, belanda, dan Australia. Wuih.. mantap.. siap2 mati dikeroyok. Hahaha
Ending ceritanya bisa ditebak. Aku dibantai dengan pertanyaan2. Dan aku menyerah.. hiks2… aku akui kalau ide ini masih aneh dan based scientificnya masih kurang. Ada logika yang kurang pas di ideku.. huhuhu..
Hasil akhirnya hehehe.. Alhamdulillah, dewan juri memercayaiku untuk mewakili itp di tingkat fakultas. Namun dengan syarat. Karya tulis harus diganti. Jika tidak maka out! Hehehe. Kepercayaan itu tidak aku sia-siakan. Pak nugraha memberikan ide sekaligus berbagai makalah yang berkaitan dengan bekatul sebagai antioksidan dan edible film. Aku bersama dita berjuang nanti di tingkat fakultas untuk mewakili departemen itp.
Di tingkat fakultas – level 2
Gawat.. hari pengumpulan karya tulis Cuma tinggal 3 hari lagi. Wah..grasak-grusuk sambil menyiapkan curriculum vitae nih.. aku menjadi orang yang terakhir mengumpulkan makalah dan kelengkapan berkas di tingkat fakultas. Fiuh..last minute..akhirnya bisa juga kekejar. Untungnya pak nugraha masih sempet mriksain tulisan aku, itupun setelah aku kejar sampai di cimanggu, karena beliau ada rapat di sana. Btw, Sebenernya masih gak focus nih. Karena satu hari sebelum hari H, hari kamis nya itu, aku harus ketemu dengan pihak nutrifood untuk masalah kerjaan. Mereka mau wawancara sekaligus sign kontrak. Fiuh..udah gitu malemnya harus bertemu dengan teman2 karena harus persiapan untuk lomba di amerika.. ya begitu lah.. slide pun ku persiapkan semalaman.
Paginya pun harus kuliah minor. Tapi ya gitu deh. Gak focus meratiin dosen, tapi sibuk ngapalin dan mempersiapkan untuk presentasi nanti.
Di level ini, saingan terberat menurutku ada dua orang. Dan keduanya adalah sahabat2ku. Dita dan ahsan. Kedua orang ini sudah piawai dan berpengalaman di tahun sebelumnya. Dan persiapan mereka sepertinya lebih matang, dibandingkan dengan aku yang baru persiapan 3 hari sebelumnya untuk karya tulis, dan semalam untuk presentasinya. Hah.. bismillah aja.
Jurinya di tingkat ini adalah semua ketua departemen ditambah dekan dan wakil dekan. Wuih. Apa gak serem tuh..
Masuk di ruang siding fakultas, terlebih dahulu aku harus memperkenalkan diri dalam bahasa inggris, selanjutnya presentasi makalah yang juga dalam bahasa inggris. Setelah itu, giliran Tanya jawab. Titik kelemahanku ialah tidak dapat menjelaskan secara detil bagaimana ide yang aku sampaikan menjadi mungkin dalam skala Indonesia. Beberapa kali aku kena pertanyaan menohok. Selebihnya soal teknis dan mekanisme, aku bisa menjawabnya. Setelah itu sesi Tanya jawab bebas, ada yang menanyakan tentang curriculum vitae, ada juga yang menanyakan tentang siapa dewan juri pada hari itu.. trus bagaimana struktur organisasi di ipb. Wah..mati aku. Sebenernya udah ngapalin sih..tapi tetep aja lupa..hah..bodoh.. hehehe. Finally, setelah setengah jam dewan juri puas menanyaiku, aku pun keluar ruangan.. fiuh… lega.. meski di hati merasa agak gak puas dengan performanceku hari ini. Ya sudahlah.. toh aku telah melakukan yang terbaik sebisaku. Jikalau memang gagal ya kan kuterima dengan lapang dada.

2 hari pun berlalu. Sebenernya udah agak lupa sih. Soalnya harapan tipis. Ahsan dan dita pasti lebih mantep dari aku.

Tiba2 dapet sms dari bu sri, galih selamat ya.. kamu ngewakilin fateta di tingkat ipb. Karya tulisnya segera diambil untuk diperbaiki. Karena besok sudah harus masuk ke tingkat ipb. What? Alhamdulillah.. yang bener? Gak salah nih? Hehehehe… Alhamdulillah… wah.. perjuangan makin berat nih.. harus lebih serius nih.. rupanya gak maen2 … terima kasih ya atas kepercayaan ini. Akan kubawa nama fateta ke tingkat tertinggi. Yah…minimal di ipb gak jeblok2 amat lah.. kemaren kak kani kan juara 2, berarti minimal harus juara 2 nih…wuih… gak nahan..

Di Tingkat universitas – level 3

Aku pun menghubungi pak nugraha dan pak feri. Dan Alhamdulillah. Ternyata pak feri dengan baik hati akan mengedit hasil tulisanku yang masih acak kadut. Terima kasih pak feri..

Keesokan harinya pas hari H pengumpulan, aku masih sempat mengedit sedikit dan oke deh.. akhirnya dikumpulin juga deh.

Nah, tiba2 saja aku ditelpon untuk segera persiapan tes bahasa inggris. 2 hari lagi. Gaswat. Mana belum ambil tes ielts komplit lagi.. ya udah deh. Dicoba aja. Belajar sendiri. Alhadulillah aku punya 6 modul sekaligus listeningnya. Jadi aja seharian ngedengerin di kamar. Sambil jawab soal, trus nyocokin jawabannya sendiri. Hari itu aku salah posisi tempat duduk.

Hari kamis pas ielts tiba. Ini pertama kali ketemu dengan semua mawapres fakultas se-ipb. Ternyata anak2nya asyik2 semua. Friendly. Asyik lah pokoknya. kesan pertama, ini bukan seperti kompetisi. Yah.. kayak tes di tempat les aja. Tidak aja wajah dendam apalagi rasa ingin memakan satu dengan yang lain..hehehe

dari faperta ada devi, fkh rita, fpik roni, fapet windy, fahutan ika, fateta tentu saja aku, fmipa farhad, fem wahyu, fema yogha. Yang anak 42 ada 5 orang, yang anak 43 ada 4 orang. Lakinya 5 orang, perempuannya 4 orang. Alhamdulillah semuanya muslim. Yang perempuan pun berjilbab semua.

Tes bahasa inggris ini diadakan oleh unit bahasa ipb – tempatnya di mkdu, deket lsi.Pas tes bahasa inggris, diawali dengan listening. Di bagian ini aku pede di awal, tapi gak taunya keteteran juga di bagian akhir. Ampun, cepet banget tuh orang yang dikaset ngomongnya. Udah gitu aksennya british lagi. Makin2 deh. Sesi kedua ialah menjawab pertanyaan reading. Setelah itu di bagian writingnya kita diminta untuk menuliskan ringkasan tentang karya tulis yang sudah kita buat. Nah.. dibagian terakhir nih seru. Kita diminta untuk mengemukakan selama 5 menit apa pendapat kita tentang suatu permasalahan yang sistem pembagian topiknya diundi. Jadi udah kayak mis universe gitu deh. Hahaha. Selain presentasi, kita juga harus menanggapi 3 pertanyaan dari teman2 kita. Seru kan.. waktu itu aku dapet tema tentang setuju dan perlu gak sih pemerintah menyetop pengiriman TKI karena TKI kita dapet banyak masalah di luar negeri.

Btw, Tempat dudukku persis dibawah air conditioner yang dinginnya 18 derajat. Meski menghindar di balik bilik meja lab bahasa, tetap saja pantatku terkena paparan udara dingin itu. Halah..masuk angin. Ndeso… ndeso… kepala puyeng, badan demam.. fiuh…

Diakhir sesi, hasil presentasi kita dibahas sama dewan juri, waktu itu ada bu alfa, bu ani, dan pak…(lupa). Ternyata masih banyak kekurangan di setiap presentasi kita. wah, jadi harus makin banyak belajar nih..

Nah.. selese deh.. itu baru tes bahasa inggris, masih ada 3 tes lagi yakni psikotest, presentasi, dan wawancara.

Tes psikologi diadakan hari sabtu. Jadi Cuma dikasih waktu satu hari untuk napas, trus sabtu harus siap untuk psikotest. Di tes ini kita Cuma diminta untuk menjadi diri kita sendiri. That’s it. Gampang kan..hehehe. makanya pada enjoy semua. Gak ngerasa kayak tes. Ya..maen2 gitu dah.. tes ini diselenggarakan oleh tim psikologi ipb dan ui. Tim ini diketuai oleh ibu nurmala, ketua program studi s2-s3 nya kpm. Seru kan.. tes diawali dengan mengisi isian mana pernyataan yang paling sesuai dengan diri kita, dan yang paling tidak sesuai.. tes kedua ialah kita diminta untuk menggambar pohon, trus gambar orang secara utuh dan menceritakan siapa orang tersebut, dan meneruskan gambar yang masih belum sempurna. Dan terakhir, ini yang seru. Setiap diri kita diminta untuk menceritakan diri sendiri. Guideline nya ialah kita harus menceritakan bagaimana kita memandang diri sendiri, trus cita-cita kita, kelebihan yang kita miliki dan kekurangan yang kita miliki, hambatan untuk mencapai cita-cita tersebut, dan hal apa yang dilakukan supaya cita-cita tersebut tercapai. .seru kan… aku certain satu2 deh.

Dari faperta ada devi. Devi ini temen iaasku dari tingkat 1. Kita dah kenal lama dan cukp dekat. Devi ini sangat focus pada tujuan yang diinginkan. Setiap keinginannya dipenuhinya dengan sungguh-sungguh. Devi ini pernah mewakili Indonesia pada ajang tri-university conference di china. Kalo rita, dia anak tangerang. Dia suka banget sama kucing. Background organisasinya dari bem. Sedangkan windy, dia ini anak yang sangat cinta orang tuanya. Setiap keputusan penting hidupnya selalu didiskusikan dengan kedua orang tuanya. Mantap. Dia aktif di Koran kampus dan ismapeti-himpunan mahasiswa peternakan Indonesia. Windy tinggal di bogor, dan setiap kuliah, dia selalu dianter sama ayahnya naek vespa. Nah sekarang roni. Dia ini adek kelasku di ppsdms. Dia berasal dari keluarga petani yang bersahaja. Terus terang waktu denger ceritanya. Mataku mau nangis. Begitu keras perjuangannya untuk kuliah hingga di ipb. Kemana-mana dia selalu pakai batik. Dia direkturnya forces-ukm ilmiah di ipb. Dia juga pemegang sertifikasi selam A1. Wuih. Mantep kan. Selanjutnya ika. Dia temenku juga, dia asalnya dari gresik-kalo gak salah. Ia aktif di ifsa-organisasi internasionalnya mahasiswa kehutanan. Dia menjabat sebagai penanggungjawab wilayah asia pasifik. Wak…mantap. Dia pernah ke Bulgaria untuk ikutan conferencenya ifsa ngewakilin Indonesia. Ika ini kalo ngomong lemah lembut banget. Kemudian farhad. Dia ini pemimpin umumnya Koran kampus. Anak ilkom ini mantep banget kalo urusan desain grafis sama bikin flash. Gambarnya keren2. Farhad ini punya darah arab2. Katanya sih marganya alatas-kalo gak salah. Selanjutnya ialah yogha. Dia ini temen baikku sejak tingkat 1. Kita ketemuan di iaas. Yogha ini pernah setahun cuti kuliah untuk magang di jerman. Ini artinya dia fasih 2 bahasa-inggris dan jerman. Nah. Yang terakhir nih. Wahyu. Wahyu ini juga punya pengalaman luar biasa. udah kayak lascar pelangi ceritanya. Dari daerah terpencil di Madura. Wahyu berhasil kuliah dan masuk ipb. Biaya hidup dan kuliahnya sejak awal ditanggung oleh beastudi etos dari dompetduafa republika. Mantap kan. Cerita perjuangan hidupnya hingga menjadi seperti sekarang ini membuatku makin bersyukur atas semua karunia yang telah Allah berikan. Ceritanya mantap. Bikin sedih dan membuat seluruh isi ruangan bersimpati padanya. Mantap. Hari itu aku belajar banyak dari mereka semua. Luar biasa. indahnya.

