Pengalaman Kuliah di Teknologi Pangan IPB

qyb1n5oj5nbbk7arjcnvMungkin diantara rekan-rekan SMA masih merasa bingung dan bimbang tentang jurusan apa yang akan rekan-rekan pilih. Nah, di tulisan ini, saya akan menyebutkan 3 alasan mengapa teknologi pangan IPB adalah pilihan yang tepat (plus cerita kenapa dulu saya bisa pilih Teknologi pangan IPB). Saya juga akan menjelaskan mata kuliah apa saja yang didapatkan di Teknologi pangan IPB (plus bagaimana saya menghadapinya). Dan terakir, setelah lulus, apa yang bisa dilakukan oleh alumni dari Teknologi pangan (plus cerita alumni-alumninya).

Oke kita masuk ke bagian pertama ya 🙂

Alasan Kuliah di Teknologi Pangan IPB

Ada 3 alasan kuat mengapa saya memutuskan untuk kuliah di ITP:

  • Kurikulumnya joss!

Kalau mau kuliah, kita musti perhatiin dulu mata kuliah apa saja yang ditawarkan. Mata kuliahnya apa aja nanti saya jelaskan di segmen berikutnya ya.. Nah yang musti rekan-rekan ketahui, bahwa ITP IPB ini telah mendapatkan pengakuan internasional dari IFT (Institute of Food Technologist) dan IUFOST (International Union of Food Science and Technology). Artinya, matakuliah yang diajarkan sama dengan jurusan teknologi pangan di Universitas Amerika Serikat. Oiya, ITP IPB jadi jurusan yang diakui pertama kali selain universitas yang ada di Amerika Utara. Keren banget kan..

Waktu saya masuk ke ITP memang sedang dalam proses diperiksa oleh 2 badan dunia ini. Tetapi dari jaman saya kuliah hingga sekarang ini, kurikulumnya sudah sama, jadi boleh dibilang kualitasnya masih tetap sama baiknya alias sama-sama OK.. Departemen atau jurusan Teknologi pangan IPB juga berkali kali dianugerai kepala departemen terbaik se Indonesia.

Waktu itu sebenarnya saya mendapatkan akses gratis ke IPB karena menang lomba Lomba Cepat Tepat Ilmu Lingkungan Tingkat Nasional. Awalnya banget saya berniat untuk masuk ke dunia perikanan + kelautan di IPB. Tapi kemudian saya mencari tau lebih dalam bahwa jurusan terfavorit di IPB adalah ITP IPB ini. Dan ternyata, belajarnya pun juga sama menariknya, karena ITP bermain di pasca panen. Akhirnya karena pakde saya dan rekan-rekan alumni SMA waktu itu menyarankan masuk ITP, akhirnya saya pun dengan mantap memilih ITP IPB. Alhamdulillah ga salah pilih ya..heheheh..

Picture1

Prof. Iwaoka from IFT

 

1272769_191000171080841_409433829_o

Approved by IUFOST

 

  • Dosennya keren!

Ini dia nih yang bikin mantap kuliah di ITP. Kita diajarin sama dosen yang sudah berpengalaman di bidangnya. Dosen yang mengajarkan kita the best banget. Mulai dari dosen yang jadi penulis buku pangan dan buku yang jadi rujukan se Indonesia, mantan professional di industry pangan, penemu dan pencipta paten, suka tampil di TV, dosen tamu di kampus ternama di Singapura, kepala/direktur di BPOM atau DIKTI atau Menristek, konsultan industry, badan dunia yang isinya Cuma 11 orang dari seluruh dunia (ICMSF-International Commision for Microbiology and Food Safety) dan lain sebagainya. Nah kebayang kan.. bagaimana dinamikanya dan serunya cerita-cerita mereka menghadapi dunia nyata. Jadi kita kuliah ga Cuma sekedar teori tapi dosen benar-benar bisa menceritakan bagaimana aplikasinya di Industri atau sebagai pengambil kebijakan public. Kadang-kadang pas kuliah dosen juga suka ngasih souvenir-souvenir dan bonus-bonus karena dia abis keluar negeri. Di luar kegiatan belajar mengajar, dosen juga sangat concern terhadap perkembangan mahasiswa. Bimbingan tidak melulu dilakukan di kampus, tetapi bisa jadi diajak kerumahnya atau ke kantor dia lainnya. Seru kaan…

Picture2

Picture3

Prof. Made di acara 4 mata Trans 7

  • Kegiatan mahasiswanya ciamik!

