Welcome to the World Nesya!

12208707_10208238303818436_720221875057196687_nAlhamdulillah.. Moment ini akhirnya tiba juga. Setelah menanti selama hampir 9 bulan di dalam kandungan istri saya (ya iyalaaah…hehehe), putri pertama saya lahir.. yeaay.. Alhamdulillah! perasaan bahagia sekaligus haru dan sedikit khawatir bercampur aduk menjadi satu.

Proses kelahirannya alhamdulillah lancar dengan proses sesar. Ceritanya berawal dari pas malam sekitar jam setengah 1 pagi, tiba-tiba istri saya mbangunin saya yang lagi tidur pules, soalnya malam itu kita baru aja abis pulang dari baby showernya istriku bersama sahabat-sahabatnya plus pas hari jumatnya kita keliling seharian JI Expo kemayoran untuk ikutan acara pameran pangan.

Malam itu istri saya mengeluh karena kontraksi yang lumayan hebat. Ternyata istri saya sebenarnya belum bisa tidur malam itu karena kontraksi yang cukup berulang dan cukup hebat. Dengan sigap saya langsung saya ambil HP buat buka program stop watch untuk melihat rentang waktu kontraksinya. Saat itu kehamilan istri saya masih masuk minggu ke 37 lebih dikit. Jadi sebenarnya bisa saja hanya kontraksi sebentar kemudian hilang nantinya. Kami belum punya firasat apapun saat itu. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan tepat jam setengah 3 pagi, kali ini kontraksinya sudah setiap 5 menit sekali. Kita masih mengaggap ini masih belum saatnya untuk ke rumah sakit. Lagi-lagi karena kami beranggapan bahwa dedek belum saatnya lahiran kok..

Akhirnya sekitar jam 3, istri saya ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ternyata, pas balik ke kamar, tiba-tiba air ketuban mengucur cukup deras. Katanya rasanya seperti ada yang mecahin balon rahimnya.. Kontan saja kita berdua langsung memanggil mama dan segera bergegas ke rumah sakit siloam. tas yang sudah kita siapkan untuk dirumah sakit langsung dibawa. Alhamdulillah banget ini pas kita nginep di rumah mama di Meruya. Ga kebayang kalau pas lagi di bogor, pasti udah panic setengah mati deh.. soalnya memang kita sudah pindah rumah sakit di bulan ke 6 dari yang tadinya di BMC Bogor jadinya ke Siloam Kebon Jeruk. Perpindahan ini atas permintaan mama, supaya nanti kalau menengok dedek bayinya mudah, Karena almarhum papa sudah tidak ada, jadi lebih dekat dan bisa menemaninya lebih enak. Cairan ketuban masih mengucur selama perjalanan, handuk yang dijadikan alas sampai basah kuyup. Selama nyupir, saya sambil baca doa supaya semuanya sehat dan selamat.. cukup panic juga saat itu, tapi ya kita harus tetap tenang supaya tidak memperburuk suasana.. itu momen nyetir paling menegangkan seumur hidup saya..

Sampai di rumah sakit, kita langsung masuk ke ruang UGD. Istriku langsung di USG oleh dokter jaga. Alhamdulillah bayinya masih sehat, detak jantungnya normal, hanya saja memang cairannya sudah banyak keluar. Dokter Ratzarwin, dokter obgyn langganan kita pun menyarankan bahwa istri saya harus segera melahirkan. Selama menunggu dokter, istri saya dan dedek bayinya selalu dicek detak jantungnya. Hasil pengecekan terakhir, dedek bayi berada dalam posisi melintang plus cairan yang sudah semakin menipis karena air ketubannya pecah duluan. Saat itu pembukaan 3 dan tidak mau naik-naik. Kesimpulannya, tidak memungkinkan normal, dan istri saya harus siap dioperasi sesar. Bismillah! Sebelum masuk ke ruang operasi, kami berdoa bersama. Tak terasa kami menitikkan air mata. Saya, mama, dan istri saya mengharu biru… #eaaaa…

Sayangnya saat itu saya tidak bisa masuk ruang operasi, karena di saat yang bersamaan ada operasi lain yang cukup serius, jadi tidak ada yang diperkenankan masuk selain pasien dan dokter.

Sekitar Jam 11 siang kami sudah melihat bayi kami. Langsung saya mengazankan dan mengiqomatkan kemudian kita harus berpisah, karena dedek bayi harus dicek macem-macem dulu mulai dari pendengaran, dan sebagainya. Sekitar jam 2 siang, kita sudah bisa ketemuan lagi. dedek bayi yang kemudian kami beri nama Nesya Kirana Nugroho ini artinya anugerah anak perempuan yang suci dan bersinar. (Mudah-mudahan nesya bisa tetap istiqomah dalam prinsip dan bisa menyinari dan penebar inspirasi bagi sekitarnya. Amiin..) suster dengan sigap melakukan pelekatan untuk merangsang keluarnya ASI. Sebenernya ini agak terlambat sih, karena katanya yang paling bagus adalah sesaat pas bayi lahir langsung dilakukan pelekatan. Nah, alhamdulillahnya, nesya ini pinter banget. Dia langsung tau caranya nyusu. Meskipun yang keluar masih dikit banget, tapi tetap harus berusaha. Semangat bunda! Tali pusar yang sudah dimasukkan ke dalam ember kecil, segera dibawa sama mama-papaku untuk dikuburkan. Alhamdulillah banyak yang bantuin yaa dek..🙂

Karena kami sudah semalaman tidak tidur, maka kami putuskan untuk dek nesya biar di dalam ruang susternya dulu. Nah, paginya kita baru coba terus sama nesya dan coba terus untuk mimi susu dari bundanya. Memang katanya kalua baru lahir, berat badan dia akan turun dalam rentang maks. 10%. Setelah itu baru naik lagi. Dek nesya saat itu turun 9%, jadi tergolong normal.. nah Cuma pas di tes bilirubin, dek nesya slightly lebih tinggi dari normal.

1909695_10208542498303108_4472566037393353869_nOiya, di rumah sakit siloam kebon jeruk ini, suster-suster di rumah sakit alhamdulillah baik banget dan ga pelit ilmu. Kita diajarkan mulai dari ganti popok, bersihkan tali pusar, menyusui yang benar, memandikan bayi, dan sebagainya. Pokoknya lengkap.. nanya apa aja dijawab dengan penjelasan yang super lengkap.. hehehe.. keren dan salut!

Hari ketiga dirumah sakit, dedek nesya mulai terlihat kuning matanya. Begitu dicek lagi ternyata memang bilirubinnya melewati ambang batas. Kali ini sudah lebih tinggi dari yang direkomendasikan dokter. Akhirnya diputuskan dedek untuk stay lebih lama 1 hari di rumah sakit untuk menjalani proses penyinaran.

Keesokan harinya, saya, mama-mama pun menjemput dedek nesya. Alhamdulillah, dek nesya sudah jauh lebih baik. Selanjutnya tinggal control dan pemberian vaksin sesuai jadwal. Semangat Bunda dan Dek Nesya!

Welcome to the world Nesya!

Ayah berharap Nesya bisa jadi anak yang sholehah dan bisa jadi kebanggaan Ayah Bunda, Keluarga, Agama, Nusa, dan Bangsa.. Amiiin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s