Jalan-jalan ke Jepang Sendiri

Alhamdulillah, akhirnya setelah 20 tahun menonton acara doraemon di TV, saya bisa juga mengunjungi negara Jepang ini🙂 Alhamdulillah.. meski sempat di awal merencanakan keberangkatan ini cukup banyak halangan dan rintangan (tsaaah) tapi alhamdulillah saya bisa berangkat juga.. Keberangkatan ini soalnya harus izin professor untuk meninggalkan lab selama kurang lebih 4 minggu, karena sekitar 2 minggu lebih saya pakai untuk pulang ke Indonesia, dan 1 minggu lebihnya saya pakai untuk jalan-jalan ke Jepang. berikut ini sedikit kisah perjalanan saya

Pengurusan Visa

20130717_094838Pengurusan visa ke Jepang dari negara Taiwan cukup mudah dan tidak perlu antri lama-lama. Normalnya hanya cukup 1 hari saja jika semua berkas lengkap. pertama-tama saya apply di Taipei. Kebetulan waktu itu, saya ada acara summer camp ICDF di dekat Taipei, jadi.. ya udah deh.. sekalian aja mengurus ke Taipei. Ternyata sampai di Taipei, saya tidak bisa apply, karena pas banget ARC alias KTP Taiwan saya sudah habis.. nah, akibatnya saya harus menunda pengurusan visa dan harus memperpanjang izin tinggal dulu di Taiwan untuk setahun ke depan. setelah summer camp ICDF berakhir, saya segera apply untuk izin tinggal setahun. normalnya pengurusan izin ini 2 minggu, tetapi, karena saya harus pulang ke Indonesia, maka izin saya bisa di dapat 1 hari sebelum saya berangkat ke Indonesia.. Wii.. sempet deg-degan juga tuh.. soalnya apply visa ke Jepang butuh waktu sehari sedangkan saya harus flight pagi hari.. Finally di hari terakhir, saya tetap coba apply visa jepang lewat kantornya yang ada di Kaohsiung. Alhamdulillah🙂 dengan pertimbangan khusus, akhirnya saya mendapatkan visa🙂

perjalanan ini jadi istimewa, karena ini pertama kalinya saya travelling sendirian dan nanti pas pulang tidak kembali ke rumah di Indonesia.. rasanya… hmmm.. nanti saya simpulkan di akhir perjalanan🙂

Hari 1

DSC_0071selisih saya tiba dari indonesia ke taiwan, kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Jepang adalah satu hari. sehingga saya sempatkan untuk main dan ketemu rekan-rekan di kampus. ternyata mereka sudah menyiapkan surprise ulang tahun buatku.. huhuhu.. jadi terhari.. makasih banget ya ^^, gara-gara itu juga ditambah malam ini saya tidak akan ketemu lagi dengan arief, taka, dan teman lainnya, walhasil saya tidak tidur malam itu..

Malamnya saya langsung kembali menuju bandara naik bus. dan tiba sekitar jam setengah 7 pagi. pesawat saya direct flight menggunakan Air Asia dan tiba di Narita sekitar pukul 3 sore. perbedaan waktunya lebih dulu 1 jam dibandingkan dengan Taiwan, dan 2 jam lebih dulu dibandingkan Jakarta. di sore itu, setelah menukarkan uang, saya memutuskan untuk menuju ke Tokyo JR station dulu untuk mencari bus malam ke daerah osaka atau kyoto. Ohya, sengaja saya tidak membeli JRpass, sebab budget saya tidak terlalu besar. karena JRpass sendiri saja sudah pasti keluar sekitar 3.5 juta rupiah. belum lagi penginapan dan sebagainya.

