Penguasaan Sumber Protein Hewani untuk Kekuatan Sebuah Negara

Saat ini, populasi dunia sedang bertumbuh sangat pesat. Tercatat sekitar 6,5 miliar saat ini penduduk dunia, dan pada 2040 diramalkan akan terdapat 9 miliar penduduk dunia. Padahal dari tahun 1800 penduduk dunia hanya sekitar 1 miliar orang. Hal ini membuktikan bahwa perkembangan populasi dunia begitu cepat. Karena dalam waktu hanya 200 tahun saja, penduduk dunia sudah bertambah menjadi lebih dari 6 kalinya. Sumbangan penduduk ini tertinggi diperoeh dari negara-negara berkembang. Negara berkembang ini menyumbang sekitar 5 miliar dari penduduk dunia. Jumlah yang sangat banyak. Dan 4 miliar nya berasal dari benua asia. Tren di masa mendatang juga akan semakin banyak orang yang bermigrasi ke kota sehingga menjadi kaum urban, sedang akan semakin sedikit orang yang berada atau tinggal di pedesaan
Konsumsi makanan terutama produk hewani sangat tergantung dari pendapatan kapita sebuah negara. Semakin tinggi pendapatan perkapita dari sebuah negara, maka konsumsi protein hewani pada sebuah negara akan semakin meningkat. Peningkatan 10 % saja pendapatan masyarakat itu artinya akan membuat peningkatan konsumsi protein hewani sebesar sekitar 1% di USA, 6.5 % di filipina dan indonesia, atau 18 % di tanzania. Di negara berkembang dengan pendapatan kurang lebih 500$ hingga 5000$, peningkatan yang signifikan dapat terjadi pada industri makanan.
Tren konsumsi pangan yang bersumber dari hewani juga meningkat drastis pada masa yang akan datang. Terutama di kelompok negara berkembang. Contohnya untuk daging sapi. Pada tahun 1993 konsumsi di negara berkembang berjumlah 22 juta metrik ton, dan pada tahun 2020 akan berjumlah 2 kali lipatnya, atau sekitar 47 juta metrik ton. Jumlah ini jika dilihat dari konsumsi perorang maka terjadi peningkatan sekitar 2 kg daging sapi pertahun yang dikonsumsi oleh orang. Dari sekitar 5 kg menjadi 7 kg daging yang dikonsumsi setiap orang tiap tahunnya. Dari sisi produksi, pada tahun 1990, unggas yang dihasilkan oleh negara berkembang sekitar 40 juta metrik ton. Sedangkan pada tahun 2020 akan meningkat secara signifikan sebesar 88 juta metrik ton atau sekitar 2 kalinya.
Menurut data Susenas (2002) yang dikeluarkan BPS, memperlihatkan konsumsi daging sapi dan jeroan masyarakat Indonesia sebesar 2,14 kg/kap/tahun., dan saat ini sebagian besar komoditas untuk memenuhinya masih diimpor oleh negara tetangga seperti australia. Data realisasi pemasukan daging dari Australia yang dikeluarkan Deptan menunjukan pada Tahun 2006 Indonesia mengimpor jeroan sebanyak 20.342 ton atau mencapai 52,3 persen dari total impor daging yang, data itu menunjukan lebih tinggi dibandingkan impor daging sapi yang mencapai 19,123 ton atau sebesar 48,2 persen.
Jika hal ini terus terjadi dan kita tidak membuat perubahan dengan mentransformasi dan membenahinya, maka ketergantungan ini dapat membahayakan. Karena bagaimanapun juga, kita akan sangat membutuhkan protein hewani. Karena protein dari hewani sangatlah lengkap dan jauh lebih efisien dibandingkan dengna protein yang berasal dari tanaman. Pun tanaman berprotein tinggi seperti kedelai kita masih mengimpornya sekitar satu juta ton. Selain itu, keamanan pangan serta kesehatannya tidak bisa disebut 100 % aman atau sehat.
Manusia membutuhkan sekitar 22 asam amino esensial yang diperoleh bukan dari tubuhnya/tidak diproduksi oleh dirinya sendiri. Hanya 12 dari 22 asam amino tersebut yang diperoleh dari tubuh kita. Sedangkan sepuluh lainnya didapatkan dari sumber diluar tubuh kita. Pemenuhan asam amino dari tanaman belumlah cukup karena keterbatasan kandungan gizi yang dimiliki oleh tanaman. Dan sebagai sumber yang realible dan memungkinkan ialah pemenuhan gizi –asam amino esensial ini dari hewan. Protein yang terdapat pada hewan ini sangat lengkap dan sesuai dengan kebutuhan manusia. Dilihat dari sisi kualitatif dan kuantitatif, protein pada hewan lebih baik dibandingkan protein yang berasal dari tanaman. Tidak hanya protein, tetapi juga vitamin pelengkap. Manusia setiap harinya membutuhkan sekitar 1 g protein utnuk tiap kg berat tubuhnya. Hal ini berarti jika rata-rata manusia memiliki berat 60 kg akan membutuhkan sekitar 60 gram protein setiap harinya. Dari 60 g kebutuhan protein tersebut, 1/3 nya sebaiknya disupply dari protein hewani. Dengan demikian setiap hari akan membutuhkan 20 g dan tiap tahunnya membutuhkan sekitar 7 kg protein hewani perkapita.
