Pengalaman ku : Oleh-oleh dari seminar ica-ipb dalam ameu project

Alhamdulillah, Luar biasa. Inilah yang terjadi. Pada waktu saya sempat ke bonn university-jerman untuk world congress iaas. Iaas sendiri memiliki kepanjangan international asociation of student in agricultural and related sciences. Saat itu, Saya bertemu dan berkenalan dengan salah seorang dosen dari austria. Beliau bernama Dr. Simon. Pada saat yang sama beliau mengisi acara salah satu sesi dan mempresentasikan organisasinya ica alias asociation for european life science universities. Di eropa, setiap universitas yang memiliki jurusan pertanian dan ilmu pendukungnya terhubung satu dan lainnya lewat organisasi ini. Sebenarnya saat itu pertemuannya sangat singkat. Hanya say hello, ngobrol sedikit, tukeran kartu nama, terus foto bareng. Enough.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Hehehe. Tiba-tiba pada hari kamis tanggal 6 maret kemaren. Saat ngecek email. Eh ada email dari beliau. Dr. Simon. Memang sih, aku sendiri pernah kirim email ke beliau sesaat setelah tiba dari jerman. Just say hello dan mengatakan kalo kami di indonesia dan asia umumnya membutuhkan kerjasama seperti eropa tersebut. Balik ke email. Dia mengatakan akan ke indonesia! