A long road to “mawapres”

Tingkat 1 di ipb:
“Wah asyik juga ya kalo jadi mawapres, bisa sharing ke banyak orang. Bisa dikenal banyak orang,. Dan wah..kayaknya keren abis tuh..” gak tau kenapa pikiranku melayang sebegitu jauhnya. Waktu itu aku melihat sesosok kak herold, kakak kelas ku di itp, sekaligus teman organisasi di iaas. Wah..mungkin gak ya? Kayaknya almost imposible. Ada berapa ribu orang di ipb yang mengimpikan hal yang sama. Dan pasti susah banget ngedapetinnya.
Zap. . pikiran itu seketika juga melayang.. entah pergi kemana..
Beberapa waktu kemudian…
What? Anak itp lagi yang juara? Kali ini kak steisi. Kakak kelasku di itp juga kakak ku di iaas. Wuih.. mantep banget nih orang. Tapi gak salah sih emang.. prestasinya memang menonjol. Beberapa kali kak steisi ini pergi ke luar negeri untuk presentasi paper. Bahasa inggrisnya oke banget. Sering jadi master ceremony di berbagai acara.. wuih.. “ajib”.
Kali ini menjadi lebih semangat. Entah kenapa. Aku begitu yakin suatu saat aku akan meraihnya. Entah kapan. Mungkin seribu tahun lagi. Hahaha. Tapi yang jelas saat itu aku mulai melihat seperti apa persiapannya. Bagaimana curriculum vitae beliau. Dan bahkan aku sampai meminjamnya. Wuiz… niat benar rupanya..
Tapi kemudian Zap… hilang kembali.. aku tenggelam dalam berbagai kesibukan di organisasi dan meraih berbagai hal yang bisa aku raih.
Tingkat 2 di ipb:
Nilaiku menurun drastis..namun perlahan merangkak naik.. Huhuhu. Kini harapanku pupus. Menjadi mawapres memang butuh konsistensi dan saat itu aku mengira bahwa aku telah gagal.. tidak mungkin aku bisa.. ya apa boleh buat.. mungkin jika aku tidak mendapatkan gelar mawapres, aku masih bisa jalan2 keliling dunia gratis atau meraih prestasi di bidang lainnya.
Wah..kali ini idenya lebih gila lagi. Jalan2 keliling dunia gratis. Wah.. sudah kena penyakit apa aku ini. Memimpikan suatu hal yang hampir mustahil aku lakukan.
Eits.. tapi apa yang terjadi subhanallah.. Allah mengabulkan permintaanku. Di penghujung tingkat 2 ini aku bisa jalan2 gratis ke Jerman dan Swiss.
Juara mapres tahun itu adalah mas danang. Beliau ini punya prestasi komplit. Susah untuk dikalahkan bahkan di tingkat nasional. Beliau juara 1 tingkat nasional. Waw.. amazing. Subhanallah.