perjalanan dari narita ke tokyo JR station kurang lebih 3 jam-an plus macet. hehehe.. untuk harga-harga nanti saya rangkum terakhir ya🙂 setelah sampai Tokyo, saya hanya jalan-jalan di sekitar station. stationnya gede bangeet :O itu aja belum keputer semua, karena badan tidak bisa diajak kompromi, alias masuk angin.. kayaknya ini akibat akumulasi sudah 3 hari tidurnya tidak benar. fiuuh.. ya sudah, saya akhrinya hanya istirahat di tempat menunggu bus. Ohya, bus ke Osaka kemudian melanjutkan dengan kereta ke Kyoto jatuhnya lebih murah dibandingkan dengan langsung naik bus ke Kyoto. selisihnya sekitar 600an Yen. malam itu saya mencari makanan yang ternyata standard harganya memang cukup lebih mahal dibandingkan dengan Taiwan. sekitar 2 kali lipat. malamnya saya memilih makanan salad dan kentang plus telur setengah matang. selanjutnya saya minum tolak angin biar gak masuk angin lagi.. hehehehe…

Cost: Bus Narita: 900 yen, Bus Osaka: 5000 yen, Dinner: 200 yen, minum: 100 yen. Total: 6200 yen

Hari 2

DSC_0174perjalanan dari tokyo start sekitar jam setengah 10 malam dan tiba di osaka jam 6 pagi. sampai di Osaka, saya beres-beres dan sarapan bekal yang dibawa dari Tokyo. Sarapan roti sama air putih aja sih.. hehehe.. ohya sama coklat batangan yang sempat dibawa dari Taiwan. setelah tourist information buka, saya  kesana untuk meminta map dan lokasi apa saja yang oke di Osaka. pilihan pertama jatuh kepada osaka castle yang katanya dekat dari sini. sambil menenteng backpack dan satu tas kamera, saya melangkahkan kaki ke sana. Nah, ini ada pelajaran yang bisa diambil, kalau bisa biar ga berat nenteng barang bawaan, ada baiknya cari hotel dulu sebelum kemana-mana supaya tidak mengeluarkan uang lagi untuk hanya bayar locker. saya walaupun tidak keluar uang buat locker, tapi lumayan juga si jadinya.. badan lemes dan pegel pegel karena meminggul beban berat hidup ini.. halaah.. bukan-bukan.. karena ya tas itu tadi..

Osaka castle baguus🙂 recommended buat kesini. Selanjutnya, setelah dari Osaka castle, saya memutuskan untuk pergi ke Osaka aquarium. di sini biar sekalian nambah ilmu, refreshing liat binatang -binatang laut yang lucu-lucu, juga sekalian ngadem, karena cuaca di luar puanass bangeet.. Osaka aquarium ini dekat sekali dengan Osaka port, jadi pemandangan di sekitarnya bagus juga..🙂 kalau punya lebihan waktu, bisa naik bianglala yang besar🙂 berhubung aku cuma sendirian, jadi ada baiknya ga perlu naik.. daripada cuma ngelamun meluk tripod.. hahaha…

setelah dari Osaka akuarium, saya kembali lagi ke Osaka castle untuk foto si castle pada malam hari🙂 ternyata benar.. malam hari, Osaka castle ini jadi jauh lebih anggun karena bermandikan cahaya lampu dari luar dan dalam castle🙂 indah sekali🙂

Puas mengambil gambar saat sunset di Osaka castle, saya kembali lagi ke osaka station untuk mencari hotel.. akhirnya pilihan saya jatuh ke capsule hotel khusus cowo. ini selain murah, juga bersih dan cukup nyaman untuk tidur. alat kebersihan pun juga lengkap sekali. air minum sepuasnya. dibandingkan dengan hotel lainnya, ini yang masuk budget, 3000 yen saja per malam. sebenernya katanya kalau mau murah lagi, bisa sewa ruang karaoke semalaman itu jauh lebih murah. bisa hemat lagi setengahnya. kalau saya sih ga seberani itu.. hehehe.. karena pengen tidur nyaman juga🙂