Alasan terkahir ini bagi saya juga ga kalah penting. Karena saya tipe orang yang ga bisa Cuma jadi mahasiswa kupu-kupu.. kuliah terus langsung pulang.. hehehe.. jadi kegiatan mahasiswanya harus dinamis. Nah di ITP ini, kegiatan mahasiswanya keren-keren banget.. mulai dari bikin seminar tingkat local-nasional, kita pun juga didorong untuk ikutan lomba.. malahan kita diencourage untuk ikutan lomba skala internasional. Alhamdulillah waktu itu saya dan team pernah terbang ke berbagai daerah dan even ke luar negeri untuk jadi presenter di seminar dan peserta lomba. Kita juga punya channel yang banyak ke alumni, jadi kita bisa kunjungan industry plus magang atau bikin kegiatan mahasiswa yang melibatkan alumni. Di sini, kita diasah soft skill kita dengan sangat baik. Saya merasakan sendiri bagaimana manfaatnya beraktifitas di kampus selain belajar mata kuliah.. kita jadi lebih mudah beradaptasi nanti di pasca kampus.

Mata kuliah di ITP IPB

Kecenderungan mata kuliah di ITP adalah terkait dengan Kimia dan Biologi serta tentu saja Matematika. Jangan dibayangkan kita akan selalu dapat belajar masak. Kalau itu jurusannya tata boga ya.. atau perhotelan.. nah kita bukan.. kita adalah perpaduan ilmu aplikasi Antara Kimia dan biologi.

Di semester 1 dan 2 kita akan belajar seperti SMA kelas 4. Artinya di tahap ini, kita akan disiapkan sebagai fondasi pelajaran berikutnya. Matakuliah yang agak beda di SMA, di tahun pertama ini adalah kalkulus dan pengenalan ilmu teknologi pangan.

Di semester 3 dan 4, kita belajar mata kuliah yang lebih menarik lagi. Mulai dari Kimia organic, Kimia analitic, Kimia pangan, mikrobiologi pangan, biokimia pangan, satuan operasi pangan, prinsip proses pangan. Seru kan.. di tahun kedua dan ketiga nanti, selain kuliah, kita akan menjalankan berbagai kegiatan kemahasiswaan yang seru-seru. Strategi buat saya yang cukup punya banyak kegiatan selain kuliah, maka harus memastikan diri sendiri bahwa apa yang diterima saat di kelas telah clear dan mengerti. Nanti sampai dirumah diulang kembali, dan sebelum kuliah mulai, kita sudah baca bahan sebelumnya plus bahan yang akan disampaikan.

Di semester 5 dan 6, kita akan belajar lebih dalam lagi tentang pangan. Mulai dari Fermentasi pangan, sanitasi dan keamanan pangan, Teknik pangan, uji sensori pangan, analisis pangan, regulasi pangan, teknologi proses pangan, plus belajar juga tentang metabolism komponen pangan. Di sini kita juga belajar bagaimana menghasilkan publikasi ilmiah. Karena nanti di tahun terakhir, kita sudah bisa memulai project untuk tugas akhir.

Di tahun terakhir, semester 7 dan 8, pelajaran menjadi semakin menarik, karena kita mulai bisa memilih kita akan memperdalam apa. Dan yang menarik adalah kita aka nada project lab terpadu. Di sini kita membuat kelompok seperti sebuah perusahaan. Mulai dari membeli bahan baku, bagaimana memproduksinya, dan menjaga kualitasnya, termasuk bagaimana menjualnya. Seru banget..! selain itu, kita akan belajar bahan tambahan pangan, HACCP, teknologi pengemasan pangan, evaluasi nilai biologis pangan, pangan fungsional, jaminan pangan halal, dan tentu saja..skripsi! untuk skripsi, di ITP IPB sangat terbuka lebar. Biasanya dosen pembimbing telah punya project, sehingga kita tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk menjalankan project tugas akhir kita. Saya sendiri menjalankan project bersama dengan balai penelitian pasca panen yang ada di Cimanggu-Bogor.

Pasca campus

Alumni ITP saat ini telah menyebar di berbagai sector. Tentu saja sector yang dominan adalah di sector FMCG terutama di Industri makanan dan minuman. Ini kalau ada seminar tentang pangan, pasti akan ngumpul dan ketemu dengan alumni ITP. Lulusan ITP bisa berkiprah mulai dari entrepreneur, di sini contoh alumni suksesnya ada Pak Adhi Lukman (beliau foundernya INACO jelly, saat ini beliau juga masuk di Kadin dan jadi ketua GAPMMI-Asosiasi perusahan pangan Indonesia), kemudian tentu saja berkiprah di Industri pangan, contoh alumni suksesnya ada Pak Mardi Wu (beliau CEO nya Nutrifood), kemudian pak Indrayana (Beliau Direktur Corporate Communicationnya Indofood), Bu Ratih (beliau jadi direktur R&Dnya Fontera), dan lain sebagainya..kalau disebutin bisa ga muat. Hehehehe.. Kiprah lain berada di Pemerintah, mulai dari Deptan, BPOM RI, Bulog, dan Universitas, bahkan alumni kita ada yang jadi walikota dan bupati. Selanjutnya ada juga yang di NGO seperti WHO atau FAO. Dan tentu saja ada juga yang jadi professional bekerja sebagai konsultan bagi industry pangan. Jadi cakupan kerjanya sangat luas. Selama manusia masih butuh makan, lulusan ITP pasti akan dibutuhkan.

