Pentingnya pendidikan keamanan pangan bagi anak sekolah

Setiap tahun, kasus keracunan makanan yang terjadi di Indonesia mencapai angka kejadian yang cukup tinggi. Korbannya pun tidak pandang bulu, mulai dari anak-anak hingga dewasa sering menjadi korban keracunan makanan. Baru saja terjadi hari sabtu tanggal 10 mei 2008 dilaporkan oleh koran jawa pos contoh kasus di mojokerto, 49 anak masuk rumah sakit karena mengkonsumsi susu yang disiapkan di sekolah mereka. Kasus lainnya yang dimuat harian republika tanggal 3 mei 2008 terdapat 4 orang dalam satu keluarga meninggal setelah meminum minuman serbuk kemasan.
Terjadinya kasus-kasus tersebut disebabkan karena banyak faktor, diantaranya adalah sanitasi yang buruk, penggunaan bahan pangan dengan kualitas yang rendah, hingga penambahan BTP (Bahan Tambahan Pangan) yang tidak sesuai dengan ketentuan. Hampir setiap tahun, sebagian dari kasus keracunan yang terjadi melibatkan anak-anak sekolah. Diduga, kasus keracunan tersebut terjadi karena makanan yang berasal dari jajanan yang dijajakan oleh pedagang-pedagang di sekitar sekolah mereka. Kebersihan, bahan baku dan pengolahan makanan jajanan tersebut patut disangsikan mengingat harga jajanan yang relatif murah serta melihat kondisi jajanan yang tidak higienis. Penggunaan BTP yang melebihi dosis yang ditentukan atau bahkan dilarang oleh BPOM kerap kali menjadi modus untuk menekan harga produksi yang berdampak pada terabaikannya keselamatan konsumen. Ketidakpahaman para konsumen, dalam hal ini anak-anak sekolah, dalam hal pentingnya menjaga keamanan pangan juga menjadi faktor terjadinya kasus keracunan. Mereka tidak mengetahui bahwa jajanan yang mereka makan tidak sehat dan aman untuk dikonsumsi. Banyak pula diantara mereka yang kurang menyadari pentingnya menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan sebelum makan.
Keamanan pangan merupakan salah satu masalah yang kurang menjadi perhatian pemerintah, padahal asus-kasus tersebut berdampak luas, bukan hanya bagi individu yang menjadi korban, tetapi juga berpengaruh pada bidang ekonomi dan sosial yang akhirnya berdampak memburuknya ketahanan pangan. Secara umum, masalah keracunan makanan dan keamanan pangan timbul karena kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia baik produsen maupun konsumen mengenai keamanan pangan. Selain itu, sikap masyarakat yang kurang peduli terhadap keamanan pangan juga turut mempengaruhi permasalahan tersebut. Untuk itu, perlu dilakukan upaya sosialisasi mengenai keamanan pangan kepada masyarakat baik produsen maupun konsumen.
Terdapat berbagai media dapat digunakan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kemanan pangan. Karena ini menyangkut kesehatan diri mereka dan kelangsungan hidup mereka, dan yang paling penting. Inilah keseharian mereka. Sehingga mau tidak mau mereka, anak sekolah harus mengerti apa yang baik dan buruk dalam jajanan mereka. Di sisi lain, mengapa ini menjadi hal yang penting, dikarenakan saat jajan di sekolah, keputusan untuk membeli jajanan dilakukan oleh mereka sendiri tanpa keberadaan guru atau orang tua mereka. Hal ini membuat keputusan untuk membeli suatu jajanan didasari pada kesukaan mereka sesaat atau tergoda oleh teman mereka tanpa memperhitungkan baik-buruknya bagi tubuh mereka. Inilah yang membuat penjelasan pengetahuan mengenai jajanan yang baik dan buruk serta keamanan pangan menjadi penting.
Generasi yang baik salah satunya ditentukan dari seberapa baik asupan mereka saat masa pertumbuhan. Semakin baik suatu generasi dalam mendapatkan asupan gizi, maka akan linear dengan tingkat kecerdasan, tingkat kesehatan dan daya tahan tubuh. Sebaliknya, jika asupan gizi buruk selama masa pertumbuhan maka akan berakibat sangat buruk dan fatal terhadap perkembangan anak selanjutnya. Semoga ini mendapatkan perhatian yang layak bagi para pendidik dan petinggi bangsa ini. Kami sebagai mahasiswa teknologi pangan siap untuk membantu demi kejayaan bangsa indonesia. Indonesia bisa!

3 thoughts on “Pentingnya pendidikan keamanan pangan bagi anak sekolah

  1. Setuju !!
    Saya sebagai mahasiswi TL juga merasa miris,, tapi kita juga tidak bisa terlalu menyalahkan pemerintah dalam hal ini.. Karena dalam hal higyene dan sanitasi perseorangannya juga harus sangat diperhatikan. Walaupun pemerintah atau Depkes atau BPOPM selalu memantau tapi kalo kitanya yang nggak selektif yah nggak akan optimal kan??
    Jadi yuk sama-sama menjaga lingkungan dan kesehatan tubuh kita terutama anak-anak.. Harus diajarkan sejak dini tentang kebersihana makanan terutama jajanan di sekolah..

    • yup… benar sekali, pendidikan di dalam keluarga menjadi sangat penting dan vital. dan orang tua menjadi contoh bagi anak-anaknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s