Cost: Train subway: 160 + 270 + 270 yen, Lunch: 315 yen, Osaka akuarium: 2300 yen, Hotel: 3000 yen. Total: 6671 yen

Hari 3

DSC_0545paginya saya bermaksud untuk meninggalkan osaka dan melanjutkan ke kyoto. akhirnya saya check out hotel. sebelum ke stasioun kereta, saya jalan ke salah satu shrine di tengah kota Osaka. shrine ini unik, karena dibuat untuk memperingati kisah memadu kasih antara salah satu anggota keluarga raja dengan seorang wanita.. hehehe..

selanjutnya, saya menuju osaka tower di dekat stasiun. ternyata kita bisa naik ke atas tower dan bisa melihat sunset dengan biaya 700 yen. nah, disini saya berganti haluan dan memutuskan tinggal sehari lagi di osaka. siangnya saya kembali lagi ke hotel dan check in. kemudian setelah istirahat sebentar, saya pergi ke pasar di osaka untuk membeli makanan. kali ini saya membeli roti besar dan kan kaleng serta susu 1 liter. hehehe.. tentu saja sambil foto-foto.. nah, mendekati maghrib, saya naik ke atas tower. Subhanallah.. indah beneer.. sunsetnya mantaap.. kurang lebih saya menghabiskan waktu sekitar 3 jam di atas. memandangi kota osaka, sekaligus merefleksikan diri sendiri.. eaaa.. sebenernya sih karena iri sama yang lain, karena yang lain rata-rata pada bawa pasangan dan keluarga.. hahaha.. dan saya kembali hanya bisa memeluk tripod.. ahahaha..

Cost: laundry: 400 yen, Breakfast: 256 yen, Osaka Tower: 700 yen, Hotel: 3000 yen, Train: 240 yen, Lunch: 305 yen. Total: 4901 yen

Hari 4

DSC_0672jam 7 pagi, saya melanjutkan perjalanan saya ke Kyoto. perjalanan di tempuh hanya 1 jam menggunakan kereta JR. sampai di Kyoto, saya langsung ke bagian tourist information center untuk mendapatkan map, tiket 1 day pass bus, dan rute bus. Ohya, bagusnya lagi, di tempat ini, kita juga bisa reservasi hostel. saya disarankan ke K’s hostel. mereka ternyata punya jarignan di berbagai kota, trus lucunya lagi kita bisa dapetin diskon gratis kalau sudah beberapa kali menginap di berbagai tempat di jaringan hostelnya dia. karena saat ini kondisinya sedang summer dan peak season, saya harus segera ke hostel jika tidak ingin reservasinya hangus. untungnya, jaraknya dekat sekali dengan Kyoto station. dengan harga 2500 yen, saya bisa menginap di hostel tersebut. saya langsung book untuk 2 hari. Ohya, resepsionisnya pun ramah dan bisa bahasa inggris semua🙂 meskipun tipe dorm, tapi hostel ini nyaman banget kok🙂 dan kita bisa masak karena ada kitchen.. nah, dengan demikian, saya bisa beli spaghetti untuk 2 kali makan, jadi lebih irit🙂 hehehe..

setelah menitipkan tas, saya menuju ke imperial palace kyoto. di sini tempatnya raja memberikan pidato atau dadah-dadah pas lagi lebaran.. eh bukan.. maksudnya pas ada acara perayaan tertentu..

puas keliling istana, kita melanjutkan ke buddha shrine di tengah kota kyoto. di sini kita lihat-lihat dan foto-foto, selanjutnya kita ke Kyoto castle. di sini sama juga🙂 foto-foto🙂 secara umum, saya menyukai kota ini.. tidak terlalu ramai, kemudian transportasi mudah dan tepat waktu dengan bus, tidak macet, dan ramah-ramah penduduknya. ohya selain itu, kyoto ini dulunya adalah pusat kota pemerintahan jepang sebelum tokyo. saat perang dunia ke 2 pun, kota ini tidak mendapatkan serangan yang berarti. sehingga membuat banyak sekali bangunan-bangunan bersejarah yang masih dapat diselamatkan dan dilestarikan. kurang lebih sekitar 20 persen bangunan bersejarah jepang, ada di kota ini.  kalau di indonesia, suasananya mirip di Jogja, tradisi yang kental dengan keindahan bangunan kota tuanya.