11896257_10153157251819053_3686698218117107572_n

Pak Mardi Wu – CEO Nutrifood – ITP 27

10155933_10207552930598754_1562422158866512206_n

Me (ITP 42) – Mbak Sonia (ITP 30) – Ci Karen (ITP 39)

JADI, sudah ga bingung lagi kan tentang apa itu jurusan teknologi pangan? Selamat meraih cita-cita!

Advertisements

Bukber Smansa Depok: 1 Dekade

Meskipun ini cerita lama, tapi izinkan saya untuk posting disini ya.. hehehehe… biar memori ini terus bisa dikenang 🙂

1435438258879Awalnya ada acara ini ialah follow up dari ide di group line alumni osis-mpk smansa. Waktu itu sudah cukup lama kita tidak mengadakan acara bukber dan kebetulan 2-3 tahun terakhir ini, cukup banyak rekan-rekan alumni yang lagi sibuk ke luar negeri buat sekolah… Nah.. ternyata pas banget di tahun 2015 ini, lagi banyak yang udah balik.. meskipun banyak juga sih yang masih stay di tempat sekolahnya masing-masing.. yang bikin lebih special lagi, pas banget moment nya lagi ramadhan.. bulannya silaturahim, trus ngepasnya lagi, tahun 2015 ini adalah tepat satu decade kita ninggalin sekolah sma. Jadi tampaknya idenya cukup punya banyak ikatan emosional dan kayaknya ga ada alasan untuk ga dateng ya.. hehehe.. nah makanya kita semangat banget buat ngadainnya..

Meanwhile, Kalau kita flashback jaman dulu, waktu itu pas kita acara perpisahan, kita udah janjian, no matter apa yang terjadi sama kita.. kita akan ketemu 10 tahun lagi.. so.. this is it.. acara reunion 10 tahun sekaligus buka puasa bareng 🙂 wah bakalan seru nih..

Watu itu, dari segi acara, ini Gera sama Indri yang bikin.. kita nyiapin slide buat temen dan guru kita yang sudah meninggalkan kita terlebih dahulu, doa bersama, kemudian rama tamah sama guru, sekaligus acara potong tumpeng 1 dekade.. acara dibuat simple aja, jadi ga ribet-ribet amat.. nah yang bikin agak ribet sebenernya di konsumsinya..wkwkwkwk.. soalnya awalnya kita pengen praktis yakni pakai nasi kotak kayak biasa.. tapi setelah dipikir-pikir lagi sama Amy, Dian, dan rekan-rekan yang lain.. kok lucu juga kalau ada prasmanan jajanan sekolah ya.. yaw is.. akhirnya ide itu yang kita eksekusi.. mulai dari soto banjar, siomay, sate padang, es cendol, dan lainnya.. hahahaha.. biar ga ribet-ribet amat, tentu saja kita musti cari pihak outsource.. kalau masak sendiri ga kuat ya.. hahaha.. amy, dian, sama rena pada sibuk hubungin abang-abang jualan.. khusus untuk soto banjar, ini special masak sendiri (thanks banget buat mamanya dian yang udah bantuin masak) nah, dari sisi perlengkapan, karena rata-rata udah pada bawa anak, akhirnya saya menghubungi temennya rizni buat nyewa kastil-kastilan plus mobil-mobilan.. ini cukup ampuh membuat anak-anak sibuk.. Nanto dengan sigap mindahin kursi-meja yang ada dikelas jadi cukup lowong untuk acara kita.. mantep lo to! Map ya jadi ngerepotin, soalnya tadinya kita bimbang antar outdoor dan indoor. Tapi akhirnya kita putuskan bikin acara di dalam kelas aja supaya lebih kondusif 🙂

Alhamdulillah yang dateng banyak juga, ada sekitar 60an orang 🙂 atau sekitar 30% dari total populasi seangkatan yeaaay lumayan lah ya.. gurunya pun juga pada dateng seperti pak deden, bu zarni, dan bu Intan.. mereka bertiga ini paling setia dateng di acara kita 🙂 Alhamdulillah.. seneng.. tapi next time kayaknya kalau ngadain, kita akan pakai catering aja ya.. biar ga cape.. hahaha..

20151117071819

Anyway, sukses selalu untuk angkatan kita 2005.. semoga tali silaturahim ini terus terjaga selamanya..