Tes pun selesai tepat pukul satu siang. Kami pun pulang. Hari rabunya, kami harus siap dengan presentasi dan wawancara. Bismillah. .

Hari yang tidak dinantikan tiba. Hehehe. Kami semua dikumpulkan di ruang siding wakil rector di rektorat. Hadir sebagai juri ialah pak arif satria, pakar ekonomi dan kelautan. Beliau ini ketua lembaga riset dan pengembangan masyarakatnya ipb. Saya kenal beliau waktu iaas, karena beliau adalah juga salah satu pendiri iaas di ipb-indonesia. Juri lain ialah ibu gin. Beliau adalah editor jurnal ilmiahnya pertanian di Indonesia. Wuiz… mantap. Selanjutnya ibu sri, beliau orang behind the scene nya buah2 tropika penemuan ipb. Trus beliau juga dosen teladan tingkat nasional. Weleh2. .dan terakhir ibu rita. Beliau ini ahli di biokimia dan ilmu terapan. Wah mantaplah pokoknya.

coba tebak.. aku mendapatkan nomor urut 1 untuk presentasi. Hehehe. So far lancar. Pertanyaan aku coba jawab sebisaku. Terlihat muka mengerut, muka tidak puas, atau wajah cerah dari juri. Ah. Entahlah. Aku tak peduli. Just do it.

Saat wawancara, kali ini dengan bu pratiwi dan tiga dosen lainnya. Pertanyaannya ialah seputar aktifitasku selama ini di ipb, dan lain sebagainya. Pokoknya seru. Mereka Tanya juga pake bahasa inggris. Wah..setengah jam lebih aku diwawancarain. Cape juga. Hari itu, sepertinya semua lancar2 saja.tidak ada yang aneh. Atau mencurigakan. Semua berjalan smooth. Di akhir sesi, kami foto rame2 di depan tulisan dan logo ipb yang gede banget di lobi rektorat. Hahaha. Narsis juga nih anak2 … sebelum pulang, kami para mawapres diberi kesempatan untuk seleksi mewakili Indonesia untuk acara international student summit di Tokyo agricultural university. Syaratnya harus bikin paper yang berbahasa inggris. Dan siap utnuk presentasi di depan juri. Cuma ada satu orang yang berangkat. Dan semuanya gratis full satu minggu di Tokyo. Mantep kan..huahua..

Setelah itu. Zap.. aku melupakan sejenak semua kisah itu. Istirahat. Fiuh.. karena sepertinya perjuangan belum berakhir. Sempat sambil pulang bareng ma yogha, kita ngobrol. Yogha bilang. Gal yang juara 1 ipb lo aja ya.. gw yang ke jepang nya aja. Hahaha.. kita lihat nanti apakah obrolan ini terbukti benar..

Keesokan harinya aku tiba2 diminta menghadap ke pak rimbawan. Wah ada apa nih. Jangan2 ada yang gak beres. Bikin salah apa aku. Ternyata Alhamdulillah. Aku berhasil menjadi juara 1 di tingkat ipb. Alhamdulillah. Gak nyangka. Dan gak pernah kebayang.. ya Allah Engkau menjawab doaku..dan harapanku. Luar biasa. Allahuakbar!!

Benar saja. Perjuangan belum berakhir disini. Kali ini harus lebih keras lagi usahanya. Sudah terbayang bagaimana proses seleksi nanti di tingkat nasional. Fiuh..semangat !! ^_^. Ohya ..puluhan sms ucapan selamat membanjiri handphoneku..wah udah kayak selebritis aja nih. Hehehe. :p amanah semakin berat nih!

Karya tulisku harus diganti. Demikian katanya. Karena jika dibandingkan dengan karya tulis lainnya. Tema yang aku sampaikan kurang kuat. Sudah bagus. Tapi novelty dan nilai strategisnya kurang dapet. Chemistrynya belum mantep. Gitulah katanya. Ok. Mulai hari itu aku searching ide2 segar untuk dibuat karya tulis. Buntu. Tapi tetap optimis.

Kali ini persiapan lebih singkat disbanding tahun sebelumnya. Sebab hanya 2 minggu waktu jeda antara tingkat ipb dengan batas pengumpulan di nasional. Fiuh. Hari berlanjut. Hingga pada H-5 pengumpulan. Dapat juga idenya. Aku akan nulis tentang kekuatan pangan local sebagai sumber bahan tambahan pangan dan ingredient hidrokoloid dunia. Hehehe. Lebay. Its oke. Nah. Praktis mulai hari itu hingga hari pengumpulan. Artinya Cuma 4 hari. Saya ngebut bikin karya tulis dengan dibantu oleh dosen dan teman2. Mereka support data. Sedang saya yang meramunya menjadi tulisan. Tidur kurang. Cuma 2-3 jam saja. Tiap hari mata melotot di depan laptop. Sigh…. Kepala pening. Kantong mata membesar. Hidung meler2 gitu, trus rambut makin gondrong. Eh ditambah lagi ada jerawat satu nongol di hidung..halah..makin jelek deh..huhuhu. nasib…nasib.. (nah cerita selanjutnya masih berlanjut.. tenang aja.. soon)

