KEBUTUHAN KONSUMSI SUSU DAN TEKNIK PENYULUHAN KONSUMSI SUSU DI WILAYAH JAWA BARAT

Kebutuhan akan susu didasarkan pada perhitungan jumlah kalsium yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Karena salah satu sumber kalsium yang bioavailibilitasnya tinggi ialah kalsium yang ada pada susu. Tetapi sebenarnya kalsium juga dapat dipenuhi melalui berbagai bahan makanan seperti Sayuran hijau (bayam misalnya), kacang-kacangan, buah-buahan, brokoli, tempe, tahu dan makanan laut juga memiliki kandungan kalsium yang cukup besar. Bisa dilihat antara lain, dalam 100 g sari kedelai bubuk terdapat 450 mg kalsium (tetapi dalam 100 g sari kedelai cair hanya terdapat 50 mg), tempe kedelai murni 129 mg/100 g, tahu 124 mg/100 g, bayam merah 368 mg/100 g, bayam hijau 267 mg/100 g, rebon kering (udang kecil) yang sarat kalsium, yakni 2.306 mg/100 g, rebon segar 757 mg/100 g, udang kering 1.209 mg / 100 g, udang segar 136 mg/ 100 gram, teri kering 1.200 mg/100 gram dan teri segar 500 mg/ 100 gram.
Kebutuhan kalsium untuk kelompok umur tersebut di bawah ialah

1 Anak-anak
• 1 – 6 tahun (500 mg)
• 7 – 9 tahun (600 mg)
2 Remaja
• 10 – 18 tahun (1000 mg)
• 19 – 29 tahun (800 mg)
3 Dewasa
• > 30 tahun (800 mg)

Di sisi lain, kandungan kalsium yang terdapat pada susu ialah rata-rata 895 mg/gr pada susu bubuk full cream dan 1.300 mg/gr pada susu bubuk skim. Karena susu skim berharga lebih mahal dibandingkan susu full cream, maka perhitungan kebutuhan susu menggunakan basis full cream. Sehingga kebutuhan konsumsi susu yang harus dipenuhi ialah

1 Anak-anak
• 1 – 6 tahun (0.558 g atau 558 ml)
• 7 – 9 tahun (0.670 g atau 670 ml)
2 Remaja
• 10 – 18 tahun (1.117 g atau 1117 ml)
• 19 – 29 tahun (0.894 g atau 894 ml)
3 Dewasa
• > 30 tahun (0.894 g atau 894 ml)

Berdasarkan data tersebut di atas, berarti kebutuhan susu rata-rata tiap golongan umur ialah sekitar 600 ml untuk anak-anak dan sekitar 1000 ml untuk remaja dan dewasa.
Jika segelas susu berjumlah sekitar 350 ml, maka dibutuhkan rata-rata 2 gelas sehari untuk anak-anak dan 3 gelas sehari untuk orang dewasa.
Kebutuhan ini dapat menjadi berkurang jika kita turut mengonsumsi makanan lain yang kaya kalsium sesuai yang disebutkan di atas. Untuk itu para dokter menganjurkan cukup 2 gelas saja perhari baik itu untuk anak-anak ataupun orang dewasa.
Dengan Jumlah penduduk total di jawa barat ialah 39,960,869, namun berdasarkan penggolongan umur, penduduk di jawa barat berjumlah
• 0-14 tahun = 11,892,294 orang
• 15-64 tahun = 26,307,867 orang
• 65 < tahun = 1,760,708 orang
Sehingga berdasarkan data tersebut, kebutuhan susu penduduk jawa barat ialah minimum 2.79 x 1010 ml atau 27.9 juta liter dan maksimumnya ialah 3.52 x 1010 ml atau setara dengan 35.2 juta liter per harinya.
Dan penduduk miskin yang tidak mampu mengkonsumsi susu setiap harinya diperkirakan mencapai 30% dari total jumlah penduduk, sehingga total konsumsi susu yang masih belum dipenuhi oleh rakyat jawa barat ialah sekitar minimum sekitar 8.37 x 109 ml atau 8.37 juta liter dan maksimumnya ialah sekitar 1.06 x 1010 ml atau 10.6 juta liter per harinya.
Selain untuk memenuhi kebutuhan kalsium, Susu memiliki banyak manfaat seperti Protein susu punya nilai biolog tinggi yang memberikan asala amino esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh. Sebanyak 80% protein susu adalah Casein dan 20% Whey yang terdiri atas albumin dan globulin yang penting untuk kekebalan tubuh. Lemak susu adalah sumber vitamin larut lemak seperti vitamin E, A, D, dan sumber asam lemak esensial serta hormon. Kandungan lemak susu sapi 3,5 gram per 100 mili liter. Sebagian besar atau 60-75% lemak susu minyak jenuh, 25-35% lemak tak jenuh, dan 4% asam lemak poliunsaturated fatty acid (PUFA). Sepertiga lemak susu adalah monounsaturated fatty acid (MUFA), yaitu minyak zaitun yang baik bagi kesehatan jantung. Susu kaya akan vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B6 (pyrodoxin), dan niacin. Juga sumber vitamin B12 (cyanocobalamin) dan asam folat yang jika kekurangan akan menyebabkan anemia megaloblastik. Susu juga mengandung vitamin C yang penting untuk mencegah kerusakan pembuluh darah, tulang rawan, otot, dan tulang. Masih banyak kandungan gizi lain yang penting dalam susu. Sebutlah kalsium dan fosfor yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Magnesium yang penting untuk pembentukan tulang, protein, dan fungsi syaraf. Zinc, mineral penting untuk pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mempercepat penyembuhan luka. Susu juga mengandung kalium untuk menjaga keseimbangan cairan dan beberapa mineral lain dalam jumlah kecil yang tak kalah penting seperti yodium, narium, selenium, dan zat besi.