 

LCTIP (Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan) ke 23 Himitepa IPB

CTRZQ-fUsAA-R-W.jpg large

Tidak terasa, kali ini LCTIP sudah diadakan ke 23 kalinya. Angkatan yang menyelenggarakannya pun saat ini sudah angkatan ITP 50 dan 51. Woow.. disitu saya merasa tuwir banget.. hehehehe.. di LCTIP kali ini saya diberikan kesempatan untuk jadi pembicara yang akan sharing tentang mengapa kita musti masuk ITP (untuk hal ini saya akan tuliskan di blog dengan Judul khusus ya 🙂 ), pengalaman apa saja selama saya di ITP, apa yang saya kerjakan pasca lulus dari ITP – termasuk bagaimana suasana kerja dan hubungan alumni di nutrifood.., dan sedikit pengetahuan tentang kondisi industry pangan di Indonesia, terutama yang terkait dengan dairy product.

Pembicara lainnya adalah alumni yang mewakili bidang entrepreneurship. Beliau bernama bang Angga, alumni ITP angkatan 36. Saat ini beliau memiliki café susu bernama milkme. Dari beliau, saya belajar bahwa yang namanya wirausaha pasti akan mendapatkan masa diatas dan dibawah seperti roda, sehingga menjadi pengusaha itu harus tidak mudah putus asa (saat roda dibawah) dan tidak congkak (saat roda di atas).. beliau mengajarkan juga bahwa berwirausaha itu harus memiliki tujuan bukan kekayaan yang dicari melainkan keberkahan. Dalem banget ya filosofinya..

Sukses selalu buat temen-temen himitepa..

ITP..We are the best.. ITP..Kompak..ITP.. We are the best..Kompak.. Yeah!

Jalan-jalan ke Singapura

Meskipun sudah berkali-kali transit di Singapore, sejujurnya ini adalah pertama kali saya nge-trip ke Singapore.. hehehe.. jadi excited banget dan pengen tau sekeren apa sih Singapore.. yang bikin nambah excitednya lagi, karena sekarang ngetripnya udah ada yang nemenin.. eaaaa…

DSC_0013

yang nemenin 🙂

Seperti biasa, kalau nge-trip bareng sama istri, dia mau semua terplanning dengan baik. Meskipun dia pernah ke Singapore sebelumnya (katanya sih pas jaman dia SMP) tapi pasti udah banyak banget perubahan yang terjadi selama kurun waktu kurang lebih 10 tahun. Blog walking adalah senjata utama kita untuk tau apa aja spot yang bisa kita kunjungi selama 4 hari disana. Trip kita kali ini harus cukup nyaman buat istri, soalnya saat itu dia sedang hamil 6 bulan. Hunting hotel yang kita mau adalah yang sedekat mungkin dengan MRT. Pilihan kita jatuh ke Lavender hotel, which is persis banget di atas MRT lavender. Tinggal naik tangga, langsung ketemu hotelnya.. Nah.. istriku ini bener-bener mantengin situs booking.com, soalnya pertama kali liat masih penuh, full book. Nah, udah tinggal sekitar 2 minggu mau berangkat, tiba-tiba aja hotel itu kosong dan bisa dibooked. Alhamdulillah.. Tiket masuk ke park juga kita dapatkan di travel agent Indonesia, menurut hasil penjelajahan blog, tiket ini akan lebih murah jika beli di travel agent, disbanding beli on the spot langsung. Jika tidak bisa beli di Indonesia, kalian bisa beli juga di travelnya orang Philippine di orchad rd. nama travelnya Cebu Travel..

Lavender hotel

Hari 1

Hari pertama, setelah check in hotel, kami jalan-jalan di sekitar Orchad rd. sambil makan es potong yang legendaris.. tentu saja kita juga sambil belanja-belanja di sepanjang jalan orchad.. hehehe.. trip bersama keluarga sudah ga bisa lagi ngetrip kayak jaman masih jomblo.. waktu itu bisa fokus buat hunting foto-foto aja trus jalan untuk dapetin moment. Nah, sekarang bisa juga sih.. tapi ga bisa cepet-cepet dan jalan jauh-jauh.. kasihan istri yang lagi hamil.. hehehe.. anyway, tetap bisa enjoy juga kok 🙂 soalnya sekarang kan ada yang nemenin..eaaaa…

DSC_0027

salah satu sudut orchad rd.

Ohya, perkara mencari makanan halal di Singapore cukup mudah, kalian bisa search di google list halal food Singapore.. jadi tidak perlu takut tapi juga perlu hati-hati ya.. plus, kalau beli oleh-oleh buat sodara atau temen, juga coba liat juga ada logo halalnya atau ga.. apalagi kalau beliin coklat.. soalnya banyak ingredient di coklat yang potensi haram atau syubhat..

Hari 2

Hari kedua, temanya juga masih mirip sama hari pertama.. belanja plus jalan-jalan.. hehehehe… agenda hari ini kami pergi belanja ke little india, Mustafa, bugis street, dan ditutup dengan perjalanan ke garden by the bay plus marina bay sand.

