Menjaga makanan yang berkualitas dan aman bagi konsumen

Kualitas sangat erat kaitannya dengan kepuasan dari konsumen. Produk dengan kualitas baik berarti telah memenuhi apa-apa yang diharapkan oleh konsumen. Misalkan saja susu yang berkualitas menurut konsumen ialah yang rasanya manis dan gurih susu, selain itu warnanya putih, aromanya khas susu, dan tidak terdapat gumpalan. Jika produsen telah mampu memproduksi susu dengan kualitas tersebut, berarti susu tersebut telah memenuhi kualitas yang baik. point pentingnya ialah bahwa kualitas ditentukan oleh konsumen, bukan produsen. Bisa saja produsen mengklaim bahwa produknya berkualitas. Namun ternyata masyarakat tidak suka dan menganggap sebaliknya.
Untuk menghindari hal-hal yang demikian, produsen dan konsumen perlu membuat aturan baku dan standard sehingga tidak saling merugikan. Kerugian di perusahaan yang vital ialah ketika banyak produk yang dihasilkan namun tidak terserap oleh konsumen karena barang dianggap tidak berkualitas. Padahal input dari konsumen akan digunakan produsen untuk membuat siklus ekonomi dalam perusahaan terus berjalan. Input yang didapatkan dari konsumen digunakan untuk membeli barang modal, memperbaiki kinerja dan proses produksi, memaintenance alat, memproduksi barang tersebut, dan lain sebagainya.
Produsen harus membuat suatu sistem kontrol dan standard yang sesuai agar seluruh produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Setidaknya ada lima hal yang digunakan dan harus dijaga produsen untuk mencapai kualitas yang baik, produktifitas yang tinggi, efesiensi, sistem distribusi dan harga yang sesuai. Kelima hal tersebut ialah manusia yang harus terus dibina dan ditingkatkan kapasitasnya, moralitas yang terus dipupuk, mesin yang harus dirawat dan ditingkatkan kapasitas serta teknologinya, material yang efesien, dan memiliki harga rendah, serta metode produksi yang harus efesien.
Kualitas akhir produk tidak serta merta didapatkan begitu saja. Hal itu merupakan akumulasi dari berbagai faktor yang harus dijaga kualitasnya juga, sehingga dapat terakumulasi. Jika salah satu saja tidak baik, maka cepat atau lambat produk yang diterima oleh konsumen akan mengalami degradasi kualitas. Supaya tetap terjaga, maka dibentuklah seperangkat kerja pada tingkat produsen. Dahulu, hanya terdapat sistem inspeksi. Sistem ini hanya melakukan pemilahan, pengurutan, identifikasi, tindakan penyelamatan produk, dan mengkoreksi kesalahan. Kemudian berkembang saat ini sitem quality control dan assurance. Dengan sistem kontrol kualitas, produsen harus mengembangkan sistem prosedur, mengolah dan mengkoleksi data kesalahan produksi, mencek produk, dan lain sebagainya. Output yang dihasilkan dari QC ialah keputusan yang dapat diterima, penyesuaian sistem proses, dan rework. QC menggunakan sampling secara statistik, diagram, dan tes produk sebagai alat untuk memeriksanya.
Melalui sistem quality assurance, produsen dapat menjamin karena dilakukan sistem audit berkala, dan tidak melulu berhubungan dengan barang, tetapi menyangkut juga sistem dan perangkat produksi. Dan terdapat perrencanaan yang jelas serta matang untuk senantiasa memperbaiki kualitas produk yang dihasilkan. Bedanya dengan QC adalah bahwa QA berfungsi untuk mengatur standard, mengaplikasikan standard, dan mengembangkan standard terbaik sesuai dengan proses, dan melakukan benchmarking dengan produk saingan. QC hanyalah mengontrol apa-apa yang telah ditetapkan oleh QA agar produk sesuai dengan standard dan sesuai dengan keinginan konsumen.
Jika produsen sudah sangat matang, maka produsen akan mampu menerapkan apa yang saat ini dikatakan sebagai total quality management. Cakupan dari sistem ini lebih luas, karena melibatkan juga supplier bahan dan konsumen, selain itu berfokus pada kenerja tim dan terdapat ukuran yang jelas terhadap performa.
Saat ini telah terdapat peraturan standard international tentang menjaga kualitas dan kemanan di bidang pangan. Diantaranya ialah dengan sistem ISO 22000 dengan menerapkan empat permintaan yakni setiap orang yang terlibat harus mengetahui apa yang dikerjakan, mengharuskan diketahui dan dimengerti oleh setiap orang yang terliba, setiap aktifitas harus efektif dan efesien sesuai dengan prosedur, instruksi, dan pelatihan yang benar, dan senantiasa melakukan evaluasi serta memperbaharui standard untu kmemastikan antara kebutuhan dan permintaan. Produsen harus juga dapat dengan jelas serta rinci menjelaskan beberapa hal seperti apa yang dilakukannya, mengapa segala hal yang demikian itu dapat terjadi, kapan hal itu dilaksanakan, bagaimana cara mengontrol, dimana dilakukannya dan siapa yang mengerjakannya. Hal ini sangat penting sebab tanpa adanya kejelasan itu semua, produsen tidak akan mampu menghasilkan kualitas produk yang baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s