April 15, 2009

My trip to Philippines – Cebu Island

Sebagai mahasiswa, tentu saja gw harus sering ngeliat papan informasi dong. Kalo gak kesempatan yang mungkin bisa gw manfaatin bisa terlewatkan begitu saja. Nah kebetulan pas lewat di kampus, gw ngeliat pengumuman lebih tepatnya poster tentang konferensi pangan dan nutrisi tingkat asia di Filipina. . wah patut dicoba nih.. sapa tau aja masuk.. hahaha.. terus terang waktu itu gak kepikiran bakal terbang ke sana. Cuma do my best aja.. fiuh… bismillah..
Deadline udah semakin dekat, tapi kok ide kagak muncul-muncul ya? Kok bisa? Ayo berpikir keras!! Dan akhirnya kepikiran juga ..hehehe kenapa enggak kita bikin hasil pengalaman kita waktu menyuluh pedagang makanan di sekitar kampus. Kan tuh program oke punya.. dan mungkin pengalaman yang kita punya tidak didapatkan oleh mahasiswa di asia lainnya sehingga kita bisa share betapa peran kita sebagai konsumen yang terdidik/mahasiswa bisa memberikan perubahan yang berarti bagi lingkungan kita..ide ini baru didapetin 2 hari sebelum deadline.. fiuh.. ya udah..tetep jalanin aja..bersama kita bisa..hohoho..
Deadline yang jatuh di hari sabtu tiba.. wew… terpaksa deh dikebut… bismillah.. sekitar 4 jam sebelum liqo, aku bikin abstrak. Dan segera ngirim ke kamlit, partnerku di paper ini. Kita udah janjian untuk membuat abstrak masing-masing. Dan nanti kamlit akan jadi editor di akhir termasuk nge-send ke email panitianya. Dan Alhamdulillah meski sempet beberapa kali nelfon dan konfirmasi tentang tulisan masing-masing di abstrak..akhirnya abstrak kami pun jadi… nothing to loose.. dan tidak berharap apa-apa, lolos oke.. gak juga gak papa, coz emang aku bikin ini sekaligus jadi bahan lpj di akhir kegiatan nanti untuk seafast, sang sponsor kegiatan ini.
Setelah beberapa pekan berselang, tiba-tiba ada email masuk di folder inbox. Alhamdulillah..paper kami diterima.. hehehe.. gak sia-sia juga meres otak untuk nulis. Ohya kita lolos untu kategori poster presenter. Jadi selain makalah full, kita juga harus mbuat poster yang harus top and mencolok.
Nah…tinggal sekarang bingung gemana cara kesananya..hahaha.. dan pastinya dong, kita buat proposal untuk bantuan dana, sapa tau aja ada yang mau bantu kepergian kita kesana. Dan Alhamdulillah… selain di sponsori oleh departemen ITP tercinta, perjalanan kita juga dibiayai oleh dikti. So.. impas deh, pengeluaran kita Cuma untuk oleh2 aja..hehehe.
Ohya,Tiket pun kami pesan. Kita naek maskapai paling murah yang ke cebu, cebu airlines. Ini maskapai lokalnya Filipina. Harga tiketnya sekitar 2.5 jutaan. Kita dapet flight jam 12 malam… dan transit sekitar 3 jam di manila-bandara internasional Ninoy Aquino. Di pesawat ini kita Cuma dapet snack sama air mineral.. hehehe.. secara, tiketnya murah meriah.. tapi ada yang menarik lo, saat penerbangan dari manila menuju cebu, pramugarinya bikin games kecil berhadiah merchandise maskapai cebu-airlines. Gamesnya mulai dari nyebutin bintang film sampai main menirukan kata yang diucapkan pramugarinya..hehehe. yang tadinya ngantuk, jadi seger lagi deh. , pas berangkat kita tuh lagi masa ujian tengah semester 7. Mantep kan..hehehe (narsis), jadi pas temen2 lainnya ujian, kita jalan2 … hehehe
Berangkat dari soekarno-hatta ditemani kedua orang tua dan adik, kami check in jam 10 malam. Mata ngantuk.. mbeler… dan boarding persis jam 12 malam.. penerbangan memakan waktu sekitar 5 jaman. Dari jaman majapahit, sriwijaya, sampai jaman modern…apa sih..gak jelas.. nah pokoknya kita sampai bandara internasional ninoy Aquino jam 6 pagi… huhuhu… setelah transfer bagasi, karena ternyata bagasi harus diambil dulu di sini trus di kasihin lagi untuk diberangkatkan lagi ke cebu.. untungnya sempet ngambil cemilan roti sama susu indomilk cair yang ada di bagasi. Jadi lumayan kagak usah jajan. Bandara ini termasuk bandara baru di manila. Jadi masih keliatan under constructionnya. Tapi dah oke kok, Cuma belum komplit fasilitasnya. Katanya di manila ada 3 bandara internasional. Dan sebelum ada bandara ini. Kalo mau transit pesawat harus pindah bandara..gile aje gak tuh.. hahaha. Tapi sejak adanya bandara baru ini, kita gak perlu pindah bandara untuk ganti pesawat..
Jam 6 pagi di bandara masih sepi banget. Ya udah deh..kita jalan2 ke luar bandara.. ngeliatin orang yang pada lari pagi dan maen badminton.. kita juga moto-motoin taksi dan angkot alias jeepney di sini. Angkot di sini bentuknya kayak bemo, Cuma depannya jeep dengan berbagai pernak-pernik menariknya. That’s all. Gak terasa waktu 3 jam berlalu cepat, kita harus kembali masuk pesawat dan siap ke cebu…
Kota cebu yang nanti kami kunjungi merupakan kota terbesar kedua setelah manila. Letak kota ini berada di wilayah selatan Filipina. Dibutuhkan sekitar 2 jam untuk sampai kesana dari manila menggunakan pesawat. Ktoa ini juga terkenal dengan pemandangan pantainya..jadi penasaran kayak apa sih.. secara iklim, ya sama lah kayak Indonesia. Tropis, dan memiliki kelembaban udara tinggi.
Eng ing eng..kita sampai di cebu..
Bandara cebu tuh bandara kecil, lebih kecil dari soekarno hatta. Di sana gak taunya udah ada stand panitia..wah oke punya juga nih panitianya..sampe bikin stand segala di bandara.. langsung deh kita ngelapor di meja panitia..dan tau gak..sebagai ucapan selamat datang..mereka ngalungin kita sama kalung2 biji-bijian gitu sambil di tengah kalungnya ada tulisan cebu..wow..its surprise..
Nah ..sedetik kemudian kita langsung ditanya dah pesen hotel dimana? Trus mau dianter gak pake taxi atau pake kendaraan charteran? Dan dengan pede dan tanpa rasa bersalah kita bilang belum…hehehe. What? Panitianya bilang..kok bisa? Kalian nih nekat juga ya… jauh2 dateng dari Indonesia trus gak tau mau nginep dimana? Hahaha..yup..rencananya kita mau berpetualang dulu mencari penginapan yang dekat dari lokasi conference dan tentunya dengan harga murah.. wah…panitianya pusing.. hehehe untungnya ada salah seorang petugas bandara yang kebetulan dia orang lapu-lapu city. Tempat yang emang udah niat kita kunjungi dan jelajahi, karena di sana cukup dekat dengan lokasi conference dan murah-murah hotelnya. Akhirnya kita disaranin untuk ke hotel GV. Itu hotel yang cukup murah dan layak untuk kita. Lokasi hotel ini sekitar 30 menit dari bandara. Dan berjarak sekitar 20 menit dari lokasi acara. Hotel ini terletak persis di tengah jantung kota cebu, lebih tepatnya dekat dengan central market. Untuk mencapai ke sana kita dianter pake angkot alias jeepney. Hahaha..tetep..di bogor angkot, di cebu jeepney.
Suasana kota persis kayak di bogor. Ya tata bangunannya, ya macetnya, Cuma emang pemandangannya bagusan dikit sih.. coz dikelilingi sama pantai..jadi sejauh mata memandang, terlihat laut.. mantap.. angkot jeepney ini juga berenti semaunya. Persis kayak angkot di bogor. Kita bisa ngebedain trayek jeepney dari corak dan tulisannya – persis kayak di bandung. Hari pertama sampai di cebu kita manfaatin untuk jalan-jalan ngelilingin kota. Secara kotanya gak gede2 amat. Jadi dari ujung ke ujung gak jauh2 amat. Setelah check in dan sholat dzuhur plus ashar. Kami pergi keliling kota berbekal sehelai peta.. dengan informasi dari pegawai hotel yang terbatas, kami berusaha menerjemahkan informasi di peta ke alam realita. Lucu dan seru… tujuan kita hari itu ialah ke tempat yang terkenal di cebu, yakni gereja st. de la nino, trus ke national museumnya, dan beberapa bangunan bersejarah lainnya yang berserakan di pulau cebu.
Ok. Petualangan di mulai. Untuk sampai ke terminal jeepney, kita dianter sama pegawai hotel. Agak nyesel juga sih pake dianter segala (pake jeepney) coz ternyata terminalnya gak jauh sama hotel. Kalo jalan paling Cuma 5 menitan. Nah dari terminal ini katanya kita disuruh menyebrangi pulau lewat jembatan layang ke pulau mandaue city. Nih jembatan keren juga, mirip jembatan di sabang – karena melintasi laut untuk menghubungkan 2 pulau yang terpisah. Nah. Sambil nanya-nanya kayak orang bego, kita turun angkot. Katanya sih gitu. Ya udah. Kita ikut. Bayar jeepney di sini cukup murah juga..cukup 8 – 10 peso tuh kita dah ngelewatin trayek yang jauh lo.. nah..tiba2 tuh angkot berenti di terminal yang namanya terminal ayala. Waduh apa pula ini? Pas kita cek di peta, ternyata perjalanan kita ada progressnya. Mendekat ke arah tujuan. Hahaha.. dan beruntungnya, pas itu tuh kita lagi laper-lapernya dan kita menemukan mall.. namanya mall ayala center. Salah satu mall terbesar di cebu. hmm.. makan apa ya? Coba makan McD deh..mungkin dia ayamnya halal. Oke.. nah.. begitu mau beli, otomatis dong kita Tanya apa makanan di sini halal.. trus apa coba respon pegawainya..what? halalan food? We sell chicken here.. not halalan food.. nah lo..bingung kan lo..ya udah..gw request untuk Tanya ke managernya. Wah payah juga nih pegawai, masa kagak tau halalan food. Dan Setelah ketemu managernya….ternyata ayam yang dijual di sini dan di McD Filipina halal kok..alhamdulillah… ternyata gak susah juga cari makanan halal di Filipina. Coz harus selektif milih makanan, coz disini kan islam bukan mayoritas. Begitu mau makan, gw nanya mbak ada saos sambel gak? Dan gak taunya saying sekali saudara-saudara jawabannya tidak ada!! Hah..kok bisa ya? Yang ada saos setengah pedas yang warnanya coklat, diindasikan pedasnya dari campuran merica dan bumbu rempah2 yang aneh. What? Bau saos nya cukup mencolok. Dan tau gak, ternyata setelah gw cek semua resotran fast food di kota ini, semua nyediain saos model begituan..hi..saos yang aneh… tapi karena terpaksa, ya udah..coba ja lah ya.. lagian lagi laper nih.. perjalanan etape kedua dimulai. Kita naek angkot untuk mencapai gereja st.de nino. Dan berhasil-berhasil-berhasil. Yeah. Gereja ini tua banget dan bergaya arsitektur spanyol. Di sekitar gereja, banyak sekali gereja tua peninggalan penjajah spanyol dan museum. Selain itu, di sini juga banyak monument bersejarah yang menunjukkan kegigihan penduduk dan pejuang rakyat Filipina untuk menumpas penjajah. Kita juga sempet bekunjung ke national museumnya kota cebu, cross magelland, trus kita juga ke colon road yang terkenal itu.disana ada landmark yang terkenal…. wah pokoknya kita sukses jalan2 hari itu…kaki ampe gempor… hahaha..trus pulangnya kita ngebekel kfc, coz dari pada makan di hotel…mahal.. hehehe
Btw, Kita selalu diajak ngomong bahasa tagalong. Karena secara fisik dan penampakan orang Indonesia gak ada beda dengan orang Filipina. Coklatnya sama, strukstur wajahnya pun juga sama. Tapi bagusnya second language di sini bahasa inggris..jadi ampe pak supir jeepney pun juga bisa bahasa inggris..untunglah..
Keesokan harinya, kita bangun subuh2 dan sudah siap dengan poster yang mau kita tampilin.. nah.. sejujurnya, kita sama sekali gak tau dimana tuh letaknya shangrila-cebu. Tapi Alhamdulillah, setelah berjuang nanya sana-sini dan nunggu jeepney trus mana ujan lagi…wew.. Alhamdulillah kita sampe juga di tempat conferencenya.
Cebu-shangrila ini hotel paling top di cebu. Letaknya persis di bibir pantai. Punya pantai sendiri yang top abis. Berpasir putih dengan ombak yang tenang. Cocok banget buat berenang.dan maen2 .. Tempat conference kita menggunakan bangunan yang semi permanen. Bentuknya kayak tenda gitu tapi besar sekali. Muat hingga 300 orang lebih. Rangka besi tenda juga terlihat jelas. Tapi tetep anggun dan rapih. Tenda ini dilengkapi air conditioner yang gede abis. Ada sekitar 2 pasang yang diletakkan di sebelah sisi kanan dan kiri ruangan. .Brrr…Lampu penerangnya juga unik. Desainnya mirip kayak sarang lebah. Sangat artistic.
Ohya. Kita surprise banget lo.. coz di conference itu, kita ketemu sama dosen2 ITP. Ada pak pur dan bu ratih, kemudian bu wini. Serta pak dedi fardiaz. Dosen2 gw ini top abis lah pokoknya. mereka dosen2 teladan gw.
Gw certain satu2 deh..kenapa dosen gw ini jadi teladan buat gw. Hehehe.. pak pur itu doctor bidang food engineer lulusan Madison-wisconsin USA. Beliau jadi salah satu scientific committee nya acara ini. Beliau aktif di berbagai organisasi keprofesian di tingkat internasional. Di ILSI-international life science institute, ift-institute of food technologists, dsb. Pokoknya banyaklah. Pak pur ini mantan ketua himitepa angkatan 17 lo.. sekarang selain jadi staf pengajar di departemen, beliau juga jadi pimpinan redaksi majalah food review trus jadi direkturnya seafast center. Lembaga riset pangan asia tenggara di IPB. Nah. Istrinya bu ratih. Juga gak kalah mantap. Ibu ini juga doctor lulusan Madison-wisconsin jurusan mikrobiologi. Waw..mantap kan. Beliau selain jadi staff pengajar di ITP juga menjabat sebagai Kepala sekolahnya S2 dan S3 IPN. Beliau juga satu2nya perwakilan dari asia selain jepang untuk ikut di organisasi ACMFS (kalo gak salah..hehehe). organisasi ini adalah organisasi ahli mikrobiologi pangan dunia yang sangat berpengaruh dalam mengambil setiap kebijakan di sidang codex alementarius commission. Mantap kan.. nah kalo bu wini ini. Beliau professor alias guru besar di IPB. Selain di IPB, beliau juga jadi kepala Lab di BPOM. Wuih..setelah sebelumnya beliau menjabat sebagai direktur survailance di BPOM juga. Nah. Kalo pak dedi fardiaz. Ini sama mantapnya juga. Beliau juga professor alias guru besar di IPB. Selain di IPB beliau juga menjabat sebagai petinggi di BPOM. Pak dedi ini kemaren waktu conference jadi moderator lo…
Nah sekarang kita ngomongin conference nya ya…hehehe
Berikut jadwal acara yang aku ikutin dari H1-H3
Wednesday, November 5, 2008
07.15 – 08.30 Registration
Opening Session
08.30 – 09.30 Introduction by Mr John Ruff , President, ILSI- Mr Geoff ry Smith, President, ILSI SEA Region-
Welcome Remarks by Congresswoman Nerissa Corazon Soon-Ruiz, M. D, Representative, 6th District, Province of Cebu, Philippines
Keynote Address and Offi cial Opening by Dr Francisco T Duque III, Secretary, Department of Health, Philippines
09.30 – 10.10 Morning Break, Posters and Exhibits Viewing
Opening Plenary Emerging Food and Nutrition Safety Issues – Global Challenges, Asian Perspectives
Chair: Dr Rodolfo Florentino, Nutrition Foundation of the Philippines, Philippines
10.10 – 10.50 Trade, Economics and Policies Impacting World Food Supply, Food Safety and Biosecurity – International Perspectives by Dr Masami Takeuchi and Dr Ezzedine Boutrif, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO-UN)
10.50 – 11.30 Climate Change and Evolving Food and Agriculture Practices – Implications for Food Safety and Relevance to Asia by Dr Alistair Boxall, Central Science Laboratory, UK
11.30 – 12.10 Risk Analysis Framework for Integrated Food Safety System in Meeting Current Global Challenges by Dr Abikusno Nugroho, World Health Organization (WHO), Southeast Asia Regional Office and Dr Jorgen Schlundt, WHO
12.10 – 13.30 Lunch, Posters and Exhibits Viewing
Plenary 2A Safe Food Supply Chain, Farm-to-Table – Food Safety Standards, Risk Assessment and Regulatory Framework
Chair: Dr Dedi Fardiaz, National Agency for Drug and Food Control, Indonesia
13.30 – 14.00 International Food Safety Regulations and Standards – The Role of Codex by Dr Alicia Lustre, National Food Authority (NFA), Department of Agriculture (DA), Philippines
14.00 – 14.30 Major Food-borne Hazards in Asia – Contaminants by Dr Junshi Chen, Chinese Center for Disease Control (CCDC), China
14.30 – 15.00 Ensuring Safety of Products through Traceability and Risk Assessment of Ingredients and Contaminants – Industry Perspectives on Recent Melamine Containminations in Protein Source by Dr Robert Baker, Mars Incorporated, Thailand
15.00 – 15.30 Afternoon Break , Posters and Exhibits Viewing
Plenary 2B Safe Food Supply Chain, Farm-to-Table – Food Control Systems, Quality
Standards and Consumer Perspectives
Chair: Mr Philippe Gallardo, Nestlé Quality Assurance Centre for Asia-Pacifi c (NQAC), Nestlé R&D, Singapore
15.30 – 16.00 Establishing Quality, Safety Control and Meeting International Standards – Challenges from an Asian Food Processor by Mr Errol Angeles, Agriculture and Industrial Cluster, San Miguel Foods Inc, Philippines
16.00 – 16.30 Food Safety Systems in Asia – Lessons Learnt in Training and Strengthening Food Safety Systems within Asia by Mr Peter Hoejskov, FAO Regional Offi ce for Asia and the Pacific, Thailand
16.30 – 17.00 Meeting Quality Standards and Local Needs – Retail and Food Service Industry Perspectives by Ms Andi Nuraida Angriyani, PT Carrefour Indonesia, Indonesia
17.00 – 17.30 Consumer Knowledge and Perception on Food Safety and Impact on
Regulations by Dr George Fuller, Asian Food Information Center, Singapore
17.30 – 17.45 Q & A
17.45 – 18.30 Dedicated Posters and Exhibits Session
Thursday, November 6, 2008
Plenary 3 Evolving Food Microbial Challenges, Responses and Management
Chair: Dr Mario Capanzana, Food and Nutrition Research Institute, Department of Science and
Technology (FNRI-DOST), Philippines
08.30 – 09.00 Role of Microbial Criteria and Value of Sampling by Dr Anna Lammerding, Public Health Agency of Canada, Canada
09.00 – 09.30 Risk Assessment and Exposure Information – Perspectives for the Industry by Dr Mathew Lau, Nanyang Polytechnic, Singapore
09.30 – 10.00 Responses to Emerging Microbial Risk – The US Experience by Dr David Lineback, Joint Institute for Food Safety and Applied Nutrition – Food & Drug Administration (JIFSAN-FDA), University of Maryland, USA
10.00 – 10.30 Eff ective Strategies for Risk Management and Communication to the Public– The Japanese Experience by Mr Hitoshi Kodaira, Food Safety Commission Secretariat, Cabinet Office, Japan
10.30 – 10.45 Q & A
10.45 – 11.30 Morning Break, Dedicated Posters and Exhibits Session
Plenary 4 Safe Water Supply
Chair: Dr Elias Escueta, The Coca-Cola Export Corporation, Philippines
11.30 – 11.55 Water and Packaging Safety – An Industry Perspective by Mr Philippe Gallardo, NQAC, Nestlé R&D, Singapore
11.55 – 12.20 Standard for Drinking Water and Updates on Bottled Drinking Water Standard by Mrs Maria Theresa Correa–Cerbolles, Bureau of Food and Drugs, Department of Health, Philippines
12.20 – 12.45 Safe Water Supply – A Community Approach in Vietnam with Project SWAN by Ms Kumiko Takanashi, ILSI Center for Health Promotion, Japan
12.45 – 13.00 Q & A
13.00 – 14.00 Lunch, Posters and Exhibits Viewing
Plenary 5 Nutrients and Ingredients Safety
Chair: Mr Geoff ry Smith, ILSI SEA Region
14.00 – 14.30 Nutrients Risk Assessment – International Regulatory Development by Ms Bonnie Field, Food Standards Australia New Zealand
14.30 – 15.00 Nutrients and Bioactives: Claims and Regulatory Development in Asia by Dr Tee E Siong, TES NutriHealth Strategic Consultancy, Malaysia
15.00 – 15.30 Novel Foods – Approach to Risk Assessment in Europe by Dr Paul Hepburn, Unilever UK Limited, UK
15.30 – 15.45 Q & A
15.45 – 16.15 Afternoon Break, Posters and Exhibits Viewing
Concurrent Symposia
16.15 – 18.30 Symposium A – Food Analysis, Methodology, Testing and Standards
Chair: Dr Alicia Lustre, NFA, DA, Philippines
Symposium B – Risk Assessment and Responses to Hazards and Contaminants in the Food Chain
Chair: Dr Junshi Chen, CCDC, China
19.00 Conference Reception
Friday, November 7, 2008
Plenary 6 Food Packaging – Safety and Sustainability
Chair: Dr Hyun Jin Park, Korea University, Korea
08.30 – 09.00 Food Contact Materials and Articles – Safety Considerations from the European Union Perspective by Dr Emma Bradley, Central Science Laboratory, UK
09.00 – 09.30 Packaging – Safety and Environmental Impact of Practices in Asia by Dr Vanee Chonhenchob, Kasetsart University, Thailand
09.30 – 10.00 Challenges for the Food Industry in Managing Packaging Safety, Innovation and Compliance Needs by Dr Thomas Gude, Swiss Quality Testing Service, Migros, Switzerland
10.00 – 10.30 Morning Break, Posters and Exhibits Viewing
Closing Plenary Harnessing New Technologies for Health, Safety and Future Food Challenges
Chair: Dr Corazon Barba, University of Philippines Los Baños, Philippines
10.30 – 11.00 Science and Technology – Risks vs Benefits by Dr David Lineback, JIFSAN-FDA, University of Maryland, USA
11.00 – 11.30 New Technology and Health – Meeting Asia’s Nutrition and Food Safety Challenges by
Dr Mario Capanzana, FNRI-DOST, Philippines
11.30 – 12.00 Developing New Foods to Meet Health, Safety and Environmental Needs – Opportunities and Challenges for the Industry by Mr John Ruff , ILSI
12.00 – 12.30 Synthesis and Closing Remarks by Dr Maria Antonia Tuazon and Mrs Boon Yee Yeong, ILSI SEA Region
12.30 – 13.45 Lunch
13.45 – 16.30 Optional Technical Field Tour in General Milling Corporation
Concurrent Workshops
13.45 – 17.30 Workshop 1 – Regional Collaboration of Food Consumption Surveys in Southeast Asia for Dietary and Exposure Assessment and Workshop 2 – Microbial and Chemical Risk Assessment – Case Examples
Kita belajar sangat banyak sekali… senangnya… kita juga bertemu dengan orang yang sama2 concern di bidang pangan. Mulai dari orang industry, pemerintah, lsm, akademisi, pelajar, dan masyarakat. Kami banyak ngobrol dan saling bertukar pendapat. Alhamdulillah. Yang hadir pun ternyata gak Cuma melulu orang asia, coz ternyata banyak juga delegasi dari amerika, eropa, dan Australia yang datang,
Ohya karena acara conferencenya itu pagi-pagi, jadi kita sengaja gak sarapan – padahal emang males ngeluarin duit lagi untuk nyari sarapan- ^_^. jadi sarapan pas coffee break. Artinya kita sarapan tuh baru jam 10an. Lumayan..laper banget..dan kita jadi beringas.. orang lain mah ngambilnya dikit2 coz bentar lagi makan siang..tapi kita…hwehwehwe.. tancap gas..kenyangin..hahaha. coffee breaknya tuh mantap abis. Pasti ada hidangan kue manis, asin, dan buah. Ditambah dengan berbagai jenis teh yang udah gw cobain semua-ada teh hijau, teh melati, teh rasa jeruk, teh hitam, teh mint, teh inggris.. –ohya tak lupa juga, gw ngembat tuh teh2 nya..lumayan buat nyicipin lagi di kosan…hahaha.
Makan siang pun juga mantap punya. Secara hotel bintang 5. Dan bagusnya lagi. Makanan yang disediain sama panitia makanan halal kecuali emang yang jelas ada tulisannya gede “PIG”. Senengnya bukan maen. Jarang2kan makan makanan yang kayak begini..hahaha..norak2.. mulai dari appetizer, trus main corse and dessertnya oke punya. Sempet juga ngerasain tiramisu yang gak ada duanya. Full cream satu gelas dengan aroma kopi yang mantap..wuih..jadi kepengen lagi. Pas makan siang ini kita sempet duduk sama ketua panitia conferencenya. Pak siapa gitu..lupa..hahah. dia cerita ke kita. Itu kalian ya yang diceritain sama anak buah saya. Katanya kalian dah kayak petualang..hahaha…gemana? dah dapet hotel?.. ya iyalah..hehehe ..jadi gak enak nih..kita dijadiin bahan gossip panitia di sini..yu..
Ohya panitianya sendiri merupakan joinan antara ILSI asia dengan balitbang gizi-nya di Filipina-FNRI
Nah. Malam sebelum hari terakhir. Kita dijamu dinner bareng di restoran dekat pantai. Subhanallah. Mantap kali… . Semua yang dateng dikasih topi dari rotan sama slayer atau selendang gitu…hahaha..lucu deh pokoknya. sambil makan malam yang didominasi oleh hidangan laut yang mantap.. mulai dari makan telur ikan alias kafiar.. trus makan ikan mentah kayak orang2 jepang..wah pokoknya aneh2 lah..kita juga disuguhi tarian dan nyanyian khas Filipina. Live. Gw berharap ada cristian bautista..hahaha gak mungkin banget..ternyata emang gak ada. Hehe. Btw Musiknya kurang lebih sama kayak gamelan gitu. Trus jenis tariannya itu tarian dari Filipina bagian utara ampe selatan. Dari utara jenis tariannya didominasi oleh tarian bergaya spanyol – coz Negara ini pernah dijajah spanyol lo.., trus ke tengah..ada maenan lucu kayak Indonesia punya..itu loh tarian bamboo.. gw sempet nyobain tuh..coz dipaksa naek panggung..hayo lah..,nah saat diselatan, tariannya berubah jadi shalawat badar..kok bisa? yup. coz daerah selatan ini banyak didominasi oleh kaum muslim di wilayah Mindanao. Nah..dan surprisenya lagi..malam itu di akhir acara..kita disuguhi pesta kembang api-fireworks yang top abis.. kurang lebih sekitar 5 menit, pesta kembang api menghiasi langit malam bibir pantai hotel shangrila-cebu. Subhanallah.. malam yang indah..
Keesokan harinya kami pulang deh..kali ini kita ke dan dari conference naek taksi. Abis males naek jeepney kalo bawa barang banyak.. coz abis acara conference, kita langsung mau ke bandara untuk pulang ke Indonesia… harga taksi di sini juga gak mahal2 amat kok.. harganya masih terjangkau lah.. sebelum pulang, kami nyempetin ngeliat landmarknya lapu-lapu. Itu tuh kayak monument pahlawannya kota lapu-lapu dalam mengusr penjajah gitu. Trus sama ada bangunan mirip candi gitu…Ternyata gak jauh2 amat dari hotel shangrila. Disitu kita sekalian beli oleh2 untuk keluarga dan sahabat. Lumayan murah2 euy.. .
Akhirnya kita sampai lagi deh di Indonesia. Hidup Indonesia!! Bagaimanapun juga gw tetep cinta Indonesia..
Abis ini jalan2 kemana lagi ya? Hehehe…