DSC_0054

salah satu sudut di little india

Menurutku yang paling bagus di hari kedua ini adalah garden by the bay. Ini open space yang keren banget. Versi kebun raya bogor, tapi semua ada di dalem rumah kaca yang super gede.. Subanallah.. bagus banget.. sangat recommended buat ke sini 🙂

DSC_0141

Hari 3

Hari ketiga, tema kita kali ini adalah adventure! Setelah sarapan dengan nasi lemak khas melayu, kami bergegas menuju ke Singapore Flyer, di sana selama kurang lebih 40 menit, kami berputar di atas kincir raksasa. Rasanya luar biasa.. dari atas, kami bisa melihat hamper sebagian besar kota singapura hingga ke ujung laut. Sooo beautiful!

DSC_0294

Selanjutnya kami pergi ke Sentosa Island! Di sana kami mengunjungi trick eye museum dan tentu saja…UNIVERSAL studios! Meskipun sudah pernah ke Universal studios di California dulu waktu masih muda.. datang kembali ke Universal studio tetep aja excited! Seneng banget! Kami main di Universal studio sampai tutup. Untuk tempat sholat, di dalam universal studio disediakan prayer room. Lokasinya di dekat jet coaster alien vs human. meskipun ini hari kerja, tapi ternyata universal studio tetep aja rame.. terlihat sebagian besar pengunjung berasal dari Asia.. selain orang Indonesia yang liburan 17 agustus, buanyak banget turis dari dataran China.. muantap..

IMG-20150818-WA0077

Hari 4

Hari ke empat ini, kami mengunjungi patung singapura Merlion di dekat fullerton hotel yang terkenal itu, sambil bertemu salah satu sahabat kami, Cingcing, yang saat ini menetap di Singapore. Sambil ngobrol, kami pergi lagi untuk makan siang dan belanja oleh-oleh terakhir ke bugis street. Sorenya kami kembali ke Indonesia 🙂

11919110_10207676500853713_6603003145192472985_n

Alhamdulillah.. masih dikasih kesempatan untuk menikmati kebesaran Illahi dan bersyukur masih bisa jalan-jalan.. semoga bisa menikmati keindahan tempat lain ya.. next time pas jalan-jalan udah ada dedek bayi 🙂

Bahaya Daging Olahan – Respon Terhadap Kategori Baru WHO Terkait Faktor Pemicu Cancer

Rekan-rekan pasti sudah mendengar di berbagai media bahwa baru-baru ini, tangan kanan WHO, IARC,  menetapkan bahwa bahaya daging olahan yang dikateorikan sama dengan merokok. Berikut ini release resmi tentang pengkategorian tersebut:

151026-IARC-Meat-rating-UPDATE2

Rekomendasi yang dikeluarkan ini sebenarnya bukan sesuatu hal yang cukup baru di dunia Food Science, saya pribadi tentu saja punya beberapa pertanyaan yang bisa jadi pertanyaan anda juga. Tulisan dalam blog ini mudah-mudahan tidak membuat anda menjadi paranoid dan bisa melihat polemic ini secara lebih jernih. Sumber bacaan yang saya ambil direkomendasikan oleh sahabat saya Kamalita yang saat ini sedang khusus mengambil Master di bidang kesehatan masyarakat/nutrition epidemiologist di Wageningen, Belanda.

Yu kita telaah lebih jauh tentang berita release IARC ini..

Team yang merelease ini siapa ya?

Namanya adalah IARC alias International Agency for Research on Cancer. Grup ini adalah kumpulan dari expert dan peneliti cancer dari seluruh dunia. Badan yang sangat dihormati ini merupakan perpanjangan tangan dari WHO di bidang cancer. Keputusan yang mereka ambil biasanya sangat berpengaruh sebagai penentu sebuah kebijakan Negara.

Kemudian, bagaimana mereka bekerja dan menilai suatu produk masuk ke kategori apa?

Grup ini menyaring semua publikasi ilmiah tentang suatu bahan yang diuji bisa menyebabkan cancer. Dalam hal ini team dari IARC menyaring lebih dari 800 publikasi ilmiah yang telah terverifikasi. Dari publikasi inilah, team IARC merumuskan penggolongan suatu hal memiliki bukti yang cukup sebagai pemicu cancer.

satu hal yang penting dan perlu digarisbawahi adalah penggolongan yang dimaksudkan oleh IARC ini adalah berdasarkan kekuatan bukti bukan tingkat resiko. Sekali lagi saya tegaskan, bahwa mereka memeriksa berdasarkan bagaimana kekuatan bukti bukan tingkat resiko kejadiannya!

