Belajar “How to Handle Disaster” dari Team Jalin Merapi

mas nasir - team jalin merapi

Tepat sekitar dua bulan lalu, saya berkesempatan untuk bertemu dengan mas nasir, beliau ini salah satu coordinator dan pendiri dari jalin merapi orangnya ramah dan senang berbagi cerita. Menyenangkan…

Berikut ini beberapa catatan hasil diskusi beliau beserta insight yang saya dapatkan.. semoga bermanfaat bagi anda🙂

Ok.. kita mulai dari cerita ide pertama terbentuknya jalin merapi ini. Ide awalnya sederhana. Hanya ingin me-link an beberapa komunitas yang belum terhubung. Dari beberapa komunitas radio yang sifatnya local dan tersebar di beberapa Titik di kawasan merapi. Dari hasil kumpul-kumpul, dengan dipandu dari team combine, tahun 2006 terbentuklah komunitas jalin

merapi ini. Yang tadinya hanya 3 posko, kini berkembang hingga 11 posko aktif. Komunitas ini dibentuk untuk saling meng-update berita dan kondisi terakhir di kawasan merapi. Mengapa tidak lewat televisi? Sebab media televisi lebih banyak mengungkap hal yang sifatnya dramatisasi. Tidak focus pada bantuan dan manusia. Tapi hanya kejadian, kronologis yang sifatnya dramatic event saja. (emang bener sih ini.. setuju banget..) Nah, media alternative ini menjadi semacam hub atau konektor dari berbagai komunitas – berkembang hingga ratusan komunitas yang terkoordinir rapi berfokus pada manusia korban bencananya.

Banyak hal kejadian menarik dari cerita mas nasir ini… Pernah ada pengalaman, saat terjadi erupsi di merapi, seseorang tidak dikenal update via sms ke team jalin merapi. Katanya diperkirakan ada ribuan orang yang sedang berjalan menuju lokasi pengungsian di stadion. Team merapi segera bereaksi dengan menelpon koordinatornya. Kemudian setelah cukup data berupa banyaknya pengungsi, segera mengupdate via twitter. Segera saja berita tersebar. Dan luar biasanya, mereka semua tidak saling kenal, tapi bantuan untuk orang yang jumlahnya ribuan itu dapat tercukupi dengan baik. Luar biasa.

Ada kemungkinan kasus penipuan? Ohya mungkin saja! Tapi tidak perlu takut, karena jika terjadi penipuan, tinggal kirim status di social media, dan massa pun menjadi hakimnya.. hehehe.. intinya adalah verifikasi tetap perlu dilaksanakan, tapi jangan sampai mengorbankan kecepatan reaksi.

Yang menarik lainnya adalah berkembangnya organisasi ini sangat organic, dalam waktu singkat, ribuan relawan terlibat, web dan alat-alat pendukungnya juga berkembang dengan organic. Namun, masih tetap terkoordinir dengan baik dan terarah. Ini

yang tidak bisa dilakukan oleh team yang sama versi pemerintah. Key point dan insight mengapa mereka bisa melakukan hal seperti itu adalah sbb:

  • Kontak local yang terjalin sangat kuat
  • Kepercayaan antar team dan unsur yang terlibat
  • Cepat dan transparan. Tidak ada informasi yang ditutupi.
  • Menghindari symbol-simbol, mindset yang dibentuk adalah membantu karena ke-ikhlasan
  • Menggunakan semua channel secara terintegrasi (HT, twitter, blackberry, facebook, web, radio, dsb)
  • Grouping contact dan menyederhanakan proses komunikasi (tidak perlu pakai aturan). Informasi disharing dan disebarluaskan berdasarkan group contact. Karena kelebihan informasi juga membuat ketidakpekaan.
  • Persiapan dan pelatihan tidak hanya yang berisiko terkena bencana. Tapi semua yang mungkin terlibat. Karena korban bencana tidak mungkin membantu orang lain sebelum diri dan keluarganya selamat dan aman.

Nah.. itu yang bisa saya share dari hasil pertemuan dengan mas nasir.. semoga bermanfaat..

2 thoughts on “Belajar “How to Handle Disaster” dari Team Jalin Merapi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s