Food, Feed, and Fuel with IAAS

Awal bulan November 2010 yang lalu senangnya saya mendapatkan kesempatan untuk berjumpa dengan adik-adik IAAS saya di puncak. Saat itu saya diminta untuk membawakan materi tentang food, fuel, and food. Memberikan mereka pandangan secara lebih luas dan komprehensif bagaimana interaksi ketiganya serta ide-ide apa saja yang dapat dikembangkan dari tema tersebut untuk bahan kajian yang lebih dalam. Selain memberikan materi serius, saya bersama beberapa rekan alumni iaas lainnya juga diberi kesempatan untuk sharing pengalaman dan apa saja yang didapat di IAAS ipb. Oke… saya mau jelaskan sedikit dulu tentang hubungan fuel, food, dan feed ya…. Selanjutnya saya akan sharing pengalaman saya selama di IAAS ipb…

Mengenai masalah keseimbangan antara food, feed, and fuel… pertama kita lihat dulu faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keseimbangan antara ketiga hal ini.. faktor pertama adalah karena tingginya pertumbuhan populasi dunia. Sehingga menyebabkan semakin banyak orang yang butuh diberi makan sedangkan untuk menumbuhkan serta menghasilkan makanan, dibutuhkan lahan yang tidak sedikit. Padahal lahan ini sudah terkonversi sebagai tempat tinggal dan lainnya.

Selain itu, faktor penting lainnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat dunia, terutama di asia. Kelas menengah di asia semakin menggemuk. Peningkatan kesejahteraan ini mengakibatkan konsumsi hewan ternak semakin meningkat. Dengan meningkatnya konsumsi hewan ternak ini, membuat konsumsi pakan ternak menjadi meningkat pula.

Lain hal dengan faktor yang mempengaruhi fuel, faktor yang paling berperan dalam kebijakan ini adalah kebijakan pemerintah atau kesepakatan internasional. Salah satu kebijakan yang berpengaruh contohnya ialah kebijakan mengenai penggunaan 15% energy total yang harus berasal dari energy alternative.

Adapun beberapa tanaman utama dunia yang mensupport food, feed, dan fuel adalah sebagai berikut :jagung, kedelai, gandum, dan beras. Dan sebagian besar tanaman tersebut, dikuasai oleh amerika serikat. Indonesia hanya tercatat di tempat ketiga untuk penghasil beras dunia. Menurut hemat saya, ke depan, setidaknya, kita harus bisa menguasai minimal 3 tanaman konsumsi dunia ini. beras, kedelai, dan jagung. Mengapa kedelai dan gandum tidak? Sebab gandum jika tidak ditanam di suhu subtropik memiliki umur yang lebih pendek, sehingga kadar protein dari gandum tersebut menjadi rendah dan sulit untuk dimanfaatkan ke bahan pangan.

Untuk menciptakan keseimbangan dan kesinambungan di antara ketiganya kita perlu memahami konsep bahwa sumber daya yang sifatnya sustain seperti cahaya matahari, udara, air, panas bumi,mineral, bahkan nuklir harus dimanfaatkan dengan bijaksana untuk kepentingan pemenuhan fuel dan pengembangan biomasa. Karena dari biomassa lah sumber masa depan untuk energy alternative, makanan bagi manusia, dan makanan bagi hewan.
Tantangan masa depannya adalah bagaimana kita mampu menciptakan biomassa yang efektif, massive, dan sustain. Karena di masa mendatang, kebutuhan food diperkirakan akan terus stabil menanjak, sedangkan feed akan meningkat drastic, dan fuel akan meningkat jauh lebih drastic lagi. Permintaan terhadap ketiga sector ini meningkat, padahal lahan terus berkurang, dan air semakin sulit untuk dicari, untuk itu, kita juga harus menguasai sector perbenihan dan proteksi tanaman. sebab dari sinilah akan lahir tanaman yang memiliki rendemen tinggi sehingga jumlah kuantitas naik secara signifikan tanpa harus takut kehilangan lahan. Yang lebih hebat lagi kita menguasai hingga ke molecular breeding. Sehingga bisa mendesain tanaman dengan yield seperti apa yang kita mau.

Tantangan selanjutnya adalah mengembangkan alternative energy dari berbagai jenis sellulosa yang tersedia dan jumlahnya melimpah di alam. Ini perlu kita kaji lebih lanjut efektifitas dan kemassivannya. Alternative lainnya adalah kita menggunakan system zero waste, sehingga setiap bagian dari tanaman yang ktia tumbuhkan, tak ada satu bagianpun yang dibuang percuma. Kita bahkan bisa menggunakan 1 tanaman untuk 3 fungsinya sekaligus sebagai food, feed, dan fuel.

Terakhir, tentu saja dalam menyeimbangkan berbagai factor ini, ujung-ujungnya adalah masalah ekonomi. Dengan demikian, solusi yang terintegrasi wajib hukumnya untuk menyelesaikan dan menyeimbangkan ketiga hal ini. memang ini seperti bermain keseimbangan telur di ujung tanduk kerbau..

Demikian sedikit pemaparan sangat singkat mengenai hal ini…
Selanjutnya saya akan cerita sedikit tentang saya dan teman-teman iaas saya…

Di iaas ini, saya bergabung sejak tingkat pertama, waktu itu saya diwawancara oleh kak eprim dan kak sapa itu lupa namanya yang menangin the scholar nya metro tv… wew… dari situ aja saya sudah sangat berharap bisa bergabung di iaas. Iaas ini gudangnya anak-anak outstandingnya ipb. Di sini tempatnya orang-orang yang demen ngomong bahasa inggris, keluar negeri, ikut lomba dan berprestasi… hahaha… narsis juga pastinya. Karena disinilah, saya jadi punya cita-cita setinggi langit, pengen ke luar negeri gratis, ikut lomba sana-sini, jalan-jalan, sahabat dekat, dan menjadi mahasiswa berprestasi. Aiih, tinggi betul cita-citanya… tapi Alhamdulillah.. karena selalu dikelilingi oelh sahabat-sahabat yang luar biasa serta punya cita-cita yang sama, semua menjadi terkabulkan. My dreams come true… subhanallah… inilah yang membuat sampai detik ini, saat ada acara iaas saya selalu ingin menyempatkan diri untuk hadir, berbagi ilmu dan pengalaman dengan adik-adik di iaas. Dan saya tidak sendiri, seluruh alumni iaas merasakan hal yang sama dengan saya. Viva iaas… semoga organisasi ini juga senantiasa mampu menjadi manfaat bagi tidak hanya anggotanya.. namun juga untuk bangsa ini.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s