April 6, 2009

KEBUTUHAN KONSUMSI SUSU DAN TEKNIK PENYULUHAN KONSUMSI SUSU DI WILAYAH JAWA BARAT

Kebutuhan akan susu didasarkan pada perhitungan jumlah kalsium yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Karena salah satu sumber kalsium yang bioavailibilitasnya tinggi ialah kalsium yang ada pada susu. Tetapi sebenarnya kalsium juga dapat dipenuhi melalui berbagai bahan makanan seperti Sayuran hijau (bayam misalnya), kacang-kacangan, buah-buahan, brokoli, tempe, tahu dan makanan laut juga memiliki kandungan kalsium yang cukup besar. Bisa dilihat antara lain, dalam 100 g sari kedelai bubuk terdapat 450 mg kalsium (tetapi dalam 100 g sari kedelai cair hanya terdapat 50 mg), tempe kedelai murni 129 mg/100 g, tahu 124 mg/100 g, bayam merah 368 mg/100 g, bayam hijau 267 mg/100 g, rebon kering (udang kecil) yang sarat kalsium, yakni 2.306 mg/100 g, rebon segar 757 mg/100 g, udang kering 1.209 mg / 100 g, udang segar 136 mg/ 100 gram, teri kering 1.200 mg/100 gram dan teri segar 500 mg/ 100 gram.
Kebutuhan kalsium untuk kelompok umur tersebut di bawah ialah