Hal ini mengakibatkan factor yang memiliki kekuatan bukti sama, meskipun resikonya Antara satu factor dan lainnya berbeda jauh, maka akan digolongkan menjadi group yang sama. Dengan kata lain, penggolongan yang direlease adalah penggolongan seberapa yakin bahwa factor tersebut berbahaya.. bukan seberapa bahayanya factor tersebut sehingga bisa menyebabkan cancer. Terlihat perbedaannya bukan?

Sekarang, apa itu daging merah/daging olahan dan mengapa daging olahan menjadi berbahaya?

Daging merah adalah daging yang sebelum diproses, memiliki warna merah. Sebut saja seperti daging sapi, kambing, domba, dan lainnya. Hal ini berarti tidak termasuk hewan yang berjenis ungags ataupun ikan. Sedangkan daging olahan tentu saja daging yang sudah diproses misalkan Daging dijadikan sosis, salami, ham, sosis, kornet, bacon. Daging burger yang dibuat fresh tidak termasuk dalam golongan ini.

IARC menyebutkan bahwa mengonsumsi 50 gram daging olahan setiap hari, bisa meningkatkan resiko cancer colorectal (kanker usus pencernaan) sebesar kurang lebih 18 persen. Pertanyaannya kemudian, 18 persen ini dibandingkan dari mana? Ternyata dibandingkan dari populasi umum. Sehingga nilai ini adalah nilai relative. Tambahan lagi, IARC tidak menjelaskan hubungan Antara group yang makan daging olahan ini dengan factor lain yang lebih beresiko yang satu group dengannya.

supaya tergambar perbedaannya, berikut ini ilustrasi resikonya :

151026-Tobacco-vs-Meat-UPDATE

Memang benar juga sih kalau tiap hari makan daging, apalagi sampai makan berlebihan, itu bukan hal yang baik dan bijak jika ingin hidup lebih lama dan sehat. Faktor yang kemungkinan besar menimbulkan cancer adalah yang kita kenal sebagai “haem”. Ini adalah part dari pigment berwarna merah dalam darah. Jika bentuknya sempurna ia bernama haemoglobin. Nah, ketika part haem ini pecah, maka ia bisa membentuk error pada DNA sel dan selanjutnya terbentuklah cancer. Di samping itu, resiko yang lebih besar adalah memakan produk olahan yang notabene menggunakan senyawa nitrite sebagai pengawet, (rekan-rekan bisa cek di ingredient daging olahan) bisa meningkatkan produksi N-nitroso dalam tubuh dan ini bisa memicu cancer. Jadi cukup jelas ya 🙂 kenapa makan daging bisa menimbulkan cancer..

Terus, apa artinya buat kita dan bagaimana respon kita terhadap rekomendasi tersebut?

Tentu saja memakan daging merah baik juga untuk kesehatan. Karena daging merah memiliki kandungan protein, dan mineral lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Di Inggris, pemerintahnya menganjurkan untuk makan tidak lebih dari 70 gram daging merah yang telah dimasak setiap harinya. Sebagai gantinya, tentu saja makanlah makanan yang banyak mengandung fiber, buah, dan sayuran. Supaya lebih sehat 🙂 Ilustrasi porsinya kurang lebih adalah sebagai berikut:

151026-How-much-meat-spag

 

Jadi, sudah jelaskan? tidak perlu takut bukan.. apalagi menyalahkan orang yang makan daging.. (no offense buat yang menganut vegetarian ya.. ) mudah-mudahan rekan-rekan sudah lebih jelas dan clear ya sekarang tentang sikap kita terhadap rekomendasi dari IARC tersebut 🙂

Indonesian

Sumber bacaan:

http://scienceblog.cancerresearchuk.org/2015/10/26/processed-meat-and-cancer-what-you-need-to-know/

http://www.theatlantic.com/health/archive/2015/10/why-is-the-world-health-organization-so-bad-at-communicating-cancer-risk/412468/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3108955/

Good Bye Papa

Saat itu jam 4 pagi, tepat tanggal 1 September, handphoneku berbunyi sangat kencang. Sontak saya terbangun dan segera mengambil handphoneku. Pasti ada hal yang urgent.. karena jarang-jarang saya mendapatkan telepon di jam seperti ini. Saat itu terdengar suara sayup-sayup sambil isak tangis dari inka, adiknya cindy “Halo, Kak Galih, Papa sesek napas, Kak Galih cepetan kesini ya.. ajak Cindy sekalian”. Nyesss.. jantungku langsung berdegup kencang. Allahuakbar.. mudah-mudahan papa ga papa.. detik itu juga, saya langsung membangunkan Cindy dan bilang kalau papa lagi sakit mendadak dan kita harus segera ke rumah papa. Cindy yang masih setengah sadar segera mencoba untuk menghubungi inka “Papa udah dibawa kerumah sakitkan? OK.. aku segera kesana..” begitu bercakapan singkatnya. Kami berdua bergegas mandi dan siap-siap. Dipikiran kami sama sekali tidak terbersit apapun tentang papa.. dalam hati kami berdoa semoga papa baik-baik saja.

