Hiking at Cikuray Mountain – Garut, West Java

summit attack

Heu… naik gunung? Bisa gak ya… hmm… ayo dicoba deh… terus terang ini pertama kalinya ak naik gunung di Indonesia..hehehe sebelumnya ak pernah naik gunung alpen di swiss.. gaya nya… kalo di swiss ada kereta gantungnya..trus baru jalan trecking.. sampai ke puncak… seru!! Dan berharap naik gunung kali ini juga sama… kita lihat saja nanti… bagaimana ceritanya.. lets cekidot…
Perjalanan kali ini Lagi-lagi berangkat dengan teman-teman kantor. laki-laki semua. dalam arti yang sebenarnya..(loh.. hahaha) yang ikut ada ak, billy, sigit, kang firman, aip, kang jaji, mas untung, mas ael, mas ari, dipandu oleh bang yasin. Sip… persiapan dilakukan dengan mantap, dari sisi logistic, berbagai macam makanan dibawa, mulai dari nugget, sosis, beras, snack, kopi, the, gula, wah..pokoknya kita mau pesta deh di atas gunung.. dari sisi peralatan lainnya, kita sudah nyiapin tenda, jerigen air, matras, sleeping bag, permen, balsam, salep, macem-macem lah siap tempur.. mau tau bawaanku kayak apa? Ak bawa banyak kaos, baju, snack, bahkan nutrisari 1 liter pun aku bawa. Total di carrier beratnya mencapai 16 kg. wew… berat.. tapi harus terlihat cool.. hahaha… biar keren dan dianggap sebagai lelaki sejati… hahaha…
Kami berangkat di hari jumat malam, dan rencananya minggu malam sudah kembali di bogor. Sebelum berangkat, kami di-briefing oleh kang yasin. Selanjutnya foto bersama. Jam 10 tepat kami keluar dari kantor, Kami mencarter angkot sampai ke perempatan ciawi. Dari sana kami akan mencegat bus kea rah garut. jam 11 malam, kita baru mendapatkan bus. Alhamdulillah.. sebenernya udah hopeless.. ya kalo gak dapet bus.. kita camping di puncak aja.. hahahaha… ak menegak pil tidur biar bisa terlelap di bus.. dan sukses.. pil bekerja dengan baik… sampai di garut tepat jam 4 pagi. Dari terminal bus, kami mencarter angkot lagi hingga batas pos perkebunan teh. Angkot tidak bisa lebih jauh lagi, karena trecknya sudah tidak bisa dilalui mobil. Sampai di pos, kami melaporkan diri sekaligus sekalian sholat subuh, dan menghangatkan dengan indomie, tak lupa kami beli sayur mayur untuk bikin sop di gunung.. mantap ^¬¬_^. Sampai tahap ini, semua masih sumringah… terlihat gunung cikuray tinggi menjulang. Dan saya sendiri bilang.. oh..deket.. tuh keliatan… hahaha…
Kami mulai berangkat menyusuri kebun teh tepat di pukul 8 pagi. Tujuan kami adalah ke stasiun relay. Ini adalah pos terakhir sebelum kita benar-benar naik ke puncak gunung. Dari pos kebun teh keliatan kok… estimasi sampai disana adalah jam 10. Artinya 2 jam perjalanan. Kita lihat saja… yeay.. perjalanan dimulai… naik-naik.. ke puncak gunung.. tinggi..tinggi sekali.. kiri-kanan kulihat saja banak pohon cemara… tralala..trilili… jam sudah menunjukkan pukul 10. Kok ternyata gak nyampe2 ya… badan udah mulai pegel karena ngangkut carrier seberat 16 kg. huah…. Ternyata kita akhirnya baru nyampe di stasiun relay pada pukul 12 siang… OMG.. it means kita jalan udah 4 jam sendiri.. itupun perlu dicatat.. belum memulai pendakian.. hahaha..
Sampai di stasiun relay, kami mengisi air. Karena menurut bang yasin, di puncak, kita tidak akan menemukan sumber air lagi.. selain itu, kami makan siang dengan menu sop dan indomie… mantap.. that’s one of the best soup I’ve ever taste. Hahaha… selanjutnya kami sholat dan segera berkemas untuk siap berangkat. Di stasiun relay, kami bertemu dengan tim SAR yang sedang mencari orang hilang di gunung cikuray… eng ing eng… what! Orang hilang.. wah… ternyata medannya gunung cikuray cukup berbahaya, hutannya rapat, hutan basah, pendakian terjal. Heu…. Tetap semangat.. la wong dah sampe sini masa mau balik…
Pukul 2 siang, kami mulai naik ke atas. Terus terang mulai detik itu, aku tidak bisa senyum. Karena terbayang betapa tingginya gunung cikuray dan medan yang kami tempuh sepertinya tidak mudah. Pada awalnya, kami janjian setiap setengah jam sekali, kami akan berhenti untuk istirahat. Di setengah jam pertama, mekanisme ini berlaku. Tapi selanjutnya, semakin naik ke atas, semakin sering kami…oh..lebih tepatnya saya yang istirahat. Hamper setiap 5 bahkan 10 menit, saya minta break untuk istirahat.. di sini saya mendapatkan banyak pelajaran… dan memang mental benar-benar diuji.. sempat terpikirkan olehku, “ya ampun..ngapain cape-cape begini naik gunung… mending dirumah.. enak..”kaki benar-benar sudah mulai pegal, asam laktat yang menumpuk dipersendian kaki sudah tertumpuk sedemikian menumpuk… huh… benar-benar.. membuat diri saya begitu lemah diantara yang lainnya. Rekan2 lainnya masih bisa nyanyi-nyanyi dan ngobrol…saya? Sama sekali tidak.. bahkan untuk membuang energy untuk tersenyumpun rasanya malas sekali… muka saya benar-benar pucat karena kelelahan… konsumsi air minum tim menjadi diluar perkiraan, karena kita banyak minum, akibat banyak beristirahat. minuman mulai dari air putih, pocari, extra joss.. keluar semua.. termasuk persediaan coklat.. ludes.. wah.. memang banyak menguras energy… Saya benar-benar menjadi bottle neck saat pendakian ini…hosh… (- -“) maafkan ya kawan..