Cost: Train kyoto: 540 yen, dinner 210 yen, Hotel 2500 yen, Lunch: 303 yen, Bus: 500 yen. Total: 4053 yen

Hari 5

DSC_0784setelah sarapan pagi🙂 saya melanjutkan penjelajahan ke daerah fushimi inari. di sini kita bisa melihat gate yang panjang banget, sehingga membentuk seperti terowongan. gate ini didonasikan oleh perusahaan-perusahaan jepang untuk lambang dan doa kemakmuran mereka🙂 jadinya bagus bangeet.. membentuk terowongan hampir mengelilingi gunung.

saya kemudian menyebrangi kota kyoto untuk ke golden temple alias kinkakuji. naah, ini sih temple terkenal banget karena warna emasnya🙂 berkilauan dan keren banget🙂 setelah dari sini, saya ke Ginkakuji temple untuk melihat Zen garden yang terkenal itu🙂 ternyata.. luar biasaaa.. filosofi gardennya dalam banget, karena hanya kumpulan batu-batu berlumut yang dikelilingi oleh batu koral putih.. wuiii..

berikutnya, saya ingin pergi ke daerah harasiyama. untuk pergi ke daerah ini, meskipun bisa pakai bus, tapi lebih nikmat pakai trem🙂 dan harnya pun tidak mahal🙂 daerah arashiyama ini, kita bisa lihat bamboo forest, mirip kayak di film-film ninja gitu.. terus liat temple-temple juga.. dan melihat danau buatan hasil bendungan dari sungai dengan dikelilingi oleh pegunungan yang masih hijau.. indahnyaa…  setelah puas foto sunset di sini, saya segera kembali ke hostel

Cost: Hotel: 2800 yen, Bus: 500 yen, jus: 148 yen, oleh2: 790 yen, Trem: 400 yen, Gold Temple: 400 yen, zen garden: 500 yen, lunch+dinner: 276 yen. Total: 5814 yen

Hari 6

DSC_0011di hostel, beragam banget orangnya, mulai orang jepang sendiri, orang eropa dari inggris, perancis, jerman, dan macem-macem.. ohya sempet juga ketemu dengan mahasiswa indonesia dan turis dari indonesia🙂 dan menariknya lagi, saya sempet ketemu dengan bu Naoko. beliau dosen bahasa jepang yang pernah tinggal di Indonesia selama 2 tahun di UGM jogja. beliau cerita seneng banget katanya kalau di Indonesia, dan suka sama orang-orangnya. beliau akhirnya kasih kartu nama dan ngasih kita kue pie khas jepang🙂

hari ini saya akan pergi ke daerah ginza. sebelum ke sana, saya mampir ke kyoto national museum. di sana saya melihat koleksi kimono-kimono tua yang ternyata menyimpan cerita-cerita menarik. di daerah ginza ini, kalau beruntung katanya bisa bertemu dengan geisha. sayang karena hari itu cuaca sedang kurang baik alias gerimis dan hujan rintik-rintik, kayaknya geishanya masih pada bobo-bobo cantik.. halah.. hahaha.. di sekitar daerah ini, kita bisa melihat banyak sekali temple atau shrine. salah satu yang bagus adalah ke miyozaki. di sekitar sini banyak sekali perkampungan tradisional jepang. terus banyak juga yang jualan souvenir lucu-lucu, berbagai macam makanan imut-imut dengan rasa green tea.. jalan jauh pun jadi tidak berasa. yang serunya juga, kita bisa sambil icip-icip kue, salah satu yang paling enak adalah cracker green tea dengan tengahnya itu lapisan coklat putih… zzz.. enak bangeet..