1 Anak-anak
• 1 – 6 tahun (500 mg)
• 7 – 9 tahun (600 mg)
2 Remaja
• 10 – 18 tahun (1000 mg)
• 19 – 29 tahun (800 mg)
3 Dewasa
• > 30 tahun (800 mg)

Di sisi lain, kandungan kalsium yang terdapat pada susu ialah rata-rata 895 mg/gr pada susu bubuk full cream dan 1.300 mg/gr pada susu bubuk skim. Karena susu skim berharga lebih mahal dibandingkan susu full cream, maka perhitungan kebutuhan susu menggunakan basis full cream. Sehingga kebutuhan konsumsi susu yang harus dipenuhi ialah

1 Anak-anak
• 1 – 6 tahun (0.558 g atau 558 ml)
• 7 – 9 tahun (0.670 g atau 670 ml)
2 Remaja
• 10 – 18 tahun (1.117 g atau 1117 ml)
• 19 – 29 tahun (0.894 g atau 894 ml)
3 Dewasa
• > 30 tahun (0.894 g atau 894 ml)

Berdasarkan data tersebut di atas, berarti kebutuhan susu rata-rata tiap golongan umur ialah sekitar 600 ml untuk anak-anak dan sekitar 1000 ml untuk remaja dan dewasa.
Jika segelas susu berjumlah sekitar 350 ml, maka dibutuhkan rata-rata 2 gelas sehari untuk anak-anak dan 3 gelas sehari untuk orang dewasa.
Kebutuhan ini dapat menjadi berkurang jika kita turut mengonsumsi makanan lain yang kaya kalsium sesuai yang disebutkan di atas. Untuk itu para dokter menganjurkan cukup 2 gelas saja perhari baik itu untuk anak-anak ataupun orang dewasa.
Dengan Jumlah penduduk total di jawa barat ialah 39,960,869, namun berdasarkan penggolongan umur, penduduk di jawa barat berjumlah
• 0-14 tahun = 11,892,294 orang
• 15-64 tahun = 26,307,867 orang
• 65 < tahun = 1,760,708 orang
Sehingga berdasarkan data tersebut, kebutuhan susu penduduk jawa barat ialah minimum 2.79 x 1010 ml atau 27.9 juta liter dan maksimumnya ialah 3.52 x 1010 ml atau setara dengan 35.2 juta liter per harinya.
Dan penduduk miskin yang tidak mampu mengkonsumsi susu setiap harinya diperkirakan mencapai 30% dari total jumlah penduduk, sehingga total konsumsi susu yang masih belum dipenuhi oleh rakyat jawa barat ialah sekitar minimum sekitar 8.37 x 109 ml atau 8.37 juta liter dan maksimumnya ialah sekitar 1.06 x 1010 ml atau 10.6 juta liter per harinya.
Selain untuk memenuhi kebutuhan kalsium, Susu memiliki banyak manfaat seperti Protein susu punya nilai biolog tinggi yang memberikan asala amino esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh. Sebanyak 80% protein susu adalah Casein dan 20% Whey yang terdiri atas albumin dan globulin yang penting untuk kekebalan tubuh. Lemak susu adalah sumber vitamin larut lemak seperti vitamin E, A, D, dan sumber asam lemak esensial serta hormon. Kandungan lemak susu sapi 3,5 gram per 100 mili liter. Sebagian besar atau 60-75% lemak susu minyak jenuh, 25-35% lemak tak jenuh, dan 4% asam lemak poliunsaturated fatty acid (PUFA). Sepertiga lemak susu adalah monounsaturated fatty acid (MUFA), yaitu minyak zaitun yang baik bagi kesehatan jantung. Susu kaya akan vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B6 (pyrodoxin), dan niacin. Juga sumber vitamin B12 (cyanocobalamin) dan asam folat yang jika kekurangan akan menyebabkan anemia megaloblastik. Susu juga mengandung vitamin C yang penting untuk mencegah kerusakan pembuluh darah, tulang rawan, otot, dan tulang. Masih banyak kandungan gizi lain yang penting dalam susu. Sebutlah kalsium dan fosfor yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Magnesium yang penting untuk pembentukan tulang, protein, dan fungsi syaraf. Zinc, mineral penting untuk pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mempercepat penyembuhan luka. Susu juga mengandung kalium untuk menjaga keseimbangan cairan dan beberapa mineral lain dalam jumlah kecil yang tak kalah penting seperti yodium, narium, selenium, dan zat besi.

Meningkatkan konsumsi susu masyarakat bukanlah perkara yang mudah. Karena perlu dipahami sedari awal bahwa rendahnya konsumsi susu dipengaruhi oleh berbagai hal. Diantaranya ialah faktor kebiasaan yang menganggap bahwa susu hanya perlu dikonsumsi oleh anak-anak usia dibawah 5 tahun. Hal ini berarti masalahnya mengenai tingkat pendidikan dan pemahaman bahwa mengonsumsi susu sangat penting di usia berapapun. Faktor lain ialah faktor perasaan “eneg” pada susu. Hal ini berarti mengenai faktor produk. Artinya perlu menjadikan susu dalam bentuk produk lain sehingga saat dikonsumsi tidak menimbulkan rasa “eneg”. Faktor lainnya ialah tak ada lemari pendingin, sehingga susu mudah rusak jika tidak dikonsumsi langsung. Hal ini berarti mengenai fasilitas penyimpanan susu. Dan faktor akhir yang paling menentukan ialah faktor ekonomi atau prioritas dalam anggaran rumah tangga. Terkadang suami-istri lebih rela mengeluarkan uang untuk biaya rokok ataupun pernak-pernik/alat kosmetik dibandingkan dengan membeli susu untuk kebutuhan mereka. Ataupun mereka memang tidak mampu untuk membeli susu yang harga minimalnya mencapai 10.000 rupiah per liternya.
Penyuluhan ialah salah satu teknik upaya untuk meningkatkan konsumsi susu dari sisi kognitif atau pemahaman. Untuk teknik penyuluhan, tidak ada aturan baku mengenai hal ini. Namun teknik penyuluhan harus disesuaikan dengan target penyuluhan dan budaya masyarakat setempat. Teknik penyuluhan untuk anak-anak berbeda dengan remaja dan dewasa.
Bagi anak-anak merupakan masanya bermain. Untuk itu perlu didesain penyuluhan yang menarik perhatian mereka. Intinya ialah bermain sambil belajar. Penyuluhan kepada anak-anak dapat dilakukan melalui berbagi cerita, menonton film, ataupun bermain dalam games.
Penyuluhan untuk remaja biasanya bersifat lebih ilmiah tanpa meninggalkan fun. Bisa digunakan berbagai jenis metode penyuluhan. Diantaranya ialah menghadirkan pakar kesehatan/gizi, menonton pertunjukan seni, film documenter, dan lain sebagainya.
Sedangkan penyuluhan bagi orang dewasa harus dijelaskan secara jelas antara benefit dan cost yang mereka keluarkan untuk hal tersebut. Penyuluh harus dapat meyakinkan bahwa meminum susu sangata baik untuk kesehatan dan berpengaruh terhadap aktifitas ekonomi. Di sisi lain, tentu saja akan lebih menarik jika yang menyampaikan ialah yang ahli di bidangnya.

April 6, 2009

Trip in Germany&Switzerland – part 2

Nah..jumpa lagi, hehehe
Kita naek kereta ke kota kecil Duissburg yang berjarak sekitar 15 menit dari bandara internasional dusseldorf. Untuk mencapai tempat tinggal sementara kita.. dari stasiunnya kita cukup jalan sekitar 15 menit..
Kota duissburg merupakan kota kecil yang damai. Jalan rayanya didominasi konblok. Bangunan-bangunannya didominasi apartemen khas eropa. Karena penduduknya gak banyak, makanya kota ini sepi banget… gak kayak di depok… hahaha.. transportasi utama di kota ini ialah trem dan bus kota yang bersih dan nyaman, serta tepat waktu. Membeli tiket bus dan trem dengan mudah bisa dilakukan lewat internet, atau mesin tiket touch screen yang ada di setiap halte, atau kalau kelupaan bisa juga beli tiket on the spot di dalem bus nya. penataan sampah di kota ini juga keren. Semua sampah telah terpisahkan dengan baik. Sampah kertas, sampah gelas/kaca, sampah kaleng, sampah organik, pokoknya semua terpisahkan dengan baik di kota ini. Di kota ini juga ada kebun binatang kecil lo… trus ada juga beberapa universitas yang cukup terkenal. Orang indonesia yang ada di kota ini cukup banyak. Jumlahnya sekitar seratusan orang. Rata-rata mereka adalah pelajar atau dosen di universitas tersebut. Bagi penduduk yang telah menetap di kota ini, mereka punya tiket all access transportation yang bebas digunakan dalam satu zona. Nah, mereka baru beli tiket kalo mau keluar dari zona yang udah ditetapkan itu.. mereka bayarnya per semester. Sedangkan untuk untuk manula, mereka bisa dapet gratis lo.. ohya, transportasi di sini baik itu bus ataupun trem sangat nyaman untuk dinaiki oleh orang yang cacat. Mereka punya tempat duduk khusus, trus kalo mereka mau naek ato turun, bus disini tuh bisa menyesuaikan ketinggian bibir pintunya dengan trotoar tempat mereka naek melalui sistem hidroulik. Jadi kalo ada orang tua yang naek, si supir langsung mencet tombol tertentu dan bus langsung bisa agak miring ke kiri atau ke kanan untuk menyesuaikan ketinggian bibir pintu bus dengan trotoarnya.

