Napak Tilas Sunda Kelapa

di sunda kelapa

di sunda kelapa

Bruss… Begitu suara deburan ombak di pelabuhan sunda kelapa. 13 september 2010. Kali ini bersama rombongan geng keluarga komplek kami bermain-main di pelabuhan sunda kelapa. Pelabuhan ini sangat terkenal sejak zaman dahulu kala. Ia sebagai salah satu pusat perdagangan dunia. Syah bandar ini sejak zaman penjajah selalu diperebutkan karena letaknya yang strategis.

Puluhan kapal kayu berukuran rata-rata 1000 tonase berbaris rapih siap untuk dijejali barang-barang yang akan dikirim ke berbagai pulau di nusantara. Kapal-kapal itu sungguh anggun lamat-lamat naik dan turun karena hempasan ombak.

Meski panas terik, kami tetap saja hunting foto kesana kemari. Ohya beruntungnya, salah satu dari sekian banyak kapal di sini adalah milik saudara teman sekomplek kami. Dan kebetulan sekali kapalnya sedang bersandar di bibir pelabuhan. Sebut saja namanya pak juju. Beliau memiliki darah keturunan bugis. Yang sejak dahulu kala sangat terkenal pandai melaut. Kami pun tentu saja menaiki kapalnya yang gagah. Kapal ini terbuat dari kayu yang dikerjakan dengan teliti serta cermat. Kapal ini mampu memuat 20ribu sak seukuran sak semen. Navigasinya kini telah menggunakan gps. Lain hal dengan dulu, para pelaut kita masih menggunakan ilmu bintang dan navigasi kompas. Di atas geladak kapal tempat kelasi tinggal serta nakhoda mengendalikan kemudi, fasilitasnya lengkap lo.. Mulai dari televisi berwarna, hingga lemari es freezer pun ada di sini. Dapurnya pun juga lengkap. Saat kami berada di atas kapal, kami disuguhi kerang hijau segar hasil tangkapan iseng di laut. Nikmatnya.. Masih fresh from the oven.. Hehehe..

Sang nakhoda saat mengemudikan kapal itu butuh kehalian khusus serta koordinasi dengan para kelasi. Sebab mengemudikan kapal tidak semudah yang dibayangkan. Tetapi kombinasi dari ilmu navigasi, feeling arah angin dan ombak, kecepatan serta arah kapal, serta koordinasi dengan kelasi. Semua elemen tersebut harus harmonis dan tepat. Jika ada yang tidak sesuai diantara kombinasi tersebut, maka dua kemungkinannya. Tidak sampai tujuan atau karam di tengah lautan. Serem kan (>.<). Hehe..

Selepas dari pelabuhan sunda kelapa, kami menyantap masakan seafood di daerah muara angke. Nikmatnya.. Kerang darah, cumi goreng, cumi saos tiram, ikan baronang dan ikan lainnya… Sedaap..🙂 plus es kelapa muda.. Slurrp.. Segaar…🙂

Lain kali, dengan sangat senang hati saya akan bermain-main kesini lagi… Anyway, kalau anda ingin ke sini juga Ajak-ajak ya… Hehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s