Pengalamanku tentang Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan

Picture1Diperkirakan ada lebih dari 6.5 juta orang Indonesia mencari nafkah diluar negeri. meskipun hanya sekitar 0.2 persen dari penduduk indonesia. namun keberadaan mereka selalu menjadi sorotan karena dianggap mewakili dan merepresentasikan bangsa ini. Semua perlakuan dan perilaku mereka semua ini akan selalu santer terdengar hingga ke Indonesia.

Nah, Taiwan merupakan salah satu negara tujuan pekerja indonesia untuk mencari nafkah. menurut catatan dari KDEI ada sekitar kurang lebih 210 ribu masyarakat Indonesia yang mencari nafkah di Taiwan. ini diluar sekitar 2500an mahasiswa dan mahasiswi yang sedang belajar disini. Menurut catatan yang saya terima, sekitar 65% pekerja kita ada di sektor non-formal. sehingga sebagian besar juga wanita.

Beberapa bulan yang lalu, oleh ketua PPI Taiwan, saya dan dhika dikenalkan ke Ibu Sri sebagai utusan pemerintah indonesia yang mengurusi seluruh hal terkait tentang tenaga kerja di Taiwan. dari hasil perkenalan tersebut, kami berdua kini membantu kerja ibu Sri untuk menerima pengaduan tenaga kerja indonesia yang memiliki masalah di Taiwan. Ide beliau tentang pembentukan team di luar pemerintah untuk membantu ini cukup brilian, karena saya kini bersama kurang lebih ada 32 orang yang ditunjuk di seluruh Taiwan kini bisa menjadi saluran alternatif untuk melaporkan selain dari hotline resmi pemerintah. pekerjaan saya adalah menerima pengaduan dan meneruskan serta membuat rekapan pengaduan secara berkala. alhamdulillah kegiatan ini tidak sampai mengganggu kesibukan untuk bereksperimen di lab. jadi, so far so good.

Dari hasil membantu ini, saya menjadi semakin banyak bersyukur karena ternyata tidak mudah untuk bekerja di sektor informal di luar negeri. meskipun imbalan dan gaji yang cukup besar, namun jauh dari keluarga, kecocokan terhadap pekerjaan, perbedaan budaya dan citarasa, tentu saja menjadi bagian dari resiko pekerjaan. melalui keterlibatan ini saya juga belajar berempati terhadap orang lain. berusaha memahami bagaimana perasaan mereka saat menghadapi masalah. semoga keterlibatan ini menjadikan saya semakin dekat dengan sang Pencipta dan paling tidak, ada sedikit sumbangsih saya untuk bangsa ini, menolong sesama saudara.

Semoga, ke depan, bangsa kita menjadi bangsa yang lebih berdikari dan berdaya🙂 amiin..

5 thoughts on “Pengalamanku tentang Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan

  1. salut buat mas galih….
    membantu dan memudahkan sodara yg kurang beruntung d negeri orang, semoga Tuhan juga membantu dan memberi kemudahan pada anda …

  2. Ass. wr. wb.

    Saluuut…tulisan2nya bernas!

    Perkenalkan Mas..
    Saya Yuniar, psikiater dari Malang, lagi short course ttg kesehatan jiwa usia lanjut (psikogeriatri) di Taipei Veterans General Hospital sampai 5 Maret 2014. Di sini saya liat banyak banget caregiver dari Indonesia yg merawat usia lanjut, dan saya terkagum-kagum sama kegesitan mereka.
    Bolehkah saya minta tolong dikenalkan sama Ibu Sri juga? Siapa tau suatu saat saya bisa ketemu beliau…krn di RSJ tempat saya kerja, kami juga ngelatih caregivers yg mo ke Taiwan, jadi saya pengen tau seluk beluknya, hambatan psikologisnya, cara mereka melakukan self care, dll…

    Dan..hehe…ada gk ya adek2 yg mau sesekali nemenin jalan-jalan klo Sabtu ato Minggu gitu? Abis sebelum berangkat ke sini gk sempet belajar bahasa Cina…hiksss…
    Ato klo adek2 ada trip ke Nantou/Hehuanshan/Taichung/Kaohsiung boleh ikutkah?
    No. telp saya di Taiwan 0970786779…

    Thanx yaaaaaa…..
    Wass. wr. wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s