temple selanjutnya adalah kuiyomizudera temple ini berada di puncak gunung. tapi jalan ke sini gak berasa kok, soalnya banyak pemandangan yang bisa dilihat dan jalan dipenuhi oleh pendagang, jadi sambil liat-liat.. hehehe.. dari sini, kita berjalan menyusuri kanal dan pedesaan di kyoto. nama jalan ini pholosopher path. kanalnya bersih banget.. kita bisa lihat banyak banget ikan di sungai ini hidup damai dan tenteram. sejuk banget sambil menikmati keindahan pedesaan khas jepang. nah, di sini dinamakan philosopher path, karena jaman dulu ada doktor filosofi jepang yang tiap hari lewat jalan pagi ini setiap pagi. jadinya dinamakan gitu deh.. trus, dengan lewat jalan ini, kita si bisa juga sekalian merefleksikan diri kita🙂 karena jalannya lumayan panjang dan enak banget buat kontemplasi🙂

selanjutnya, saya kembali ke kyoto station untuk memotret kyoto tower dan menikmati keindahan air mancur berirama di depan station. malamnya, saya bersiap kembali ke Osaka untuk kemudian mengambil bus malam ke Tokyo.

Cost: jus: 148 yen, bus: 500 yen, Kyoto national museum: 700 yen, Bus osaka: 5500 yen, Train Osaka: 540 yen, Lunch: 298 yen, Dinner: 373 yen. Total: 8059 yen

Hari 7

DSC_0251Sampai di Tokyo jam 8 pagi, saya kembali keliling di stasiun tokyo. bangunan stasiun ini bergaya kolonial inggris. setelah puas foto, saya mengunjungi imperial palace tokyo. di sini meskipun hanya bisa melihat dari jauh, paling tidak bisa melihat kemegahan istana raja jepang di tokyo. saya cukup lama keliling di gardennya, karena di sekitarnya, cukup banyak spot yang bisa diabadikan.

Berlanjut ke destinasi berikutnya, adalah harajuku. Ini lokasinya anak gaul tokyo.. semua barang-barang branded dan distro-distro banyak banget bertebaran di sini… tapi kerennya, di harajuku ini masih ada Meijin shrine yang masih asri banget.. masuk ke dalam temple ini seperti masuk ke dalam lorong waktu. bener-bener beda banget. dari yang tadinya suara hingar bingar musik, menjadi kicauan burung dan suara jangkrik. adeem..

yang membuat spesial hari ini adalah karena saya akan ketemu sama sahabat lama sejak sma, syafril namanya. saya berkesempatan buat nginep di rumahnya. beliau punya apartment di saitama. itu macam kota satelit buat kota tokyo. apartemen satu lantainya sederhana dan rapih. malamnya, saya dan syafril sekeluarga makan sushi di resto sushi. uenaaak tenaan! alhamdulillah🙂 kami ngobrol banyak sekali, mulai dari masalah keluarga, negara, hingga politik, juga update kabar teman-teman di depok.. hehehe… terima kasih ya syafril🙂 mudah-mudahan bisa ketemu lagi di lain kesempatan..amiin

Cost: Kereta: 300 + 190 + 160 + 350 yen, lunch: 366 yen. Total: 1366 yen

Hari 8

DSC_0330keesokan paginya, saya memutuskan untuk pergi ke kawaguchiko. ini adalah spot paling dekat dengan gunung fuji. sebenernya kepingin banget naik gunung. tapi, berhubung saya tidak bawa peralatan yang memadai makanya saya  tidak jadi naik. hehehe.. padahal si sebenernya ga mungkin juga.. bayangin naiknya aja 7 jam udah bikin lemes.. hehehe.. saya di sini menginap di K’s House lagi selama satu hari. di sini lokasinya sangat dekat dengan danau kawaguchiko. perjalanan dari tokyo ke kawaguchiko sekitar 3.5 jam naik kereta. sampai sini saya lebih banyak menikmati keindahan danaunya sambil melihat keindahan gunung fuji.