Tingkat 3 di ipb:
Jika aku mengira bahwa nilaiku akan meningkat. Namun ternyata kali ini nilaiku kembali merangkak turun. Wah.. sudah bisa dipastikan. Kali ini benar2 harapan itu pupus.. wah memang bukan takdirnya kali ya. Gelar itu terlalu berat untukku.
Dalam hati kecil ku bergumam. Aku tidak mungkin lolos bahkan di tingkat departemen sekalipun. Dan ternyata benar. Gumaman itu menjadi kenyataan. Bersama 10 orang lain yang diseleksi di tingkat departemen. Aku gugur. Yang lolos waktu itu ialah kak kani-ketua himitepaku, dan dita “didot” sahabatku. Terus terang waktu itu motivasinya hanya keterpaksaan. Tapi ya aku tetap berbuat yang terbaik. Bukan sekedar ikutan. Kak kani jadi duara 1 di tingkat fakultas dan dita juara 2 di tingkat fakultas. Hal ini makin menegaskan kalau memang merekalah yang pantas. Bukan diriku.
Sekedar cerita, waktu itu aku satu asrama dengan kak kani, zaenuri, dan bowo. Mereka semua adalah mawapres fakultasnya masing2. Perjuangan mereka memang benar2 luar biasa. saat berjuang di tingkat ipb, kita support habis2an. Kita harus juara. Wah.. terus terang itu membuat aku iri. Iri dengan prestasi yang mereka raih.. hasil akhirnya. Kak kani di urutan ke2, dan bowo di tempat ke3. Mereka dikalahkan oleh sesosok wanita luar biasa. kak dordia dari fkh. Begitu aku kenal dengan dia, memang dia adalah pemenang yang sesungguhnya. Dan terbukti, dia juga menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Muantap..
Zap.. pikiranku tentang mawapres hilang.. kini kembali lagi dengan berbagai kesibukanku. Terutama di himitepa..
Tingkat 4 di ipb:
Di tingkat ini, aku bisa bernapas sedikit lega. Karena berbagai tugas di kelembagaan telah hamper usai. Di tingkat ini, nilaiku naik tajam. Hehehe. Kemudian sempet juga jalan-jalan ke Malaysia dan Filipina. Alhamdulillah.. lumayan..
Entah kenapa, waktu itu aku diminta oleh teman2 untuk membantu mengurusi persiapan mawapres muslim di ipb. Yah..mungkin karena backgroundku yang lumayan agak ilmiah kali ya..hehehe. oke. Tawaran itu aku terima.
Persiapan berupa bagaimana menulis karya ilmiah, presentasi ilmiah, public speaking, hingga tes ielts. Semua kita jalani. Senang rasanya bisa memberikan sesuatu dan bekal untuk orang lain. 
Saat pendaftaran pun tiba. Wah.. gemana ya? Ikut enggak ya? Wah udah deh.. bismillah aja. Lolos ya Alhamdulillah, kalo enggak ya gak papa. At least aku dah mencoba untuk yang kedua kalinya.
Di tingkat departemen – level 1
Curriculum vitae ku sempurnakan dan saya yakin, saya bisa the best di sisi ini. Nah, untuk karya tulis di tingkat departemen, aku membawa paper tentang jamur toge sebagai pengawet pada daging..eng ing eng.. tebak siapa dong jurinya? Ya.. ada bu hani.. ini professor nya bidang bahan tambahan pangan. Gubrak..jiper.. takut.. deg2an. Juri lain yang sama okenya ada pak nugraha, pak eko, dan pak eri. Mereka semua doctor lulusan prancis, belanda, dan Australia. Wuih.. mantap.. siap2 mati dikeroyok. Hahaha
Ending ceritanya bisa ditebak. Aku dibantai dengan pertanyaan2. Dan aku menyerah.. hiks2… aku akui kalau ide ini masih aneh dan based scientificnya masih kurang. Ada logika yang kurang pas di ideku.. huhuhu..
Hasil akhirnya hehehe.. Alhamdulillah, dewan juri memercayaiku untuk mewakili itp di tingkat fakultas. Namun dengan syarat. Karya tulis harus diganti. Jika tidak maka out! Hehehe. Kepercayaan itu tidak aku sia-siakan. Pak nugraha memberikan ide sekaligus berbagai makalah yang berkaitan dengan bekatul sebagai antioksidan dan edible film. Aku bersama dita berjuang nanti di tingkat fakultas untuk mewakili departemen itp.
Di tingkat fakultas – level 2
Gawat.. hari pengumpulan karya tulis Cuma tinggal 3 hari lagi. Wah..grasak-grusuk sambil menyiapkan curriculum vitae nih.. aku menjadi orang yang terakhir mengumpulkan makalah dan kelengkapan berkas di tingkat fakultas. Fiuh..last minute..akhirnya bisa juga kekejar. Untungnya pak nugraha masih sempet mriksain tulisan aku, itupun setelah aku kejar sampai di cimanggu, karena beliau ada rapat di sana. Btw, Sebenernya masih gak focus nih. Karena satu hari sebelum hari H, hari kamis nya itu, aku harus ketemu dengan pihak nutrifood untuk masalah kerjaan. Mereka mau wawancara sekaligus sign kontrak. Fiuh..udah gitu malemnya harus bertemu dengan teman2 karena harus persiapan untuk lomba di amerika.. ya begitu lah.. slide pun ku persiapkan semalaman.
Paginya pun harus kuliah minor. Tapi ya gitu deh. Gak focus meratiin dosen, tapi sibuk ngapalin dan mempersiapkan untuk presentasi nanti.
Di level ini, saingan terberat menurutku ada dua orang. Dan keduanya adalah sahabat2ku. Dita dan ahsan. Kedua orang ini sudah piawai dan berpengalaman di tahun sebelumnya. Dan persiapan mereka sepertinya lebih matang, dibandingkan dengan aku yang baru persiapan 3 hari sebelumnya untuk karya tulis, dan semalam untuk presentasinya. Hah.. bismillah aja.
Jurinya di tingkat ini adalah semua ketua departemen ditambah dekan dan wakil dekan. Wuih. Apa gak serem tuh..
Masuk di ruang siding fakultas, terlebih dahulu aku harus memperkenalkan diri dalam bahasa inggris, selanjutnya presentasi makalah yang juga dalam bahasa inggris. Setelah itu, giliran Tanya jawab. Titik kelemahanku ialah tidak dapat menjelaskan secara detil bagaimana ide yang aku sampaikan menjadi mungkin dalam skala Indonesia. Beberapa kali aku kena pertanyaan menohok. Selebihnya soal teknis dan mekanisme, aku bisa menjawabnya. Setelah itu sesi Tanya jawab bebas, ada yang menanyakan tentang curriculum vitae, ada juga yang menanyakan tentang siapa dewan juri pada hari itu.. trus bagaimana struktur organisasi di ipb. Wah..mati aku. Sebenernya udah ngapalin sih..tapi tetep aja lupa..hah..bodoh.. hehehe. Finally, setelah setengah jam dewan juri puas menanyaiku, aku pun keluar ruangan.. fiuh… lega.. meski di hati merasa agak gak puas dengan performanceku hari ini. Ya sudahlah.. toh aku telah melakukan yang terbaik sebisaku. Jikalau memang gagal ya kan kuterima dengan lapang dada.

