MELAYANI, BUKAN SEKEDAR BASA-BASI

Melayani masyarakat. Itulah slogan yang sering kita dengar sebagai kampanye berbagai calon anggota dewan, atau kepala daerah di negeri kita. Memang semuanya begitu mudah diucapkan, tetapi nyatanya sulit juga untuk dilaksanakan. Bukan berarti pesimistis. Tapi lebih tepatnya mencibir. Padahal bukan suatu yang mustahil untuk dapat melayani masyarakat terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Dua sektor vital yang harusnya menjadi titik utama program kerja pemerintah serta menghabiskan banyak anggaran.
Peningkatan perekonomian bukan sesuatu yang tidak penting kalau boleh dibilang tidak penting. Karena masyarakat pun juga tidak perduli apakah harga saham naik, kemudian inflasi, entahlah apa nama yang lainnya. Tetapi mereka ingin, termasuk saya, pemerintah sudah sepatutnya untuk menyentuh hal-hal yang sifatnya lebih mendasar dan memiliki dampak yang luas terhadap sektor lainnya. Dan menurut saya, pendidikan dan kesehatan itulah factor utamanya.
Kondisi dan system Negara kita yang tidak menarik banyak pajak bagi warganya, sebenarnya juga bukan alasan. Memang berbeda contohnya dengan welfare country yang mengharuskan setiap warganya membayar pajak hingga setengah pendapatannya. Sehingga Negara cukup punya banyak uang untuk membiayai pendidikan dan kesehatan warganya.
Tetapi jangan salah, beberapa kota serta kabupaten saat ini sudah mulai menyadari hal tersebut. Sekolah dasar 9 tahun mulai digratiskan, kemudian terdapat akses kesehatan bagi kaum miskin dengan askeskin/gakin. Yah paling tidak sudah ada kemauan. Itu sangat penting. sebab sebenarnya, jika kita mau memanfaatkan sumber daya yang ada, maka kita ini berkecukupan.
Mungkin Negara kita memang kurang bersyukur. Telah begitu banyak nikmat yang diberikan, tetapi kita lupa dan banyak bermaksiat. Korupsi merajalela. Karenanya allah murka dan memberikan azab kepada kita. Menjadi pemimpin atau wakil rakyat merupakan amanah yang harus diemban dan dipertanggungjawabkan. Bukan justru menjadi mata pencaharian. Malah harus menjadi pelayan bagi masyarakat. Jika konsepnya dibalik. Maka yang terjadi adalah kehancuran tatanan social dan moral.
Memahami persoalan bangsa yang begitu rumit sebenarnya dapat disederhanakan. Jika setiap orang di negeri ini berfikir paling tidak dia tidak menyusahkan orang lain, apalagi sampai berfikir bagaimana supaya dapat membantu orang lain, maka permasalahan akan semakin cepat selesai. Persoalan mendasarnya ada di otak kita. Paradigm berfikir yang terbolak-balik. Membuat sesuatu yang seharusnya mudah dan sederhana menjadi demikian sulit dan berbelit. Kepentingan public dicampuradukkan dengan kepentingan pribadi.
Kata Gandhi, benarlah jika mungkin suatu saat nanti terdapat tujuh dosa yang dapat mematikan kita sebagai manusia. Manusia dalam arti yang sebenarnya. Beberapa diantaranya ialah saat kita menjalankan politik tanpa prinsip dan memperoleh kesejahteraan tanpa bekerja. Sebuah system yang tidak sunnatullah suatu saat akan hancur atau binasa. Bukan mendoakan yang tidak baik. tapi ini kenyataan. Politik ibarat pisau bermata dua. Jika dipegang oleh orang yang mahir dan terampil memasak, maka pisau ini akan membantu membuatnya menjadi hidangan yang lezat. Tetapi jika dipegang oleh pembunuh. Maka pisau tersebut akan membunuh siapa saja. Lain hal dengan kesejahteraan yang harus didapatkan dengan sebuah usaha. Jika tidak ada usaha, maka kemungkinan besar kesejahteraan itu berasal dari kesejahteraan orang lain yang ditelikung.
Yah, memang semuanya tidak mudah. Tetapi sebenarnya juga tidak susah bukan? Jika ada kemauan, di sana pasti ada jalan. Begitu katanya. Dan saya percaya itu. Saya optimis, bangsa kita masih bisa keluar dari cengkeraman azab ini. Atau bahasa sederhananya keluar dari berbagai permasalahan ini. Mari bersama membangun negeri kita tercinta!

2 thoughts on “MELAYANI, BUKAN SEKEDAR BASA-BASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s