Cost: kereta: 2550 yen, hotel: 2500 yen, lunch and dinner: 444 yen, bicycle: 200 yen, laundry: 600 yen. Total: 6294 yen

Hari 9

DSC_0549setelah shubuh, saya bergegas untuk hunting foto di danau di sisi sebelah lainnya. selanjutnya, setelah sarapan, saya istirahat dan kembali jalan-jalan untuk naik gondola ke puncak gunung. di gunung itu, saya bisa melihat seluruh kawasan kawaguchiko dan melihat dengan jelas gunung fuji.

sorenya saya kembali lagi ke tokyo dan kembali menginap di K’s House tokyo. karena saya menginap 3 kali berturut-turut, saya mendapatkan potongan 500 yen. lumayan🙂 sampai di tokyo, saya hanya berjalan di sekitar hostel.

Cost: Bus: 1700 yen, Hotel: 2300 yen, Trem: 630 yen, jus: 148 yen, kereta: 260 yen. Total: 5038 yen

Hari 10

DSC_0662Hari ini adalah jatah terakhir saya keliling kota Tokyo. pertama, saya ke tsukiji market. di sini itu, adalah tempatnya pasar ikan macam muara angke kalau di jakarta. tempatnya bersih dan menarik buat foto-foto. di sini kalau mau beli sushi juga bisa banget.. banyak sekali toko sushi yang menyediakan sushi murah namun tetap nikmat. kenapa saya bisa bilang gitu, soalnya di toko sushi ini orang-orang pada ngantri panjang buat dapatkan sushi itu..

selanjutnya saya ke sensoji temple. ini di daerah asakusa ehich is cuma sekitar 5 menit naik kereta dari hostel dimana saya menginap. ohya, kita bisa naik kereta subway dengan 1 day pass🙂

puas di sensoji temple, saya berangkat menuju edo tokyo museum. ini museum keren banget, di sini saya bisa belajar bagaimana sejarah kota tokyo yang sebelumnya disebut edo. banyak sekali diorama dan miniatur bangunan yang keren banget di sini. bahkan ada satu diorama yang itu menggambarkan suasana kota edo pada waktu itu.. nah, semua wajah dan desain orang-orangnya semua berbeda. bahkan baju yang dipakai, kimononya berbeda semua. ckckck.. kerennya lagi, di sini kita juga bisa meminta guide berbahasa inggris.

Setelah itu, saya ke odaiba island. di sini sebenernya banyak banget spot yang menarik, karena waktu terbatas, saya hanya mengunjungi design center nya toyota. di sini saya nyoba berbagai simulasi berkendara dengan mobil toyota. free! kerennya odaiba island ini, dia ada kereta khusus yang ngelewatin jembatan besar banget🙂 baguus!!

pulang dari odaiba, saya mengunjungi shibuya ke tempatnya hachiko.. yaay! jadi inget pas nonton film ini sampai mengeluarkan air mata karena saking so sweetnya si hachiko🙂 ohya, di shibuya ini ada per delapan jalan. ini lokasi jadi persimpangan teramai didunia. di sinilah lokasi syuting fast and furious tokyo drift🙂 dan banyak film lainnya🙂 senangnya🙂

malamnya, saya bertemu dengan sahabat saya sejak SD! dia teman sebangku saya pertama kali waktu masuk sekolah. namanya Nasih🙂 alhamdulillah kita bisa ketemu dan makan sushi bareng🙂 alhamdulillah🙂 makasih ya nasih sudah menyempatkan ketemu🙂 sebelum nasih ke jepang, kita pasti ketemuan, kita dah kayak sodara🙂 apalagi kalau main ke rumahnya, sudah kenal betul sama mama papa nya.