2 hari pun berlalu. Sebenernya udah agak lupa sih. Soalnya harapan tipis. Ahsan dan dita pasti lebih mantep dari aku.

Tiba2 dapet sms dari bu sri, galih selamat ya.. kamu ngewakilin fateta di tingkat ipb. Karya tulisnya segera diambil untuk diperbaiki. Karena besok sudah harus masuk ke tingkat ipb. What? Alhamdulillah.. yang bener? Gak salah nih? Hehehehe… Alhamdulillah… wah.. perjuangan makin berat nih.. harus lebih serius nih.. rupanya gak maen2 … terima kasih ya atas kepercayaan ini. Akan kubawa nama fateta ke tingkat tertinggi. Yah…minimal di ipb gak jeblok2 amat lah.. kemaren kak kani kan juara 2, berarti minimal harus juara 2 nih…wuih… gak nahan..

Di Tingkat universitas – level 3

Aku pun menghubungi pak nugraha dan pak feri. Dan Alhamdulillah. Ternyata pak feri dengan baik hati akan mengedit hasil tulisanku yang masih acak kadut. Terima kasih pak feri..

Keesokan harinya pas hari H pengumpulan, aku masih sempat mengedit sedikit dan oke deh.. akhirnya dikumpulin juga deh.

Nah, tiba2 saja aku ditelpon untuk segera persiapan tes bahasa inggris. 2 hari lagi. Gaswat. Mana belum ambil tes ielts komplit lagi.. ya udah deh. Dicoba aja. Belajar sendiri. Alhadulillah aku punya 6 modul sekaligus listeningnya. Jadi aja seharian ngedengerin di kamar. Sambil jawab soal, trus nyocokin jawabannya sendiri. Hari itu aku salah posisi tempat duduk.