Saat naik gunung, saya diminta untuk melihat pandangan ke bawah saja. Langkah kecil setapak demi setapak saja… ah…. Tapi hidup ini seperti mendaki gunung memang… jangan terlalu sering melihat ke atas, lihatlah ke bawah. Karena suatu saat, kita pasti kan sampai di puncak. Saat-saat seperti ini juga membuat kami menjadi semakin dekat seperti saudara. Yang kuat membantu yang lemah. Saling mengisi untuk kepentingan bersama. Dan semakin yakin bahwa manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuasaan Allah sang pencipta… rasanya benar-benar mau pingsan.. haah…
Total perjalanan dari stasiun relay hingga puncak bayangan sekitar 7 jam perjalanan.. itu padahal belum sampai ke puncak benerannya lo… karena waktu yang sudah terlalu larut malam, saat itu pukul 8 malam. kami sepakat untuk bikin camp di puncak bayangan. Esok pagi saja kita ke puncak benerannya… sebenernya udah deket.. tapi itu deket menurut siapa ya… hahaha..kita liat aja besok..
Malam itu, kami diberi tugas.. ada yang membuat tenda, ada pula yang memasak.. kebetulan banget..aku di bagian yang masak-masak…asyik… yeay… suhu udara di saat itu sekitar 14 derajat.. sangat dingin menusuk ke tulang.. padahal udah pake pakaian super lengkap dan super ketutup untuk menghindari dingin..tapi tetep aja..tembus! hidung pun diberikan koyo, supaya tidak mampet dan tetap hangat… saat digunung seperti ini, hal yang dimasak pertama kali adalah air panas.. karena dengan demikian, kita bisa membuat berbagai jenis minuman sebagai pengganti energy secara cepat setelah pendakian. Menu malam itu adalah cumi saus tiram, nasi yang akhirnya jadi nasi pera… hahaha…trus telor orak-arik, tempe pedas.. serta sarden… hiuh…mantap…
Malam kian larut, jam menunjukkan pukul 12 malam. Setelah sholat di dalam tenda, saya pun tidur, dengan sleeping bag..itupun masih menggigil….hua… paginya, setelah sholat shubuh di dalam tenda, saya kembali menjadi tim masak. Kali ini menunya adalah roti dan lain sebagainya. Ohya… sebelum melanjutkan pendakian sampai puncak yang benerannya..kita pemanasan dan membuat games kecil… seru!!! Setelah siap, kami naik ke puncak. Kali ini kami tidak membawa carrier. Ternyata jalan ke puncak masih ditempuh dalam waktu 45 menit. Wah…ini sih kalo kita pas malem maksa naek.. bisa 2 jam-an pas di puncak… heuheu…
Sampai di puncak… saya benar-benar tak bisa berucap apa-apa selain berzikir terhadap kebesaranNya. Subhanallah..luar biasa… terbayar semua kelelahan saat mendaki.. pemandangan yang dapat dilihat dari ketinggian lebih dari 4800an m dpl sangat luar biasa…. Allahuakbar! Ini dia yang membuat naek gunung menjadi semacam hobi yang membuat candu… tapi eits..itu tidak berlaku untuk saya… hahaha…cukup sekali ini saja ya… sebelumnya, saya selalu berpikir kalau orang naek gunung itu hal sepele dan cukup untuk orang yang kurang kerjaan.. tapi sejak saat itu… mindset saya seketika berubah… salut dan hormat saya bagi para pecinta alam.. yang suka naik gunung.. kalian sungguh hebat! Sungguh! Empat jempol saya kasih… (^_^)
Di atas, terlihat berbagai puncak gunung di sekeliling cikuray, mulai dari gunung ciremay, gunung gede, gunung papandayan, gunung tangkuban perahu, gunung satria, dan gunung-gunung lainnya…subhanallah..belumlagi pemandangan kota garut dari atas yang luar biasa…indah sekali…tiada duanya… seperti di tipi-tipi… dan seperti di atas pesawat.. hahaha…
Setelah puas menikmati pemandangan, sekaligus foto-foto, minum the hangat, minum jus jeruk.. kami pun turun ke bawah, ke puncak bayangan. Kalau tadi naiknya 45 menit, ternyata turunnya hanya butuh 30 menit. Dan tidak secapai pas mendaki.. hehehe..alamat baik nih…
Sampai di puncak bayangan, kami segera berkemas dan makan siang.. menu kami kali ini adalah nugget, sarden, mie, sosis… mantap.. kali ini saya benar-benar bodoh.. ternyata sebagain besar isi carrier saya tidak terpakai. Karena isinya baju dan celana yang ternyata tidak saya gunakan juga pada akhirnya… hahaha.. it means pas bawa 16 kg, yang terpakai hanya sekitar 1/10 dari yang saya gunakan.. sisanya tidak terpakai…hahahaha baru sadar sekarang.. telat banget… hoho.. (-_ -“)
Jam setengah 2 siang kami memulai menuruni gunung… tebak..berapa waktu yang kami butuhkan untuk sampai ke stasiun relay?… hahaha.. ternyata hanya 2.5 jam saja…. Ampun deh… benar2 sampai lebih dari 2 kali lipat dibanding saat pendakian yang memakan waktu 7 jam.. ye ye ye…. untuk turun gunung, yang dibutuhkan adalah pengereman yang bertumpu pada lutut. Wuih… pas sampai di stasiun relay.. rasanya kaki udah pengen copot aja.. lutut mati rasa… hadooh…
Dari stasiun relai, kami menghabiskan sisa persediaan logistic.. selanjutnya, sekitar jam setengah 5 sore, kami bersama timSAR turun ke bawah. Kami berjalan dari stasiun relai hingga rumah penduduk. Selanjutnya dilanjutkan dengan naik mobil pick up terbuka… haa… indahnya.. terlihat dari kejauhan.. gunung cikuray menjulang tinggi… ya ampun.. gak nyangka.. kita kan abis sampai di puncak gunung itu.. wa… sampai di terminal bus garut, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri untuk beli oelh-oleh dodol garut, dan mengisi perut yang sudah keroncongan.. anyway setelah itu, pas jam 9 malam, Kami tidak mendapatkan bus yang langsung lewat bogor.. tapi kami mendapatkan bus yang ke kampung rambutan.. ya udah lah ya… alhasil..sampai bogor jam 3 pagi.. dan jam setengah 10 pagi… harus masuk kantor!! Hahaha…kebayang kan… gemana capenya… dan yang lucu…pas naek tangga itu lo…jalannya harus bener2 pelan..karena sakitnya baru berasa… dan tau nggak…sakitnya baru hilang satu minggu kemudian… hehehe… benar2 menjadi pengalaman yang tak terlupakan.. ^_^