Di negara maju saat ini telah jauh berfikir bagaimana dapat menguasai sektor ini. Karena potensi dari sektor ini sangat besar. Bahkan mereka tidak hanya berfikir bagaimana memenuhi kebutuhan dunia akan konsumsi daging. Tetapi juga berfikir bagaimana menyediakan pakan bagi hewan tersebut. Karena hubungannya, dengan semakin efisien pakan yang digunakan dengan kualitas yang tetap baik, maka akan semakin efisien dan mampu menjual daging lebih murah dibandingkan dengan pakan biasa.
Pemerintah mereka begitu serius untuk mengelola aset ini contohnya ialah australia, mereka mampu menguasai sekitar 30 persen dari konsumsi daging dunia. Dan mereka sadar betul bahwa konsumsinya akan meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Mereka concern dengan kualitas yang tetap terjaga.
Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sama baiknya. Kita juga memiliki hewan ternak yang jika dikawinkan dan dijaga betul, maka akan memberikan kualitas yang setara dengan hewan ternak di negara lain. Namun sangat disayangkan, rupanya pemerintah kita belum cukup serius untuk membangun sektor ini. Jumlah pasti hewan ternak di negara ini saja kita tidak tahu ada berapa. Apalagi penanganan kualitasnya.
Jika kita tidak mempersiapkan tren global ini, maka bangsa kita akan menjadi sasaran pasar saja. Bukan sebagai produsen. Karena tren konsumsi akan terus meningkat dan sebaiknya kita juga mempersiapkan, paling tidak kita mampu memenuhi konsumsi sendiri. Menyediakan pangan bagi sendiri dan tidak bergantung pada negara lain.
Potensi kita sebenarnya cukup meyakinkan. kita memiliki sapi yang memiliki kualitas yang baik, sapi madura dan sapi bali contohnya. selain itu kita punya daerah yang luas untuk tempat berkembang biak. Selain itu kitajuga memiliki sumber pakan yang banyak dan beragam.
Kelemahan negara kita ialah sumberdaya manusia kita masih belum skillfull dan program pemberdayaan masyarakat juga belum dioptimalkan, serta sistem birokrasi yang berbelit karena kurangnya komunikasi antara satu departemen dengan yang lain. Namun kelemahan ini bisa ditutupi dengan peluang yang kita miliki, yakni kita memilik kesempatan karena kita memiliki hubungan yang baik dengan negara tetangga untuk alih teknologi.
Setiap negara berhak untuk menyediakan dan memenuhi kebutuhan pangannya tanpa harus bergantung kepada negara lainnya. Setiap negara punya kebebasan untuk mementukan bagaimana pemenuhan kebutuhannya sendiri terlepas dari kepentingan dari negara lain. Sebuah negara tidak dapat mengontrol negara lain melalui pangan karena pangan adalah hak dasar dari manusia. Melalui konsep ini, berarti negara kita diberi kebebasan untuk mengelola sumber daya yang dimiliki demi kesejahteraan rakyatnya. Pun dengan kebutuhan protein, negara kita tidak boleh hanya berpangku tangan. Kita harus mandiri dalam memenuhi kebutuhan kita. Jika tidak, maka kita dengan mudah akan dikuasai negara lain. Sebab masalah pangan merupakan masalah yang vital. Sebuah negara dapat hancur dan melacur karena tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan negerinya.
Sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak memulai untuk swasembada kebutuhan protein kita sendiri. Karena semakin hari, kebutuhan akan protein hewani ini akan semakin banyak seiring dengan tumbuhnya populasi manusia. Selain itu dengan pemenuhan sumber protein yang baik, maka akan semakin memperbesar kemungkinan untuk membentuk generasi mendatang yang lebih cerdas yang kelak dapat membangun indonesia lebih baik lagi.

One thought on “Penguasaan Sumber Protein Hewani untuk Kekuatan Sebuah Negara

  1. Bagus sekali tulisan anda! Masalah ini pula yang sering kali ditekankan oleh sebagian besar dosen FKH ketika mengajar di kelas. Kerjasama berbagai pihak sangat diperlukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s