Di kota duissburg ini kami menginap 3 malam….
Hari pertama di duissburg, kita mencoba kebab asli turki. Harganya sekitar € 3.5 jadi..lumayan mahal ya.. dan emang sebanding sih.. perasaan gw makan gak abis2….banyak abis.. dan tau gak…. orang2 di sini tuh kagak suka pedes.. kita minta saos sambel.. eh yang dikasih malah saos tomat.. trus kalo minta spicy, ya ampun..enggak banget dah.. tetep aja gak ada pedes2nya acan..
Ohya kita juga menyesuaikan waktu sholat di sini.. ternyata di sini tuh maghribnya kita sholat jam 9 malem.. trus isyanya jam 11.30 malem.. subuhnya jam 4.30 pagi.. zuhurnya sekitar jam 1.30 siang, trus asharnya sekitar jam 6 sore.. huhuhu..kebayangkan… gemana sulitnya waktu solat di sini..
Mata udah merah dan ngantuk.. tapi matahari masih tetap bersinar… biuh…. dan mana kita kena jet lag lagi..makin kacau deh jam biologis badan gw.. meski mata udah ngantuk..tapi kita disaranin untuk gak boleh tidur.. coz kalo kita tetep tidur..ntar besok pagi kita malah cape and malah gak bisa nyesuain jam badan kita ama di sini… jadi kalo udah merem2 dikit..kita digangguin and di ajak ngobrol terus…hehehe… nah setelah sholat isya yang udah hampir midnight itu kita baru boleh tidur..
Besok paginya kita berencana jalan2 ke kota koln dan dusseldorf.
Pagi pun tiba…
Semangat euy… ya iyalah..kita mau jalan2 and shopping…hahaha
Dengan naek kereta, kita berangkat ke kota koln..trus baru agak sorean kita ke dusseldorf..
Cuaca hari itu agak mendung.. dan meskipun musim panas, suhu di sini gak lebih dari 30 derajat..jadi itungannya kalo buat orang tropis yang norak kayak kita masih sejuk lah…
Sebelum berangkat ke luar..tak lupa kita disarankan untuk menggunakan lipgloss biar bibir gak pecah2..sama pake vaselin biar kulit gak jadi kering..karena kelembaban di sini lebih rendah dibandingkan di indonesia..
Ohya Sebelum ke koln, kita mampir dulu ke centrumnya kota duissburg. Di situ ada mall yang kata orang sini termasuk yang paling gede di eropa… what? Paling gede di eropa..? jadi penasaran kayak apa.. bayangin dong.. pasti lebih gede dari mal karawaci, atau taman anggrek.. tapi begitu nyampe and ngeliat kayak apa mallnya…ya ampun..ini mah masih gedean depok town square… hahaha
Jadi keliatan bangetkan.. emang ternyata kalo urusan mall indonesia boleh bangga deh… lebih gede dan komplit.. tapi bangga gak ya? Apa ini membuktikan kalo tingkat konsumtifisme (bahasa apa ini..) bangsa kita lebih tinggi dari mereka..ga tau lah..yang jelas..ini out of expectation kita…hehehe… tapi its oke lah.. di dalem mall kita Cuma ngeliat2 .. alias window shopping… coz harganya emang lumayan mahal.. di sana juga ada tempat merchandise nya bayern munchen lo.. kita foto2 doang di sana..hahaha..
Next..
Di kota koln… its a very nice city. Banyak bangunan2 tua di sini.. dan yang paling terkenal.. ya itu.. gereja yang tua abis dan yang paling gede d jerman lo.. di luar gereja.. banyak seniman2 jalanan yang menghibur kita .. ada yang nyanyi pake alat musik yang aneh2..ada yang jadi patung2 gitu.. wah pokoknya seru deh…
Di sekitar gereja, kita juga mengunjungi museum2 dan kastil2 yang jumlahnya lumayan banyak lo..
Di deket situ ternyata juga ada sungai Rhein lo…. apa? Sungai Rhein? Yups..itu sungai yang terkenal di daratan eropa.. wah..waktu SD gw Cuma ngedenger sungai Rhein di pelajaran geografi..dan ternyata..alhamdulillah..gw bisa ngeliat langsung betapa indahnya sungai Rhein… Subhanallah…
Setelah puas mengunjungi koln atau cologne dalam bahasa inggrisnya, kami mengunjungi kota dusseldorf. Ini adalah kota mode nya jerman. Di kota ini juga sangat banyak bangunan tua peninggalan sejarah… dan masih apik dirawat serta dilindungi oleh pemerintah… kami menikmati sore sambil menunggu matahari terbenam di tepian sungai Rhein bersama burung-burung yang berkejar-kejaran dan lantunan musik klasik dari pengamen jalanan… Subhanallah..
Setelah puas..kami segera kembali ke rumah peristirahatan.. ini malam terakhir di duissburg.. kami menghabiskannya dengan makan bersama dan ngobrol. Rata2 pelajar di sini jago masak lo.. coz masak sendiri tuh lebih irit dari pada beli makan di luar…
Hari terakhir di duissburg kami Cuma packing dan shopping sebentar. Ohya kita juga sempetin untuk sholat jumat dulu di sini. Kita sholat jumat di basement salah satu universitas di sini. Yang jadi imam dan khotib ialah orang turki. Seneng deh.. bisa berkumpul dengan orang2 yang seiman dari berbagai belahan dunia. . alhamdulillah. Pas sholat jumat ini juga menjadi sarana silaturahmi orang2 indonesia di sini.. dan ini dia nih..baru berasa deh yang namanya ukhuwah islamiyah .. kalo di indonesia kan kayaknya sholat jumat tuh biasa aja ya.. tapi kalo di sini..wuih..jadi saat-saat yang dinantikan…
Sorenya kita siap untuk ke petualangan baru.. coz acara kongres iaas baru dimulai…
Nah..mau tau kayak apa acara seminar dan kongres nya anak iaas.. nantikan di kisah selanjutnya ya… soon..

April 1, 2009

Trip in Germany&Switzerland – part 1

here we are… Delegasi IAAS Indonesia

And the story begin……

Sebuah awal yang luar biasa. Pertama kita ngeliat pengumuman ada woco yang temanya tentang pangan di milis …kita udah interest banget…secara…aku sendiri anak pangan…jadi kepengen…mau tau kenapa ? cozz…host nya jerman n swiss… what a beatiful country. Kontan saja… (bahasa apa ini?) kami langsung mempersiapkan segalanya…terutama untuk tahap seleksi tulisan dan berkas… Mulai dari coba mempelajari constitution by law, or anything to enrich our knowledge la… Baca-baca, ngebrowse…pokoknya jadi tiba-tiba rajin….. itu terjadi sekitar bulan januari awal. Ya… kita harus sending our motivation letter , trus kita mengisiform requirement, cv, etc. gak kebayang bakalan berangkat. Yang ada di otak Cuma I will do my best…

Selanjutnya setelah seleksi berkas di tingkat nasional. Diadakan wawancara untuk tingkat nasional. Wawancara tentu saja menggunakan bahasa inggris. Pewawancara tentu saja alumni, kemudian ex delegasi yang kemaren, kemudian local director dari setiap lc. Wawancara gak Cuma sama satu orang… tapi dikeroyok rame-rame…Kemudian pengumuman tiba. Dari sekian banyak orang yang apply. Akhirnya terpilih 7 orang dari Indonesia yang akan berangkat nantinya., sebenernya ada sepuluh, tapi selanjutnya mengundurkan diri karena beberapa alasan yang menghalangi mereka untuk pergi… memang..life is choice…(maksud?)

Mustahil untuk berangkat dengan uang sendiri. Otomatis tiap orang berpikir mau kemana aja kita sebar proposal ini untuk mendapatkan uang .. bemodal tekad dan semangat, semua katanya mungkin. Maka dengan hati dan tekad yang bulat. Kami harus berangkat! Hidup mahasiswa… !!

Proposal kami cetak. Surat2 kami siapkan. Disamping itu kita juga mulai prepare travel document. Terutama paspor. Mengurus paspor butuh kesabaran. Karena ada wawancara dari kepala imigrasinya. Selanjutnya kami mulai menyebarkan proposal. Kita minta bantuan dari siapa saja yang kami kenal. Dekan, kepala departemen, departemen pertanian, departemen kehutanan, departemen luar negeri. Departemen pendidikan nasional. Ultra jaya, departemen pariwisata. Etc. Pokoknya mengesot-ngesot.. karena waktu serba cepat. Ditambah dengan beban akademik yang luar biasa..sambil jalan naek kereta sambil ngulang pelajaran..(ayo galih…bakteri apa aja yang termasuk emerging phatogen bacteria??) pyuh…cape dech….semua harus dikerjain n dipersiapkan dengan baik…coz deket banget ma ujian semesteran… final exam.. semester ini harus lebih baik dari semester kemaren… (pastinya dong….)

Selanjutnya kita prepare all the thing.. mulai dari ketemu ma pak agus lelana, ketemu pak purwiyatno, kemudian ketemu pak abe,, pokoknya kita minta bantuan dari yang sifatnya materil, ampe non materil, dari duit ampe doa restu…pokoknya mengurus semuanya,, ketemu pak asep untuk urus fiscal… semuanya,, ohya…btw mengenai fiskal, kita sempet kecewa ama pemerintah … kenapa sih kita harus tetep bayar sejuta… gak tau kita mahasiswa apa.. yang senin kamis puasa …(nyambung ya?) aku tak rela….. teganya…teganya… teganya….(ada nadanya lo…) katanya sih hal ini dikarenakan adanya peraturan baru yang menyebutkan bahwa bebas fiskal baru bisa jika kita sebagai mahasiswa student exchange.. bukan mahasiswa yang Cuma mau seminar…. huh…!! ya udah deh… masa gara-gara fiskal doang gak jadi berangkat… kapan bisa maju negara ini…!!(maaf.. nulisnya sambil sedikit emosi… bete … )

Ohya, mengenai syukur alhamdulillah dengan ngesot-ngesot ke sudirman… entah udah berapa kali bolak-balik ke sana… akhirnya kita dapet bantuan dari diknas. Kita dapet bantuan dari beasiswa unggulan bagi peneliti. Kita awalnya sempet shock juga..tentang requirement yang diminta ma diknas. . kita ampe dateng yang kedua kalinya untuk memastikan nih bener n serius gak sih…. ok… selanjutnya, dengan tekad membaja, kita menyanggupi permintaan dari diknas, termasuk membuat poster, membuat makalah trus mengisi berbagai formulir…. termasuk menyiapkan surat dukungan dari wakil rektor… semuanya demi mimpi yang rasanya mustahil….
Gak semudah membalikkan telapak tangan untuk menyelesaikan itu semua… mulai dari kordinasi dengan delegasi lain via yahoo messanger… mending kalo langsung ngerti..mana pake tulalit lagi (yang ngerasa jangan marah ya..)… trus berpuluh-puluh sms… dan sekian menit pulsa telepon……..untuk satu kata … koordinasi…!!

Pusing….! ada yang gak dapet sponsor… ada yang pengen gak ikut karena gak ada duit… ada yang tulalit melulu kalo ncm-an… ada yang tetap ceria n always ngebuat ketawa dimana saja berada.. ada yang membuat bingung selalu n tidak bisa memberikan kepastian… ada yang suka ngehang komputernya… ada yang tetep serius….huh…huh…huh…(belum tau aja aslinya kayak apa…)

Perasaan Kesel…sedih…marah…jengkel…memelas….kadang senyum-senyum… ketawa… semua rasa ini udah aku rasain… bersama sahabat-sahabat terbaik delegasi indonesia…
Btw, sarana transportasi mulai dari Ngesot..naek kereta ekonomi…busway-transjakarta…bus umum…angkot…motor pinjeman…motor sendiri… ( termasuk di dalamnya kempes karena kelebihan muatan… ato rantai nya yang copot…roda yang kecil, jadi gampang selip…) jalan kaki… taksi…. pyuh….udah dicobain utnuk ngejar sponsor..
Trus … yang namanya keburu-buru karena dikejar deadline… scanning…cropping… ngeprint…cap.. tanda tangan… huh… semua dilalui… belum lagi pake ada acara kelupaan ngasih kartu tanda pengunjung utnuk dituker pake ktp… kejepit lift….kesandung tangga …. nyari tukang bordir…..jalan berkilo-kilo….berdesakan….. rebutan….nyasar…. trus salah parkir ampe nembus trotoar kedutaan…. kehujanan… kepanasan….. menunggu 2 jam utnuk ketemuan…..bawa souvenir ama boneka teddy bear kaya orang abis ngerampok toko…hehe…. ampe shopping kesana kemari..(tetep…) wah semuanya deh…. komplit….

