Sesi LIGHT bersama Leon Kamilius : Belajar dari Koperasi Kasih Indonesia

Naah.. kali ini saya kembali menuliskan pengalaman bertemu dengan tamu yang datang ke kantor untuk memberikan “pencerahan” dalam sesi LIGHT. Kali ini tamu yang hadir adalah Kak Leon Kamilius. Beliau adalah pendiri koperasi kasih Indonesia. Koperasi ini layaknya grameen bank. Ia memberikan pinjaman kepada masyarakat miskin untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Kisahnya bermula saat terjadi gempa di padang. Dia secara sukarela dating ke sana untuk membantu menyalurkan bantuan. Meski hidup sederhana namun dia merasakan hati yang tenang dan lebih bahagia karena bias bermanfaat bagi orang lain. Selanjutnya, setelah kembali ke Jakarta. Dia merasakan memang hatinya lebih cocok menjadi social entrepreneur. Dan ternyata kebetulan sekali saat evaluasi dari kantornya McKinsey, dia menjadi tidak fit dan disarankan untuk meninggalkan pekerjaan yang sekarang.

Dari situlah dia memulai menjadi sang social entrepreneur. Setelah melihat peta kemiskinan yang ada di Jakarta. Dia melihat bahwa cilincing adalah lokasi yang pas. Karena jumah penduduk dengan tingkat kemiskinan yang di atas rata-rata.

Ia bersama dengan 4 orang teamnya perlahan tapi pasti melayani. Tidak hanya memberikan pinjaman. Tetapi mengajarkan juga life style menabung dan berhemat untuk sesuatu tujuan yang lebih besar. Proses peminjaman juga sangat mudah. Pinjaman diberikan per kelompok dan tidak perorangan, sehingga dapat saling support satu sama lainnya. Pinjaman juga tidak memerlukan anggunan atau jaminan. Hanya kepercayaan🙂. Selain itu, jika dapat mengembalikan dengan tepat waktu, maka peminjam dapat meminjam dalam jumlah yang lebih besar.

Selain kisahnya yang inspirasional🙂 saya juga mendapatkan beberapa insight :

  1. Miskin itu bukan karena kemalasan. Tetapi karena tidak tahu dan kesulitan untuk mengkapitalisasi modal yang dia punya.
  2. Goal yang besar dapat dan mungkin dicapai jika kita memiliki detil capaian yang mau kita buat. Kak Leon memisalkan dengan jika kita mau memasukkan anak ke sekolah di tahun depan. Maka jika kita uang tersebut hingga satuan per hari. Maka besarnya ternyata tidak besar. Namun butuh konsistensi.
  3. Dalam memotivasi orang untuk berubah, yang diperlukan adalah internal motivation dari orang tersebut. Lingkungan hanya salah satu factor pendukung.
  4. Social entrepreneur bias diaplikasikan juga dalam sector private. Sejatinya kita harus punya tujuan yang mulia. Membantu orang lain. Terlalu dangkal jika hanya memntingkan profit semata. Semangat berbagi juga harus menjadi bagian dari setiap karyawan🙂

Semoga sedikit kisah ini bias memberikan letupan semangat untuk berbagi dengan orang lain🙂

One thought on “Sesi LIGHT bersama Leon Kamilius : Belajar dari Koperasi Kasih Indonesia

  1. Pingback: Koperasi Kasih Indonesia | WELCOME TO MY BLOG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s