Ungkapan hati yang tidak perlu diberi judul : khusus untuk saya… dan anda…

Duuuh, memang benar ternyata, kalau sedang jatuh cinta, dengan apapun itu. Anda bisa mngerjakannya dengan luar biasa. Misalkan saja anda sedang menyukai fotografi, maka berapapun harga kamera DSLR anda, menjadi tidak penting (penting sih… tetapi bukan prioritas.. hehe). Kalau anda sedang sangat mencintai menulis lewat blog.. maka jam berapapun, meski lelah sekalipun, anda masih tetap menikmatinya.

Inilah perasaan yang secara alamiah ada dan tidak perlu dipaksakan. Saya dan anda pun juga tidak perlu mencari-cari alasan mengapa saya harus mencintainya ya? Selama tidak merugikan orang lain dan masih berada pada koridor agama, saya pikir sah-sah saja seseorang jatuh cinta..

Allah hanya mengingatkan, jangan sampai yang anda cintai itu, melebihi kecintaan anda kepada Tuhan anda. Ini yang harus hati-hati. Karena kalau sudah menduakan Allah.. wah ini sudah tidak benar.. hati-hati lo… balasannya tidak main-main.. mungkin anda bisa masuk neraka karena Allah cemburu pada anda…

Neraka atau surga. Karena hanya itu pilihannya. Anda tidak bisa berada diantara keduanya. Tidak ada ruang antara neraka dan surga. Begitu katanya. Mencintai Allah seutuhnya, atau menduakanNya. Dicintai olehNya, atau dimurkaiNya. Menjadi orang baik atau buruk.

Itu semua berpaling kepada anda. Life is choice. Bagi orang yang cerdas, ia akan memilih hidup yang abadi, dibandingkan dengan hidup yang sesaat. Ia lebih memilih hidup setelah kematiannya dibanding sebelum kematiannya. Ia akan mempersiapkannya dengan baik.

Tampaknya saya, begitupun juga anda sering kali terlena dan terlupa akan kewajiban itu. Karena memang hal yang paling mudah adalah melupakan kewajiban kita kepadaNya. Padahal ktia tahu, bahwa Ia tidak pernah lupa terhadap kita. Oleh karena itu, berhati-hatilah memilih teman, persahabatan, bahkan pasangan hidup. Boleh siapa saja.. tetapi mohon diperhatikan dengan seksama. Sekali lagi, dengan seksama!

Apakah anda pernah mendengar salah satu ungkapan bahwa kalau anda mendekati tukang minyak wangi, maka bau badan anda akan ikut wangi. Jika mendekati tukang pandai besi, maka mungkin anda akan ikut terluka. Ini adalah isyarat namun bukan teorema. Sebaiknya bukan seharusnya. Karena saya juga percaya, apalagi manusia bisa saja berubah. Benar! Benar sekali! Hari ini anda bisa A, besok menjadi B, keesokan hri lainnya menjadi C, atau bahkan menjadi A kembali.

Terlalu rumit memang jika dipikirkan, oleh karenanya lebih baik dijalankan saja. Toh sudah terlalu banyak contoh baik itu yang baik maupun yang buruk. Tampaknya tidak baik juga jika anda dan saya hanya berpikir sedangkan life must go on. Memang benar segalanya harus dipikirkan. Tetapi satu yang absolute. Cintai Allah melebihi apapun juga.

Insyaallah hidup anda menjadi berkah. Yang kurang menjadi cukup. Yang berlebih menjadi tidak sombong dan terus berbagi. Karena tujuan anda melebihi batas waktu yang anda punya. Inilah indahnya. Anda hidup tidak hanya untuk sekitar 60 tahun. Tapi selamanya.

Always be inspiring and useful. Itulah dua sisi mata koin kehidupan ini. Bayangkan jika semua orang menjadi demikian. Aah… betapa indahnya hidup ini. Masing-masing melepaskan egonya… semua bersinergi… mungkin itulah kiamat. Karena tenyata memang sudah sunnatullah, ada pemeran yang baik dan jahat. Semua adalah pilihan. Karena takdir kita yang menentukan.

Sudah sewajarnya, saya dan anda saling mengingatkan.. salah satu medianya adalah melalui tulisan ini.. entah berapa banyak yang tersadarkan.. saya hanya berniat saling mengingatkan.. mengingatkan kebaikan..

Tidak sesederhana itu memang.. tapi jika kita mulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, kemudian keluarga kita, rasanya tidak ada yang mustahil. Segalanya bisa terjadi… saya dan anda bisa ikut menjadi agen perubah negeri ini.. tidak sekedar menjadi penonton.. atau bahkan penumpang gelap yang memicu keributan.. desas-desus..

Usaha saya dan anda, apapun itu, akan dicatat sebagai amal baik.. amin.. semoga saja.. ikhlaskan saja.. anggap ini sebagai kontribusi kita untuk bahan jawaban saat ditanya oleh Allah nanti di hari kebangkitan.

Tidak menjadi penonton! Namun juga sebagai pemain!
Insyaallah!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s