Aplikasi Edible Film Komposit Dari Pati Ubi Kayu Dan Karagenan Sebagai Kemasan Ramah Lingkungan Pada Bumbu Instan Kering

Pola kehidupan manusia sekarang ini hampir tidak terpisahkan dari keberadaan bahan-bahan pengemas. Peningkatan laju konsumsi dan teknologi pangan meningkatkan pula laju pembuangan kemasan bekas bahan pangan di lingkungan hidup manusia. Sehingga mulai didapatilah masalah-masalah yang berasal dari sampah kemasan bahan pangan, apalagi kemasan dengan bahan yang sukar didegradasi secara alami seperti gelas, plastik, dan kaleng. Hal tersebut memunculkan dorongan untuk mengkaji dan mencari solusi-solusi permasalahan ini, diantaranya adalah penelitian mengenai bahan kemasan yang bersifat ramah lingkungan tetapi juga mempunyai keunggulan khas jika diterapkan sebagai kemasan pada bahan pangan. Hasil pengkajian dan penelitian tersebut antara lain adalah bahan kemasan edible film.
Edible film adalah salah satu jenis kemasan yang ramah lingkungan bahkan bisa langsung ikut dikonsumsi bersama pangan yang dikemasnya karena terbuat dari bagian bahan pangan alami tertentu. Menurut Parris et al. (1995), edible film berperan sebagai lapisan yang dapat didegradasi oleh bakteri dan terbuat dari sumber daya yang dapat diperbaharui. Selain itu edible film memberikan perlindungan yang unik dengan mengurangi transmisi uap air, aroma, dan lemak dari bahan pangan yang dikemas, hal tersebut merupakan karakteristik yang tidak didapatkan pada kemasan konvensional.
Salah satu penelitian yang telah berhasil dilakukan mengenai pembuatan edible film adalah pembuatan edible film komposit dari karagenan dan pati ubi kayu sebagai pengemas bumbu mie instant rebus (Mindarwati, 2006). Sudah seharusnya sebuah hasil penelitian yang telah berhasil dilakukan dapat diaplikasikan secara luas bukan hanya menjadi bahan rujukan pustaka semata agar terjadi sebuah sinergisitas antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan dan keberlangsungan kehidupan manusia. Aplikasi edible film berbasis pati ubi kayu dan karagenan tersebut memerlukan kajian lanjutan tentang aplikasi yang sesuai dan tepat pada produk pangan jenis tertentu yaitu bumbu instan kering.
Ubi kayu merupakan komoditas yang bersifat indigenous dengan nilai produksinya di Indonesia yang cukup besar. Hal ini terlihat dari nilai produksi ubi kayu Indonesia pada tahun 2006 mencapai sekitar 19 juta ton (Deptan, 2007). Hasil yang melimpah seharusnya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Edible film adalah salah satu metode pemanfaatan ubi kayu yang sangat dimungkinkan untuk dilakukan. Merujuk pada penelitian Mindarwati (2006), edible film dapat dibuat dari berbagai bahan baku dengan komposisi pati yang cukup tinggi. Ubi kayu merupakan salah satu bahan baku yang memenuhi kriteria tersebut karena memiliki kandungan pati dengan kadar amilosa yang cukup tinggi.
Pemakaian teknologi pengemasan ramah lingkungan pada mitra industri pangan masih dapat dikatakan kurang. Hal ini terlihat dari dominasi pemakaian kemasan plastik nondegradable untuk setiap kemasan termasuk beragam bumbu instan kering. Edible film merupakan salah satu problem solving yang cukup berpotensi besar. Pembuatan edible film pada skala laboratorium telah berhasil dilakukan oleh Mindarwati (2006). Dengan demikian, aplikasi edible film pada skala yang lebih besar dan bermanfaat sudah saatnya untuk diwujudkan.

19 thoughts on “Aplikasi Edible Film Komposit Dari Pati Ubi Kayu Dan Karagenan Sebagai Kemasan Ramah Lingkungan Pada Bumbu Instan Kering

  1. waw,,, i’m glad to see your blog,, an incredible blog. there’s one big question for you: …

    “what is your main motivation in this world to be like this??”…

    please send to my email or blog.
    syukran…

  2. assalam…
    mas karakteristik standard dari bahan pengemas edible itu apa aja ya???
    tolong di jawab yah ke email ku ,,,
    terimakasih

  3. Blog yang sangat mendukung program Go Green Indonesia.
    Bisa beritahu cara pembuatan edible film, atau mungkin info-info pendukung untuk itu…? Tlg langsung ke email saja.

    Thanks

  4. mas, mau tanya gimana si proses dari pembuatan edible film ini?trus pengujiannya apa aja?
    mohon bantuan nya mas, reply ke email saya ya.
    trimakasih..

  5. setahu saya kandungan amilosa ubi kayu kecil yaitu sekitar 17an% sedangkan amilosa pati umbi lain sekitar 20an%.itu bagaimana?
    trus sy msh bingung ttg karakteristik EF(edible film). ada kuat tarik dan persen perpanjangan.apaakah kuat tarik dan persen perpanjangan itu berbanding terbalik?lalu apakah ketebalan film berpengaruh trhdp laju transmisi uap air dan oksigen??mhn penjelasannya y mas.tlg di reply ke email sy.mksh

    • yup.. salam kenal juga ya….
      edible coating bisa dipakai untuk pembungkus..
      kalau jadi makanan sendiri paling baru kepikir refreshment candy…
      ato kamu punya ide lain?

  6. bagus sekali tema ttg edible film, mas bisa minta formula + gaftar alir pembuatan edible.film. kebetulan kami baru mulai penelitian ttg edible, saat melakukan penelitian pendahuluan kok komponen kurang tercampur sempurna padahal sudah memakai magnetik stirer. trimakasih sebelumnya atas sharingnya.

    Erni
    mohon dbls via email saja.

  7. mas galih , mau tanya cara pembuatan edible film ini? trus apa aja pengujiannya ?
    mohon bantuan nya ya mas, tolong bls ke email saya ya.
    trimakasih mas..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s