“Assholatukhairumminannaum…” Suara azan terdengar sayup-sayup tak berapa lama kemudian. Kami sudah siap seperti mau kerja, dibayangan kami, oke, nanti kita ke rumah sakit sebentar dan habis itu nanti balik ke kantor. Tiba-tiba sebelum berangkat, handphoneku bordering kembali.. “Assalamualaikum Galih… cepetan kesini sama cindy ya.. Papa sudah ga ada.. tapi jangan kasih tau cindy.. Wassalamualaikum..” terdengar isak tangis mama diujung telepon. Ya Allah… rasanya bergetar hati ini.. saya sendiri sama sekali tidak menyangka akan ditinggal secepat ini sama papa.. selang 2 hari yang lalu, di tanggal 30 Agustus, papa masih terlihat sangat sehat, kamipun masih sempat main ke Thamrin city untuk makan dan belanja. Memang sih, saat makan bareng, papa terlihat tidak nafsu makan, karena pesanan nasi goreng kesukaan papa sudah sold out.. Saya berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata, hanya memikirkan kalau ini tidak mungkin terjadi. Cindy yang terus menanyakan kondisi papa via whatsapp ke inka tidak dibalas. Aku juga hanya bilang ke Cindy kalau papa sudah dibawa kerumah sakit dan kita harus segera ke sana. Sepanjang perjalanan, Cindy yang saat itu sedang hamil 6 bulan Alhamdulillah hanya tidur, aku sendiri beberapa kali mengusap air mata dan tetap berpikir kalau ini tidak mungkin terjadi.

Saat dijalan yang macet, handphoneku kembali berbunyi. Kali ini tanteku yang telpon sudah sampai dimana, dan bilang ikut berbelasungkawa.. saat tanteku mau bicara dengan Cindy, tentu saja aku tidak izinkan. Innalillahiwainnailaihirojiun.. papa sudah tiada 😥 Cindy tentu saja Tanya siapa yang telpon tadi.. aku bilang, tanteku telpon.. kemudian berusaha mengalihkan pembicaraan ke hal yang lain.

Sampai di depan gerbang komplek, bendera kuning sudah terpasang kaku. Ya Allah.. ternyata benar.. berkali-kali aku mengkonfirmasi pada diriku kalau kejadian ini benar-benar terjadi… di depan rumah, telah sibuk saudara dan tetangga untuk memasang tenda dan persiapan lainnya.. Innalillahi.. segera aku minta maaf sama Cindy kalau aku ga boleh kasih tau kamu dulu sebelum kamu sampai kerumah.

Dengan Isak tangis keharuan, kami segera masuk ke dalam rumah, dan mendapati papa telah terbujur kaku menghadap kiblat.. Innalillahiwainnailaihirojiun.. kami berdua segera mencium papa, kemudian segera mengabari rekan-rekan di kantor dan lainnya. Dari cerita mama, papa mennghembuskan nafas terakhir dengan sangat mudah dengan dibantu mama mengucapkan Lailahaillallah.. terlihat papa tersenyum, selesai sudah masa tugas papa di dunia.. Allahuakbar.. mudah-mudahan papa termasuk didalam golongan yang meninggal dengan khusnul khotimah.. Amiin..

Papa kemudian segera dimandikan, setelah sholat zuhur berjamaah dimasjid, papa disholatkan, kemudian dimakamkan di taman pemakaman umum kebon kelapa di daerah cengkareng. Selanjutnya selama 3 hari, kami mengadakan acara tahlil dan doa bersama, selanjutnya, persis beberapa hari yang lalu, tanggal 10 Oktober, kami juga kembali mengadakan doa bersama untuk papa.

Papa memang dikenal orang yang sangat dermawan dan pandai menjaga tali silaturahmi. Banyak sekali hal baik dari papa yang bisa dijadikan teladan.. for sure.. aku akan menceritakannya pada anakku nanti kalau kamu punya kakek yang sangat merindukan keberadaanmu. Kakekmu adalah orang yang baik dan dermawan. Dan jika kakekmu masih hidup.. kamu akan menjadi cucu kesayangannya.. :’)

Semoga Allah mengampuni segala dosa almarhum, dan membalas semua jasa kebaikan almarhum dengan pahala yang berlipat, dan semoga kami sebagai anaknya diberikan keistiqomahan supaya bisa terus mendoakan almarhum hingga akhir hayat kami.. Semoga, Almarhum diberikan taman surga selama menunggu di alam barzah, dan diizinkan nanti oleh Allah untuk masuk ke dalam surgaNya.. Amiin..

I Love you and good bye papa..

This slideshow requires JavaScript.