Hari kamis pas ielts tiba. Ini pertama kali ketemu dengan semua mawapres fakultas se-ipb. Ternyata anak2nya asyik2 semua. Friendly. Asyik lah pokoknya. kesan pertama, ini bukan seperti kompetisi. Yah.. kayak tes di tempat les aja. Tidak aja wajah dendam apalagi rasa ingin memakan satu dengan yang lain..hehehe

dari faperta ada devi, fkh rita, fpik roni, fapet windy, fahutan ika, fateta tentu saja aku, fmipa farhad, fem wahyu, fema yogha. Yang anak 42 ada 5 orang, yang anak 43 ada 4 orang. Lakinya 5 orang, perempuannya 4 orang. Alhamdulillah semuanya muslim. Yang perempuan pun berjilbab semua.

Tes bahasa inggris ini diadakan oleh unit bahasa ipb – tempatnya di mkdu, deket lsi.Pas tes bahasa inggris, diawali dengan listening. Di bagian ini aku pede di awal, tapi gak taunya keteteran juga di bagian akhir. Ampun, cepet banget tuh orang yang dikaset ngomongnya. Udah gitu aksennya british lagi. Makin2 deh. Sesi kedua ialah menjawab pertanyaan reading. Setelah itu di bagian writingnya kita diminta untuk menuliskan ringkasan tentang karya tulis yang sudah kita buat. Nah.. dibagian terakhir nih seru. Kita diminta untuk mengemukakan selama 5 menit apa pendapat kita tentang suatu permasalahan yang sistem pembagian topiknya diundi. Jadi udah kayak mis universe gitu deh. Hahaha. Selain presentasi, kita juga harus menanggapi 3 pertanyaan dari teman2 kita. Seru kan.. waktu itu aku dapet tema tentang setuju dan perlu gak sih pemerintah menyetop pengiriman TKI karena TKI kita dapet banyak masalah di luar negeri.

Btw, Tempat dudukku persis dibawah air conditioner yang dinginnya 18 derajat. Meski menghindar di balik bilik meja lab bahasa, tetap saja pantatku terkena paparan udara dingin itu. Halah..masuk angin. Ndeso… ndeso… kepala puyeng, badan demam.. fiuh…

Diakhir sesi, hasil presentasi kita dibahas sama dewan juri, waktu itu ada bu alfa, bu ani, dan pak…(lupa). Ternyata masih banyak kekurangan di setiap presentasi kita. wah, jadi harus makin banyak belajar nih..

Nah.. selese deh.. itu baru tes bahasa inggris, masih ada 3 tes lagi yakni psikotest, presentasi, dan wawancara.

Tes psikologi diadakan hari sabtu. Jadi Cuma dikasih waktu satu hari untuk napas, trus sabtu harus siap untuk psikotest. Di tes ini kita Cuma diminta untuk menjadi diri kita sendiri. That’s it. Gampang kan..hehehe. makanya pada enjoy semua. Gak ngerasa kayak tes. Ya..maen2 gitu dah.. tes ini diselenggarakan oleh tim psikologi ipb dan ui. Tim ini diketuai oleh ibu nurmala, ketua program studi s2-s3 nya kpm. Seru kan.. tes diawali dengan mengisi isian mana pernyataan yang paling sesuai dengan diri kita, dan yang paling tidak sesuai.. tes kedua ialah kita diminta untuk menggambar pohon, trus gambar orang secara utuh dan menceritakan siapa orang tersebut, dan meneruskan gambar yang masih belum sempurna. Dan terakhir, ini yang seru. Setiap diri kita diminta untuk menceritakan diri sendiri. Guideline nya ialah kita harus menceritakan bagaimana kita memandang diri sendiri, trus cita-cita kita, kelebihan yang kita miliki dan kekurangan yang kita miliki, hambatan untuk mencapai cita-cita tersebut, dan hal apa yang dilakukan supaya cita-cita tersebut tercapai. .seru kan… aku certain satu2 deh.