4 thoughts on “Hiking at Cikuray Mountain – Garut, West Java

  1. hehe, jadi senyum2 sendiri baca postingan ini. nostalgia waktu di Pepala. sekarang mah naek tangga aja udah males *hiperbol*. waktu malemnya mendung ga, kak? kalo ga mendung langitnya kan indah bgt di gunung, bintangnya keliatan banyaaak…

    btw ibuku jadi ketua PPSDMS putri tuh kak, alumnusnya berkenan bantu2 ndak? hehe.

    • asw. azka..pa kabar?
      kebetulan waktu itu agak mendung, jadi tidak ada bintang yang terlihat… tapi kalau bulan, benar2 jelas terlihat, karena sedang full moon… subhanallah..indah banget…

      anyway.. utk ppsdms putri… emang kalo kita bantu…bantu ngapain ya? hehehe… cukup dana nya mungkin ya… kan senior2 yang akhwat juga banyak yang bisa bantu… salam untuk ibu ya…

      • wa ‘alaika salam.. alhamdulillah, baik..
        wah, aku justru belom pernah ngeliat bulan purnama waktu di gunung, indah banget pasti ya..
        banyak, kak, ngebantuin ibu ngerjain disertasi, nerjemahin jurnal, dll.. haha, ini mah bukan bantuin PPSDMS-nya ye.. =P
        iya, insya Allah disalamin, kak.. =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s