Pengalaman Menggunakan New XT1 Fuji Film Mirrorless Camera

Fuji Film XT1

Akhirnya.. setelah sekian lama saya dengan setia menggunakan DSLR Nikon D90.. saya berganti agama dengan memiliki kamera mirrorless Fujifilm XT1. Berikut ini pertimbangan saya mengapa akhirnya memilih ganti genre dan agama ke kamera fuji ini:

Soal berat kamera..

Tidak hanya beban hidup.. Kamera DSLR juga lumayan berat.. hehehe.. waktu jaman masih muda dulu sih berasa keren banget nenteng DSLR..walaupun berat dikit ga papalah.. hahaha.. makin kesini makin mikir ngapain bawa berat-berat ya..(soalnya biasanya saya selalu default masang kamera dengan lensa 18-105) kalau ternyata dengan kualitas yang sama ada pilihan yang lebih enteng.. jadi kalau pas lagi travelling dan ada acara, ga perlu repot-repot dan berat-berat bawa kamera.. memang, fill untuk dapetin gambar dengan kamera DSLR lebih enak.. bunyi jepretannya apalagi.. beeh sangar! Nah si mirrorless ini secara default udah ngurangin mirrornya.. jadi dari lensa langsung ketemu sama si sensor.. makanya beratnya bisa berkurang signifikan.. untuk ukuran mirrorless, sebenernya si fuji xt1 ini cukup berat.. nah, saya juga ga kepingin megang kamera yang terlalu enteng sih.. soalnya biar grip lebih enak dan ngerasa lebih stabil…

Perbedaan DSLR dan Mirrorless Camera

Soal teknologi dan kualitas..

Nah..ini dia..bedanya Antara si Nikkon dan Fuji.. kalau di Nikkon, si perusahaan udah ngunci softwarenya, jadi ga bisa diupgrade, kalau mau upgrade software ya beli aja body baru.. hiks hiks.. contoh kasus adalah di jaman sekarang maunya kan abis foto langsung bisa share over handphone..trus bisa langsung upload ke Instagram, path, facebook, dll. Kasus lain misalnya ada update tone tertentu, atau system focus kamera, dan sebagainya.. Nah.. beda dengan Fuji.. dia ini sangat baik sama customernya.. once ada update, dia akan kasih tau updatenya apa, dan kita bisa install sendiri di kamera kita..semacam update apps gitu.. keren banget kaan..jadi walaupun kita masih pakai body yang lama, tetep bisa update ke teknologi yang masa kini. Ya tentu saja dia pasti akan membatasi update sampai tahap apa bisanya untuk kamera yang lebih jadul, tapi menurut saya ini kamera kekinian banget lah.. hehehe.. Nah soal kualitas.. baik itu Nikkon dan Fuji sama-sama bagus 🙂 lensa udah ga perlu bingung pilih tipe kelas rendah atau tinggi, karena semua kualitasnya sama.. trus hasil jepretannya juga sama kerennya.. tinggal orang yang makenya aja.. hehehe..

sync dengan HP 🙂

Terus kenapa musti Fujifilm?

Bagi saya, Fujifilm itu kayak nginget lagi kamera jaman dulu waktu masih pakai film..dan teknologi dia untuk ngerubah apa yang dilihat oleh mata menjadi sesuatu bentuk film/digitalnya one of the best dengan budget yang saya punya. Disisi lain, adik ipar udah pakai Fujifilm duluan, dan ngerasain feelnya oke banget. Dan lihat review dari situs-situs ternama dengan membandingkannya terhadap merek lain juga mengunggulkan Fujifilm xt1 ini.. Fujifilm sangat unggul di tone, lensanya yang legend, bisa sync dengan handphone, focus assistnya keren, ada electronic view findernya, main di ISO tinggi masih oke banget..trus dapet lampu flash juga..

Gripnya dan dial buttonnya mantap

Meanwhile, pas banget, waktu mau ganti kamera, ada promo lumayan heboh di salah satu distributor kamera ini..walhasil saya ambil body baru plus lensa terpisah yang 18-55 mm. sepertinya lensanya akan saya pakai cukup lama, karena lensanya fuji yang kit ini, udah keren banget.. lagian, kemungkinan besar kamera Fujifilm ini isinya adalah portrait muka anak dan istri saya.. hehehe.. jadi ga usah yang ribet-ribet amat.. 1 lensa all round sudah cukup 🙂

Kini, kamera Nikkon D90 saya serahterimakan ke adik saya.. mudah-mudahan dia bisa belajar dan travelling lebih banyak daripada kakaknya ini 🙂 soalnya buat landscaping joss banget si Nikkon 🙂

nikon D90

See you again Nikkon, and welcome my baby Fujifilm..

Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan rejeki untuk bisa terus makan-makan dan jalan-jalan mengagumi kebesaran Illahi.. Amiiin…