Dari faperta ada devi. Devi ini temen iaasku dari tingkat 1. Kita dah kenal lama dan cukp dekat. Devi ini sangat focus pada tujuan yang diinginkan. Setiap keinginannya dipenuhinya dengan sungguh-sungguh. Devi ini pernah mewakili Indonesia pada ajang tri-university conference di china. Kalo rita, dia anak tangerang. Dia suka banget sama kucing. Background organisasinya dari bem. Sedangkan windy, dia ini anak yang sangat cinta orang tuanya. Setiap keputusan penting hidupnya selalu didiskusikan dengan kedua orang tuanya. Mantap. Dia aktif di Koran kampus dan ismapeti-himpunan mahasiswa peternakan Indonesia. Windy tinggal di bogor, dan setiap kuliah, dia selalu dianter sama ayahnya naek vespa. Nah sekarang roni. Dia ini adek kelasku di ppsdms. Dia berasal dari keluarga petani yang bersahaja. Terus terang waktu denger ceritanya. Mataku mau nangis. Begitu keras perjuangannya untuk kuliah hingga di ipb. Kemana-mana dia selalu pakai batik. Dia direkturnya forces-ukm ilmiah di ipb. Dia juga pemegang sertifikasi selam A1. Wuih. Mantep kan. Selanjutnya ika. Dia temenku juga, dia asalnya dari gresik-kalo gak salah. Ia aktif di ifsa-organisasi internasionalnya mahasiswa kehutanan. Dia menjabat sebagai penanggungjawab wilayah asia pasifik. Wak…mantap. Dia pernah ke Bulgaria untuk ikutan conferencenya ifsa ngewakilin Indonesia. Ika ini kalo ngomong lemah lembut banget. Kemudian farhad. Dia ini pemimpin umumnya Koran kampus. Anak ilkom ini mantep banget kalo urusan desain grafis sama bikin flash. Gambarnya keren2. Farhad ini punya darah arab2. Katanya sih marganya alatas-kalo gak salah. Selanjutnya ialah yogha. Dia ini temen baikku sejak tingkat 1. Kita ketemuan di iaas. Yogha ini pernah setahun cuti kuliah untuk magang di jerman. Ini artinya dia fasih 2 bahasa-inggris dan jerman. Nah. Yang terakhir nih. Wahyu. Wahyu ini juga punya pengalaman luar biasa. udah kayak lascar pelangi ceritanya. Dari daerah terpencil di Madura. Wahyu berhasil kuliah dan masuk ipb. Biaya hidup dan kuliahnya sejak awal ditanggung oleh beastudi etos dari dompetduafa republika. Mantap kan. Cerita perjuangan hidupnya hingga menjadi seperti sekarang ini membuatku makin bersyukur atas semua karunia yang telah Allah berikan. Ceritanya mantap. Bikin sedih dan membuat seluruh isi ruangan bersimpati padanya. Mantap. Hari itu aku belajar banyak dari mereka semua. Luar biasa. indahnya.

Tes pun selesai tepat pukul satu siang. Kami pun pulang. Hari rabunya, kami harus siap dengan presentasi dan wawancara. Bismillah. .

Hari yang tidak dinantikan tiba. Hehehe. Kami semua dikumpulkan di ruang siding wakil rector di rektorat. Hadir sebagai juri ialah pak arif satria, pakar ekonomi dan kelautan. Beliau ini ketua lembaga riset dan pengembangan masyarakatnya ipb. Saya kenal beliau waktu iaas, karena beliau adalah juga salah satu pendiri iaas di ipb-indonesia. Juri lain ialah ibu gin. Beliau adalah editor jurnal ilmiahnya pertanian di Indonesia. Wuiz… mantap. Selanjutnya ibu sri, beliau orang behind the scene nya buah2 tropika penemuan ipb. Trus beliau juga dosen teladan tingkat nasional. Weleh2. .dan terakhir ibu rita. Beliau ini ahli di biokimia dan ilmu terapan. Wah mantaplah pokoknya.

coba tebak.. aku mendapatkan nomor urut 1 untuk presentasi. Hehehe. So far lancar. Pertanyaan aku coba jawab sebisaku. Terlihat muka mengerut, muka tidak puas, atau wajah cerah dari juri. Ah. Entahlah. Aku tak peduli. Just do it.