Masalah booking pesawat juga bukan pekerjaan sederhana… kita ampe 3 kali ngulang booking…(maaf untuk bayu buana travel yang udah dikerjain abis-abisan ma kita..)trus belum nama yang diprint salah… n deadline bayar semakin dekat….
Dengan Kepala berpikir, bibir berucap, muka memelas kita pinjem duit sana-sini. .akhirnya dapet pinjaman dari dikmawa(makasih banget pak rimbawan) sama dari departemen itp (makasih pak dahrul, bu heni n mbak eno)… kita dapet uang cash utnuk bayar tiket pesawat …. surat perjanjian dibuat dan ditandatangani..kita akan kembalikan…(semoga cepet turun uang dari diknas…amin…)

Tampang gembel dipersiapkan dengan sepenuh hati…(kita menghayati banget lo…) bawa duit puluhan juta di tas…who knows?? Tampang kere gini bawa duit segitu gede…. bak seorang saudagar dari negeri khayalan…kita tuker uang di money changer dengan kurs yang terbaik….(gaya banget ya…) …uang yang tadinya bergepok-gepok berubah jadi beberapa lembar… menyedihkan… betapa murah mata uang kita… (jadi berasa miskin lagi…)….
And……
Hari yang ditunggu tiba…. hari keberangkatan!!
Degdegan dong pastinya… koper disiapin, poster, spanduk, leaflet, peen-pesen sponsor, semua yang bisa dimasukin-dimasukin… hajar bleh…pokoknya jangan ampe lebih dari 20kg… oh ya.. barang liquid harus masuk koper yang bagasi…biar gak meledak…
Jam-jam menunggu keberangkatan ……
Mengisi waktu diisi degnan sms ..”dita,,posisi kamu di mana? Aku lagi makan somay nih nungguin di masjid bandara..”
”dody..kamu dimana sekarang…?jangan kelamaan ya…”
Mereka embalas..dari dita: ”sabar ya..sekarang masih di jakarta nunggu putri ama trisna…makan somay? Ntar tau rasa lo kalo sakit perut di pesawat.hehehe…”
And doddy : ”bentar lagi gal…nungguin ya.?secara semua dokumen ada di gw semua..gak bakal berangkat kalo gak ada gw.hehe…”
Dari dialog di atas… anda dapat membayangkan jam berapa saya sampai dibandara? Bener jam setengah 4 sore dah di bandara..belumut….nunggu….padahal check in masih jam 7 malem n boarding jam 10 malem…
Tapi n ternyata.. ada yang udah nyampe duluan sebelum aku… mas aryo..dia dah nyampe dari jam 12 siang… hah!! Gak kebayang….deh….
Gak papa…yang penting seneng…!!!!ke luar negeri bo…..kalo ada yang nanya, de mau kemana…? oh… kita mau ke jerman….(hehehe…narsis banget yach!!)
Akhirnya pas magrib semua delegasi lengkap … kecuali miss universe .. suthe…mau tau kenapa dia gak barengan….??? coz dia telat ngurus visa jerman…jadi gak bisa barengan deh… dia berangkat seminggu lagi…

Di bandara kita paling rame…foto-foto pake spanduk.. pokoknya seru sendiri deh… ampe diliatin banyak orang…. n akhirnya sekitar jam 7 malem, kita mulai check in. . mas aryo kehilangan kameranya…ternyata kebawa ama penumpang laen…(untung gak diembat tuh kamera…) trus kita di screen lewat sinar x… bayar fiskal..cek bagasi..ditimbang…trus kita dapet tiket aslinya.. selanjutnya kita di cek paspor… n kembali di screening bawaan kita yang ke kabin. Sebelum naek pesawat… kita menyempatkan makan malem dengan nasi kotak sambil lesehan di bandara…. (tetep jadi pusat perhatian) dengan seragam yang dipunggungnya tuh ada kata gede banget…INDONESIA..
Lagi asik2 makan…eh sekonyong-konyong ada mbak-mbak petugas bilang ke kita… « lo…kalian naek emirates kan ? kok masih disini sih…kalian gak mau naek pesawat apa ? »….. hohoho… langsung aja kaget… trus buru-buru ngabisin nasi kotak buatan ibunda tercinta… huphup… setengah berlari sambil cekikikan… kita jadi penumpang terakhir yang masuk pesawat …
Di pesawat kayak orang norak… pencet sana-pencet sini… semua dicoba…. Monitor diotak-atik…untung gak ngehang….kita ngobrol.. n always komentar…. Ok guys… please fasten your seatbelt….Khoroja’ tahzimatul maqo’id…hwe..hwe..hwe…
Sebelum turun, kita sempet kenalan ama 2 cewe dari unpar-bandung.. mereka juga mau ikutan festival budaya di belgia… baru kenal.. tapi langsung kompak..
Sampe di singapura (changi ) sekitar jam 12 malem… bukannya ngantri utnuk nek pesawat lagi malah sibuk foto-foto….tetep…. udah mana foto pake spanduk lagi…. (kembali jadi pusat perhatian..)…setiap transit kita dapet makan.. aneh2 lah pokoknya makanannya… makanan rumah sakit….kagak ada nasi uduk ama lontong sayur…. Yang lucu waktu dita pesen jus tomat… do you know… how is the taste? Kayak saos sarden…. huwe…..!!enggak lagi deh….
Kecepatan pesawat tu hampe lebih dari 900km/jam ya… kuenceng banget…. Selama perjalanan ndengerin murottalnya sudais n temen2nya…hati tenang dan damai….
Trus kita transit lagi di colombo-srilanka.. utnuk isi bensin kayaknya… ohya .. kita naek boeing yang gede banget banget pesawatnya… kayaknya 2 RT bisa muat di situ deh… ohya… tak lupa// sebagai orang indoneisa yang kere… pokoknya barang2 gratisan dari pesawat kita embatin… mulai dari tusuk gigi, sendok, gula,, ampe makanan-makanan sisa kita kumpulin… gak mau rugi pokoknya…secara udah bayar hampir 10 juta untuk naek ni pesawat… hehehe…. 
Selanjutnya kita transit untuk ganti pesawat di dubai….kita naek airbus dari dubai..
Sampai di dubai…emang tuh bandara jempolan… gede banget…trus mana dalemnya kayak mall… mau apa aja ada…. sampe sana kita langsung sholat subuh barengan muslim yang berasal dari berbagai negara… indah banget….
Di dubai kita ketemu ama mami2 dosen dari upi. Dia jadi guide dadakan kita.. secara dia udah ke jerman 6 kali.. tapi di tahun 1988…gubrak….!!
Mana pake kepisah lagi… jadi saling tunggu menunggu sekitar hampir setengah jam.. gara-gara miskomunikasi.. oh ya… tuh bandara rame banget… banyak manusia bergelimpangan pada istirahat nunggu pesawat….
Selanjutnya kita terbang ke jerman… (germany…here we come…!!!)
Dari dubai masih sekitar 6 jam-an… setengah ngantuk karena jet lag.. kita tetep semangat…. sampe di bandara.. kita disambut alumni ipb bersama teman-temannya di bandara dusseldorf… ternyata eh ternyata… salah satu anak yang jemput kita tuh pernah kenal alias pernah jadi muridnya si mami… ya sud,,, jadi kayak reunian… ok… selanjutnya kita pesen tiket secara elektronik ke kota duissburg.. sekitar 15 menit naek kereta… kereta di sana nyaman banget… gak kayak kereta KRL Jabotabek tentunya….
Kita berpisah dengan mami di bandara… selanjutnya… petualangan baru dimulai……..

Tunggu kisah selanjutnya…. segera…….

March 24, 2009

Tim IPB Jadi Finalis Kompetisi Teknologi Pangan Internasional

Ken Yunita – detikNews
Jakarta – Satu lagi prestasi yang diukir Indonesia di tingkat internasional. Kali ini, tim Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menjadi salah satu finalis ajang inovasi pengembangan produk pangan.

Tim yang terdiri dari 5 nahasiswa dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB itu berhasil menyisihkan peserta lain dari Cina, Meksiko, Afrika Selatan, Italia, Belanda, Kolumbia, dan Libanon. Tim ini mengusung judul Healthy Instant Noodle from Corn with High Protein and Rich Iron for Pregnant Women to Prevent Lost Generation in Southeast Asia.

“Tim kami telah melalui seleksi ketat melalui proposal yang diajukan dengan reviewer yang berasal dari kalangan industri, akademisi, badan pemerintah, dan lembaga internasional di bidang pangan dari Amerika Serikat,” kata Galih Nugroho, salah satu anggota tim, sebagaimana siaran pers IPB yang diterima detikcom, Selasa (24/3/2009).

Tim yang lolos yakni 3 tim finalis yang berasal dari Amerika Serikat, dan 3 tim finalis dari seluruh dunia selain Amerika Serikat yang salah satunya tim mahasiswa IPB. Selanjutnya finalis diharuskan mengirimkan makalah lengkap pengembangan produk dan prosesnya, kemudian presentasi langsung di hadapan dewan juri dengan membawa contoh produk.

Kompetisi ini adalah bagian dari agenda tahunan Institute of Food Technologists (IFT Annual Meeting and Food Expo) yang tahun ini diselenggarakan di kota Anaheim, California, Amerika Serikat pada tanggal 6-9 Juni 2009.

(ken/nrl)

March 10, 2009

PENGEMBANGAN JAMUR TOGE (Flammulina velutipes) SEBAGAI PENGAWET ALAMI PADA PRODUK DAGING DAN IKAN

Daging dan ikan termasuk produk pangan yang sangat mudah rusak karena kandungan gizi dan kadar air yang cukup tinggi (Muchtadi, 1992). Oleh karena itu pada umumnya untuk mempertahankan dan memperpanjang umur simpan daging dan ikan, digunakan pengawet baik itu pengawet sintetik maupun pengawet alami. Pengawet alami yang digunakan saat ini belumlah sebaik pengawet sintetik dalm hal panjangnya umur simpan dan upaya mempertahankan kualitas warna daging dan ikan yang diinginkan. Pengawet sintetik digunakan untuk produk daging adalah dari golongan nitrit. Sedangkan pengawet sintetik untuk ikan biasa digunakan natrium benzoate. Melihat potensi nitrit dan natrium benzoat yang cukup berbahaya ini, maka perlu adanya alternatif bahan pengawet yang lebih aman dan alami untuk produk daging.
Bahan alami ini adalah jamur toge atau dalam bahasa latin disebut Flammulina velutipes. Jamur jenis ini memiliki karakteristik penampakan panjang, tipis, berbentuk seperti toge, dan berwarna putih. Selain itu jamur toge sangat mudah dikembangkan (Stamets dan Chilton, 1983). Menurut Bao (2008), jamur toge memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Kandungan antioksidan yang tinggi ini terutama berasal dari komponen senyawa fenolik. Tingginya kandungan antioksidan yang dimiliki jamur toge sangat berpotensi digunakan sebagai pengawet alami. Aktifitas pengawetannya ialah menjaga warna daging dan ikan seperti pada warna aslinya pada suhu pendinginan. Daging dan ikan yang telah diberi perlakuan pengawet alami tetap memiliki warna asli yang tidak berubah hingga lebih dari 12 hari untuk daging dan 7 hari untuk ikan pada penyimpanan dingin. Sedangkan pada control, reaksi pencoklatan telah terjadi pada hari ke 6 untuk daging dan hari ke 2 untuk ikan pada penyimpanan dingin.
Potensi dan prospek jamur toge sebagai bahan pengawet alami untuk produk daging dan ikan begitu besar sebab Indonesia memiliki iklim dan lingkungan yang cocok serta potensi pengembangan pasar yang besar, jamur toge diharapkan dapat menjadi salah satu sektor penunjang pembangunan bangsa yang potensial.

