Pemilu: Ikutan memilih atau Golput?

image

Akhir-akhir ini ngerasain ga sih.. Kalau kita mulai dibombardir dengan berita seputar partai politik.. Desas-desus pemilu.. Manuver caleg dan capres.. Dan sebagainya.. Rasanya ruame banget ya..
Sebagian dari kita mungkin sedikit apatis.. Atau ikut memantau terus.. Atau malah aaah gw gak peduli! Itukan bukan urusan gw.. Itu kan kerjaannya elite politik yang isinya paling cuma korupsi.. Hmm.. Ya.. Pendapat itu boleh aja.. Tapi saya kemudian menjadi teringat dengan salah satu cerita yang buat saya sangat menarik buat refleksi terhadap fenomena apatis atau ketidakpedulian kita… Refleksi ini lebih saya tekankan terutama kita yang mengenyam pendidikan tinggi.. Yang menjadi kelas menengah di negeri ini.. Yang pernah sekolah bahkan hingga hijrah dari tempat tinggal asalnya..
Langsung aja ini ceritanya:
Alkisah seorang raja akan membekali pasukan tentaranya yang akan berperang melawan negeri seberang dengan madu. Karena madu ini bisa jadi sumber tenaga bagi tentara raja. Naah.. Raja ini ingin agar semua rakyatnya memberikan 1 sendok makan saja madu yang dipunya dirumahnya.. Dan memasukkan madu tersebut ke dalam sebuah bejana besar yang sudah disiapkan di tengah kota. Naah.. Waktupun berjalan.. Ternyata ada rakyat yang ia hanya ingin menyumbang air putih saja. Dia berfikir apalah arti sesendok air putih ini ditengah sebuah bejana madu… Supaya tidak ketahuan.. Dia menuangkannya pada saat malam hari.. Ia berfikir juga pasti dalam hal rasa, bedanya tidak nyata dalam taraf error 5% hehehe.. Waktu mengumpilkan madupun telah habis.. Semua rakyat telah mengumpulkan semua madu yang diperintahkan raja.. Ketika raja mengecek bejana tersebut.. Alangkah terkejutnya sang raja karena mendapati bejana tersebut hanya berisi air dengan flavor madu.. Karena ternyata rakyat yang berfikir untuk menyumbangkan air putih tidak cuma orang itu saja.. Melainkan hampir sebagian besar rakyatnya berfikir hal sama..
Naah.. Itu ceritanya..
Dari cerita itu.. Ini refleksi yang saya dapatkan dari cerita itu..
Kebayangkan bagaimana kalau kita jadi orang yang jadi si penuang sesendok air putih itu.. menjadi orang yang tidak berkontribusi menuangkan madu.. Kalau dalam konteks sekarang.. Kita tidak ikut memilih..
Naah.. Pernah menyadari tidak.. Kalau Kita sudah membayar pajak.. Namun pembangunan yang notabene adalah produk kebijakan mereka.. Ternyata banyak yang tidak diawasi.. Atau malah diselewengkan.. Zzz.. Sayang banget kaan.. Dan ternyata itu akibat dari yang terpilih jadi dewan yang mewakili kita berasal dari kalangan yang tidak baik atau tidak jelas track recordnya.. Zzz banget kaan..
Sebagai kalangan yang terdidik.. Kita diajarkan untuk memilih diantara yang terbaik.. Kita juga diajarkan untuk memilih dengan alasan.. Dan rasanya sayang banget kalau dalam hal yang sangat menentukan hidup kita dan keluarga serta bangsa ini bukan kita sendiri yang menentukan..
Naah.. Sekarang mulai dengan pertanyaan.. Lah kan aku ga tau nih milih siapa? Kayaknya kalau milih ga milih akan sama aja deh..
Oke.. Memang tidak menjamin yang kita pilih bisa menjalankan dengan baik atau tidak.. Tapi kita bisa mulai mengeliminir orang orang yang kurang baik.. Bagaimana caranya.. Kita bisa kok liat daftar caleg di daerah pemilihan kita.. Misalnya kalau kita yang lagi di luar negeri.. Kita buka aja situs http://dct.kpu.go.id trus kita buka dapil jakarta 2 atau dapil luar negeri. Nah di situ kita bisa liat satu satu profilnya.. Kita bisa lihat latar pendidikan seperti apa.. Trus lihat latar belekang organisasi dan riwayat hidupnya..
Aaah.. Cape.. Kan banyak calegnya.. Hmm.. Nah ya ini memang mekanismenya🙂 kalau kita bisa berjam jam didepan path atau instagram.. Masa ga bisa sih liat satu satu caleg yang kita pilih.. Kalau saya menganggap seperti seleksi berkas cv lamaran pekerjaan.. Ibaratnya kita jadi HRD nya.. Hehehe.. Pasti nanti akan nemu deh yang cocok buat kita.. Apalagi kalau kita googling.. Nama yang keluar bisa jadi referensi juga tuh seperti apa track record beliau..
Mudah mudahan effort yang kita lakukan bisa paling tidak memberikan kesempatan untuk orang-orang yang baik untuk berkontribusi bagi negeri ini..
Saya mengajak rekan-rekan untuk turun tangan dan berkontribusi bagi negeri ini lewat suara kita.. Semoga ini menjadi salah satu catatan amal ibadah dan kebaikan kita nanti.. Amiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s