Good Bye Papa

Saat itu jam 4 pagi, tepat tanggal 1 September, handphoneku berbunyi sangat kencang. Sontak saya terbangun dan segera mengambil handphoneku. Pasti ada hal yang urgent.. karena jarang-jarang saya mendapatkan telepon di jam seperti ini. Saat itu terdengar suara sayup-sayup sambil isak tangis dari inka, adiknya cindy “Halo, Kak Galih, Papa sesek napas, Kak Galih cepetan kesini ya.. ajak Cindy sekalian”. Nyesss.. jantungku langsung berdegup kencang. Allahuakbar.. mudah-mudahan papa ga papa.. detik itu juga, saya langsung membangunkan Cindy dan bilang kalau papa lagi sakit mendadak dan kita harus segera ke rumah papa. Cindy yang masih setengah sadar segera mencoba untuk menghubungi inka “Papa udah dibawa kerumah sakitkan? OK.. aku segera kesana..” begitu bercakapan singkatnya. Kami berdua bergegas mandi dan siap-siap. Dipikiran kami sama sekali tidak terbersit apapun tentang papa.. dalam hati kami berdoa semoga papa baik-baik saja.

“Assholatukhairumminannaum…” Suara azan terdengar sayup-sayup tak berapa lama kemudian. Kami sudah siap seperti mau kerja, dibayangan kami, oke, nanti kita ke rumah sakit sebentar dan habis itu nanti balik ke kantor. Tiba-tiba sebelum berangkat, handphoneku bordering kembali.. “Assalamualaikum Galih… cepetan kesini sama cindy ya.. Papa sudah ga ada.. tapi jangan kasih tau cindy.. Wassalamualaikum..” terdengar isak tangis mama diujung telepon. Ya Allah… rasanya bergetar hati ini.. saya sendiri sama sekali tidak menyangka akan ditinggal secepat ini sama papa.. selang 2 hari yang lalu, di tanggal 30 Agustus, papa masih terlihat sangat sehat, kamipun masih sempat main ke Thamrin city untuk makan dan belanja. Memang sih, saat makan bareng, papa terlihat tidak nafsu makan, karena pesanan nasi goreng kesukaan papa sudah sold out.. Saya berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata, hanya memikirkan kalau ini tidak mungkin terjadi. Cindy yang terus menanyakan kondisi papa via whatsapp ke inka tidak dibalas. Aku juga hanya bilang ke Cindy kalau papa sudah dibawa kerumah sakit dan kita harus segera ke sana. Sepanjang perjalanan, Cindy yang saat itu sedang hamil 6 bulan Alhamdulillah hanya tidur, aku sendiri beberapa kali mengusap air mata dan tetap berpikir kalau ini tidak mungkin terjadi.

Saat dijalan yang macet, handphoneku kembali berbunyi. Kali ini tanteku yang telpon sudah sampai dimana, dan bilang ikut berbelasungkawa.. saat tanteku mau bicara dengan Cindy, tentu saja aku tidak izinkan. Innalillahiwainnailaihirojiun.. papa sudah tiada😥 Cindy tentu saja Tanya siapa yang telpon tadi.. aku bilang, tanteku telpon.. kemudian berusaha mengalihkan pembicaraan ke hal yang lain.

Sampai di depan gerbang komplek, bendera kuning sudah terpasang kaku. Ya Allah.. ternyata benar.. berkali-kali aku mengkonfirmasi pada diriku kalau kejadian ini benar-benar terjadi… di depan rumah, telah sibuk saudara dan tetangga untuk memasang tenda dan persiapan lainnya.. Innalillahi.. segera aku minta maaf sama Cindy kalau aku ga boleh kasih tau kamu dulu sebelum kamu sampai kerumah.

Dengan Isak tangis keharuan, kami segera masuk ke dalam rumah, dan mendapati papa telah terbujur kaku menghadap kiblat.. Innalillahiwainnailaihirojiun.. kami berdua segera mencium papa, kemudian segera mengabari rekan-rekan di kantor dan lainnya. Dari cerita mama, papa mennghembuskan nafas terakhir dengan sangat mudah dengan dibantu mama mengucapkan Lailahaillallah.. terlihat papa tersenyum, selesai sudah masa tugas papa di dunia.. Allahuakbar.. mudah-mudahan papa termasuk didalam golongan yang meninggal dengan khusnul khotimah.. Amiin..

Papa kemudian segera dimandikan, setelah sholat zuhur berjamaah dimasjid, papa disholatkan, kemudian dimakamkan di taman pemakaman umum kebon kelapa di daerah cengkareng. Selanjutnya selama 3 hari, kami mengadakan acara tahlil dan doa bersama, selanjutnya, persis beberapa hari yang lalu, tanggal 10 Oktober, kami juga kembali mengadakan doa bersama untuk papa.

Papa memang dikenal orang yang sangat dermawan dan pandai menjaga tali silaturahmi. Banyak sekali hal baik dari papa yang bisa dijadikan teladan.. for sure.. aku akan menceritakannya pada anakku nanti kalau kamu punya kakek yang sangat merindukan keberadaanmu. Kakekmu adalah orang yang baik dan dermawan. Dan jika kakekmu masih hidup.. kamu akan menjadi cucu kesayangannya.. :’)

Semoga Allah mengampuni segala dosa almarhum, dan membalas semua jasa kebaikan almarhum dengan pahala yang berlipat, dan semoga kami sebagai anaknya diberikan keistiqomahan supaya bisa terus mendoakan almarhum hingga akhir hayat kami.. Semoga, Almarhum diberikan taman surga selama menunggu di alam barzah, dan diizinkan nanti oleh Allah untuk masuk ke dalam surgaNya.. Amiin..

I Love you and good bye papa..

This slideshow requires JavaScript.

One thought on “Good Bye Papa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s