Saat wawancara, kali ini dengan bu pratiwi dan tiga dosen lainnya. Pertanyaannya ialah seputar aktifitasku selama ini di ipb, dan lain sebagainya. Pokoknya seru. Mereka Tanya juga pake bahasa inggris. Wah..setengah jam lebih aku diwawancarain. Cape juga. Hari itu, sepertinya semua lancar2 saja.tidak ada yang aneh. Atau mencurigakan. Semua berjalan smooth. Di akhir sesi, kami foto rame2 di depan tulisan dan logo ipb yang gede banget di lobi rektorat. Hahaha. Narsis juga nih anak2 … sebelum pulang, kami para mawapres diberi kesempatan untuk seleksi mewakili Indonesia untuk acara international student summit di Tokyo agricultural university. Syaratnya harus bikin paper yang berbahasa inggris. Dan siap utnuk presentasi di depan juri. Cuma ada satu orang yang berangkat. Dan semuanya gratis full satu minggu di Tokyo. Mantep kan..huahua..

Setelah itu. Zap.. aku melupakan sejenak semua kisah itu. Istirahat. Fiuh.. karena sepertinya perjuangan belum berakhir. Sempat sambil pulang bareng ma yogha, kita ngobrol. Yogha bilang. Gal yang juara 1 ipb lo aja ya.. gw yang ke jepang nya aja. Hahaha.. kita lihat nanti apakah obrolan ini terbukti benar..

Keesokan harinya aku tiba2 diminta menghadap ke pak rimbawan. Wah ada apa nih. Jangan2 ada yang gak beres. Bikin salah apa aku. Ternyata Alhamdulillah. Aku berhasil menjadi juara 1 di tingkat ipb. Alhamdulillah. Gak nyangka. Dan gak pernah kebayang.. ya Allah Engkau menjawab doaku..dan harapanku. Luar biasa. Allahuakbar!!

Benar saja. Perjuangan belum berakhir disini. Kali ini harus lebih keras lagi usahanya. Sudah terbayang bagaimana proses seleksi nanti di tingkat nasional. Fiuh..semangat !! ^_^. Ohya ..puluhan sms ucapan selamat membanjiri handphoneku..wah udah kayak selebritis aja nih. Hehehe. :p amanah semakin berat nih!

Karya tulisku harus diganti. Demikian katanya. Karena jika dibandingkan dengan karya tulis lainnya. Tema yang aku sampaikan kurang kuat. Sudah bagus. Tapi novelty dan nilai strategisnya kurang dapet. Chemistrynya belum mantep. Gitulah katanya. Ok. Mulai hari itu aku searching ide2 segar untuk dibuat karya tulis. Buntu. Tapi tetap optimis.

Kali ini persiapan lebih singkat disbanding tahun sebelumnya. Sebab hanya 2 minggu waktu jeda antara tingkat ipb dengan batas pengumpulan di nasional. Fiuh. Hari berlanjut. Hingga pada H-5 pengumpulan. Dapat juga idenya. Aku akan nulis tentang kekuatan pangan local sebagai sumber bahan tambahan pangan dan ingredient hidrokoloid dunia. Hehehe. Lebay. Its oke. Nah. Praktis mulai hari itu hingga hari pengumpulan. Artinya Cuma 4 hari. Saya ngebut bikin karya tulis dengan dibantu oleh dosen dan teman2. Mereka support data. Sedang saya yang meramunya menjadi tulisan. Tidur kurang. Cuma 2-3 jam saja. Tiap hari mata melotot di depan laptop. Sigh…. Kepala pening. Kantong mata membesar. Hidung meler2 gitu, trus rambut makin gondrong. Eh ditambah lagi ada jerawat satu nongol di hidung..halah..makin jelek deh..huhuhu. nasib…nasib.. (nah cerita selanjutnya masih berlanjut.. tenang aja.. soon)

14 thoughts on “A long road to “mawapres”

    • makasih ya za..
      ini acaranya kalo kita lolos jadi 15 besar akan bertanding di awal agustus.. pake karantina gitu deh katanya..
      mohon doanya ya..

  1. Ass.
    ka galih, masihkah ingat dengan saya?
    hehe
    wah keren bgt critanya.. ampe mangap bacanya, hahhaha
    wah someday bisa jadi the next ka galih ya.. hehe
    amiin

  2. oh ya Gal.. beasiswa S2 monbukagakusho 2011 uda buka. deadline 12 mei.. mangga barangkali minat,, bisa di google infonya,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s