March 10, 2009

Mengapa bisa terjadi diare pada penderita lactose intolerance?

Lactose intolerance adalah ketidakmampuan untuk mencerna laktose sebagai gula pada susu. Hal ini disebabkan pemendekan enzim laktase yang diproduksi oleh sel pada usus halus. Laktase memecah gula susu menjadi dua gula sederhana yakni glukosa dan galaktosa yang kemudian diserap ke dalam aliran darah.

Biasanya kita sulit membedakan mana yang lactose intolerance dengan susu sapi intolerance. Perlu diketahui bahwa mereka tidak memiliki hubungan. Intolerance terhadap susu sapi disebabkan oleh reaksi alergi yang ditimbulkan oleh sistem imunitas.

Laktose intolerance mudah untuk disembuhkan. Yakni dengan mengonsumsi laktosa dalam jumlah sedikit, kemudian secara bertahap dinaikkan hingga normal. Penderita juga dapat tetap mengkonsumsi produk turunan susu contohnya keju, atau yogurt.

Diare yang muncul disebabkan beberapa hal, yang pertama karena laktose tidak dapat dicerna sehingga dikeluarkan oleh tubuh. Cairan yang banyak difeses dikarenakan tubuh mengeluarkan sejumlah cairan lain untuk menstabilkan keadaan pH dalam perut dan mencoba mencerna laktosa. Yang kedua, diare muncul karena adanya stimulus dari saraf bahwa adanya zat asing yang masuk ke dalam tubuh melewati saluran pencernaan. Tubuh berusaha untuk mengeluarkan zat asing tersebut dan meresponnya dengan mengeluarkannya banyak cairan pada feses.

March 10, 2009

Indonesia di Dunia Global

Hari rabu yang lalu, tanggal 4 maret yang lalu saya berkesempatan untuk mendengarkan pengalaman dan pemikiran dari salah seorang dosen saya yang selama 4 tahun yang lalu beliau menjadi duta besar Indonesia untuk unesco di paris-perancis. Sebelumnya beliau juga pernah menjadi rector ipb, beliau adalah pak professor aman wirakartakusumah.
Pada kesempatan tersebut pak aman banyak menyoroti isu-isu global yang sedang hangat terkait masalah social dan pendidikan.
Beliau menyampaikan bahwa ke depan, tantangan akan semakin besar. Indonesia sebagai Negara yang menjadi bagian dari komunitas global harus turut mensukseskan berbagai program yang telah menjadi komitmen bersama. Diantaranya ialah program millennium development goals dan program education for all. Kemudian, Indonesia juga harus menjadi bagian dari solusi permasalahan pemanasan global, flu burung, imigrasi dan diaspora, keragaman (bio,budaya, bahasa), standard internasional serta global devide (kaya-miskin, desa-kota, gender, sara).
Masalah-masalah yang disebut di atas jika tidak ditanggapi secara bijak, maka akan akan berdampak pada stabilitas local. Solusi harus secara pararel mengakomodir dan menyelesaikan permasalahan di tingkat local maupun di tingkat global.
Secara umum, penjelasan beliau memang bukan di tataran teknis.sehingga yang berhasil saya tangkap hanya segini. Ilmunya belum nyampe nih.. ^_^ . pokoknya, Indonesia harus bisa lebih bermain di tingkat dunia. Karena kita merupakan satu2nya Negara di dunia yang sangat majemuk dan mampu hidup secara berdampingan tanpa gesekan yang cukup berarti.

March 2, 2009

Masyarakat Sehat, Bukan Sekedar Impian

Sabtu tanggal 29 februari lalu, bersama 18 alumni ppsdms yang lain, saya berkesempatan untuk ikut dalam acara diskusi rutin alumni di gedung kantor pusat ppsdms di bilangan Jakarta selatan. Kali ini tema yang dibahas ialah tentang kesehatan. Hadir sebagai pembicara ibu tyas dari fkm-ui, dan ibu meli-dokter yang saat ini staff kementrian di depkes untuk masalah communicable desease.
Saya akan mulai dari bu tyas.
Dosen yang sekarang ini masih melakukan riset s3 ini ternyata ibu dari adik kelas saya di sd-smp it nurul fikri, sma n 1 depok, dan di ipb. Jadi, ternyata beliau mengenal saya dari jaman saya masih kecil sampai sekarang. Mantap kan.. 
Sebagai bahan diskusi, beliau memaparkan berbagai hal terkait dengan kebijakan pemerintah mengenai kesehatan dari sisi ekonomi dan politik. Beliau mengawali dengan lingkaran setan antara sakit dan miskin. Penduduk Indonesia masih banyak yang miskin, dan ketika mereka sakit, mereka akan menjadi tambah miskin. Dan saat mereka makin miskin, kesehatan mereka akan terus memburuk dan menjadi lebih sakit dari sebelumnya..begitu terus bagai lingkaran setan yang mengerikan.
Indonesia memang Negara yang indah dengan berbagai kekayaan alamnya. Tapi ternyata keindahan tersebut tidak dibarengi dengan indahnya tingkat kesehatan masyarakat negeri ini. Beliau banyak bercerita berbagai kasus gizi buruk di tanah air, berbagai kebijakan public khususnya di provinsi dki Jakarta yang hanya mengalokasikan 3.8% budget kesehatan dari 6.1% apbd untuk kesehatan yang menyentuh langsung masyarakat. Sisanya dana dimanfaatkan untuk kebutuhan yang tidak secara langsung bermanfaat bagi masyarakat. Di sisi lain, anggaran kesehatan untuk gubernur dan wakil gubernurnya 510 kali lipat lebih besar dari dana kesehatan yang diperuntukkan untuk tiap warga dki Jakarta. Sungguh sangat ironis bukan?
Belum lagi bicara rasio dokter dengan penduduk yang masih timpang jauh sekali dari target nasional. Privatisasi rumah sakit umum daerah, asuransi kesehatan, dan lain sebagainya.
Memang bukan pekerjaan mudah dalam membangun sector ini. Tetapi masih ada harapan untuk menjadi lebih baik. Dan beliau sangat berharap kepada kita semua agar bisa membuat berbagai perubahan itu. Terakhir dia mengkomparasi antara kita dan Bhutan. Di Bhutan, meskipun gnp mereka lebih rendah dari Indonesia, tetapi Bhutan ialah Negara yang bersahaja. Rakyatnya sehat dan sejahtera. Tidak ada yang miskin sekali dan kaya sekali. 99% mahasiswa yang belajar ke luar Bhutan kembali lagi ke Negara mereka dan membangun Bhutan. Semua orang disan juga menggunakan handphone dan internet. Bahkan ada semboyan mereka yang terkenal gross national happiness is more important than gross national product. Kehidupan mereka sederhana namun tetap sehat dan cerdas. Kehidupannya pun didominasi oleh akar tradisi, budaya, dan agama yang sangat kuat. Seharusnya, Indonesia bisa lebih baik dan lebih hebat dari Bhutan. Semoga.

Kemudian, sekarang giliran ibu carmelia bicara.
Nenek dari 2 cucu ini adalah dokter lulusan salah satu perguruan tinggi ternama. Di awal karir beliau sebagai dokter, sekitar 35 tahun yang lalu, beliau berkesempatan bertugas di salah satu puskesmas terpencil daerah sumatera. Lokasinya 1 hari 1 malam dengan perahu menyusur sungai dari kota kabupaten. Dan 2 hari 1 malam untuk ke ibukota propinsi. Sungainya jangan dibayangkan seperti sungai ciliwung sekarang. Tapi sungai yang kalau kamu berdiri di satu tepi dan tepi lainnya, kita tidak akan saling melihat. Saking lebarnya. Rumah beliau juga dirimbuni dengan berbagai pohon yang kalau 7 orang memeluknya, itu baru bisa dipeluk. Di rumah yang disediakan, bu meli memelihara sendiri ayam, menanam sayuran untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarganya. Luar biasa.
Di puskesmas yang dulu ditempatinya itu, ia hanya dibantu oleh 4 orang yang bahkan sd pun tak tamat. Dan mau tahu, ternyata setelah 7 tahun puskesmas itu berdiri, baru kali ini ada dokternya.
Nah pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan berbagai hal menarik yang saying kalau tidak saya share dengan anda semua.
Terkait kematian ibu yang cukup tinggi di Indonesia. Hal ini menurut dia disebabkan karena kultur ibu di Indonesia yang jarang mengeluh jika sakit. Sakit hanya dipendam saja, dan baru ketahuan setelah parah dan anda sudah bisa menebak cerita akhirnya. Tidak tertolong. Nah makanya kalau punya rasa sakit atau sesuatu yang tidak beres dengan tubuh kita. Katakana saja, karena dengan demikian kita bisa mengantisipasi dan mengobati lebih dini.
Kemudian terkait dengan imunisasi. Tau berapa dana yang dibutuhkan untuk satu kali imunisasi di tingkat nasional. 3 juta dolar. Imunisasi ini sangat penting sebagai tindakan preventif sekaligus kuratif. Analoginya sama seperti keberadaan ibu dirumah. Biasa saja ketika ada. Tetapi jika tidak ada, maka efeknya akan berakibat fatal dan menjadi ribut serta menjadi perbincangan semua orang. Karena imunisasilah, Indonesia telah terbebas dari polio tahun 2003, cacar tahun 1983, diphtery, dan penyakit berbahaya lainnya. Maka dia menjadi sangat miris ketika melihat ada orang yang dengan terang-terangan menolak imunisasi karena ini program dari amerika. Sungguh sangat tidak logis dan mengenaskan. Padahal ini adalah program murni pemerintah dan membeli vaksinnya pun ialah perusahaan local.
Beliau sangat menekankan betapa pentingnya data dalam mengambil sebuah keputusan. Keputusan tidak boleh didasarkan hanya pada apa yang dilihat dan didengar saja. Harus berdasarkan data. Karena jika salah mengambil keputusan di level tinggi/pemerintahan. Maka segala sumber biaya akan diarahkan ke keputusan tersebut. Dan jika salah sasaran, maka betapa mubadzirnya. Memang tidak semua kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini tidak semua tepat sasaran. Tapi kita harus menilai secara adil bahwa telah terjadi perubahan yang cukup signifikan untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Sehat memang idaman semua orang. Dan semakin baik tingkat kesehatan masyarakat sebuah Negara, maka akan meningkatkan produktifitas dan pendapatan Negara. Dan ini adalah tugas kita bersama. Jika kita mau, pasti aka nada jalan. Dan jika kita mngupayakan dengan serius, maka melihat masyarakat Indonesia yang sehat, bukanlah sekedar impian kosong.