Meningkatkan konsumsi susu masyarakat bukanlah perkara yang mudah. Karena perlu dipahami sedari awal bahwa rendahnya konsumsi susu dipengaruhi oleh berbagai hal. Diantaranya ialah faktor kebiasaan yang menganggap bahwa susu hanya perlu dikonsumsi oleh anak-anak usia dibawah 5 tahun. Hal ini berarti masalahnya mengenai tingkat pendidikan dan pemahaman bahwa mengonsumsi susu sangat penting di usia berapapun. Faktor lain ialah faktor perasaan “eneg” pada susu. Hal ini berarti mengenai faktor produk. Artinya perlu menjadikan susu dalam bentuk produk lain sehingga saat dikonsumsi tidak menimbulkan rasa “eneg”. Faktor lainnya ialah tak ada lemari pendingin, sehingga susu mudah rusak jika tidak dikonsumsi langsung. Hal ini berarti mengenai fasilitas penyimpanan susu. Dan faktor akhir yang paling menentukan ialah faktor ekonomi atau prioritas dalam anggaran rumah tangga. Terkadang suami-istri lebih rela mengeluarkan uang untuk biaya rokok ataupun pernak-pernik/alat kosmetik dibandingkan dengan membeli susu untuk kebutuhan mereka. Ataupun mereka memang tidak mampu untuk membeli susu yang harga minimalnya mencapai 10.000 rupiah per liternya.
Penyuluhan ialah salah satu teknik upaya untuk meningkatkan konsumsi susu dari sisi kognitif atau pemahaman. Untuk teknik penyuluhan, tidak ada aturan baku mengenai hal ini. Namun teknik penyuluhan harus disesuaikan dengan target penyuluhan dan budaya masyarakat setempat. Teknik penyuluhan untuk anak-anak berbeda dengan remaja dan dewasa.
Bagi anak-anak merupakan masanya bermain. Untuk itu perlu didesain penyuluhan yang menarik perhatian mereka. Intinya ialah bermain sambil belajar. Penyuluhan kepada anak-anak dapat dilakukan melalui berbagi cerita, menonton film, ataupun bermain dalam games.
Penyuluhan untuk remaja biasanya bersifat lebih ilmiah tanpa meninggalkan fun. Bisa digunakan berbagai jenis metode penyuluhan. Diantaranya ialah menghadirkan pakar kesehatan/gizi, menonton pertunjukan seni, film documenter, dan lain sebagainya.
Sedangkan penyuluhan bagi orang dewasa harus dijelaskan secara jelas antara benefit dan cost yang mereka keluarkan untuk hal tersebut. Penyuluh harus dapat meyakinkan bahwa meminum susu sangata baik untuk kesehatan dan berpengaruh terhadap aktifitas ekonomi. Di sisi lain, tentu saja akan lebih menarik jika yang menyampaikan ialah yang ahli di bidangnya.

4 thoughts on “KEBUTUHAN KONSUMSI SUSU DAN TEKNIK PENYULUHAN KONSUMSI SUSU DI WILAYAH JAWA BARAT

  1. Afwan kak, boleh nanya?

    Saya pernah membaca tulisan yang menjelaskan bahwa susu sapi tidak baik bagi manusia. Apakah itu benar atau sekedar hoax saja? Terima kasih..

  2. Assalammu’alaikum wr. wb….

    Mas Nugroho, artikelnya bagus bgt, informatif. Kebetulan saya sedang menyelesaikan tugas akhir yang mengkaji ttg “Analisis Strategi dalam Mencapai Tujuan Perusahaan (Suatu Kasus Pada Koperasi Peternak Bandung Selatan/KPBS Pangalengan)”.
    Oia, mau nanya niiih…….dari total kebutuhan susu seperti yg telah dipaparkan oleh mas Nugroho di atas, berapa jumlah susu yg telah dipenuhi oleh koperasi-koperasi yg ada di jawa barat?terutama oleh KPBS Pangalengan?trim’s.

    Wassalammu’alaikum wr. wb….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s