selesai bertemu dengan nasih🙂  saya naik bus ke Narita🙂 karena saya flightnya pagi jam setengah 8 pagi. lumayan sekalian menghemat biaya penginapan🙂

Cost: Bus: 2000 yen, kereta: 660 + 700 + 160 + 360 + 310 + 160 + 150 + 260 yen, edo museum: 380 yen. Total: 5140 yen

Hari 11

flight bact to Taiwan🙂 alhamdulillah ^^

Cost: Baggage: 2000 yen, oleh2: 1390 yen, sarapan: 400 yen. Total: 3790 yen.

See you again🙂 semoga kita masih diberi kenikmatan dan rezeki untuk menjelajahi keindahan dan mensyukuri kebesaran Allah🙂 Amiin..

kesimpulannya, jalan sendiri memang enak, tapi lebih enak kalau jalan rame-rame.. sekian.. hehehe..

berikut ini kumpulan video selama saya di jepang :

50 thoughts on “Jalan-jalan ke Jepang Sendiri

  1. Wkwk.. Senang bisa baca blog jepang ini :p, abis nyatet buat ittenary nov..

    cool pergi sendiri, dan untung ada tripod ya bisa dipeluk dan ada yg nemenin *ngakak*..

    dan berkat tripod bisa foto diri sendiri yg banyak juga kan haha..

  2. Saya barusan cari2 info mengenai pendaftaran visanya lalu menemukan link ini (http://www.koryu.or.jp/kaohsiung-tw/ez3_contents.nsf/08/02E7DD9310EC780649256FF9002D49B8?OpenDocument) tapi ada pertanyaan ni. Siapa tau Mas bisa jawab.

    1. Apakah kita harus memiliki penjamin(guarantor) atau orang yang mengundang kita selama disana?
    2. Apakah masa berlaku ARC harus minimal 3 bulan?
    3. Apakah harus sudah punya tiket pesawat dan itinerary kegiatan selama disana?
    4. Apakah harus melampirkan copy buku tabungan? Sebaiknya berapa saldo minimal?
    5. Apakah bisa dishare daftar dokumen yang Mas dulu lampirkan waktu apply visa?

    Terima kasih.

    • 1. Saran saya pakai alasan travel saja. Booking hotel yg cancellationnya free. Lbh sederhana.2. ARC saat kembali masih berlaku. 3. Ya harus. 4. Iya. Sy tdk tahu minimal brpk. Tp plg tidak cukup utk selama hidup dsana . 5. Sama dokumennya.

  3. hii, seru liat blognya sepertinya menyenangkan sekali di jepang. boleh tanya bbrp tips?
    haha saya dari tokyo ingin jalan sampai ke osaka pengen cover
    1. tokyo
    2.fuji(hakone)
    3.kyoto
    4.osaka
    kira2 saya pk tansportasi apa ya? apakah beli JR pass? atau pake bus malam saja dari tokyo ke kyoto untuk hemat hotel? makasih🙂

  4. wah seru banget baca ceritanya selama di jepang. btw masnya bisa/ngerti bhs jepang ga? saya punya rencana mau ke jepang juga april nanti, tapi masih minder krn ga ikut tour dan ga bisa bahasa jepang. ada sarannya ga mas? terima kasih😀

  5. Hi Galih!
    Aku rencana mau ke Jepang jg summer ini (kalo udah beres defense XD)
    Makasih banyak ya blog nya! bener2 referensi yg oke hehe..
    Tar aku japri ya buat tanya2 reservasi tiket n spot2 oke
    Makasih banyak🙂

  6. haiiiii mass mau nanyaaaa nih kalo aku ke Jepang sendirian aman ga sih ? Trus susah ga naik train katanya ga ada english ya ? Makasihhh banyakkk mas kalo mo jawab skalian kalo berbaik hati bagi itinerary hehe makaciii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s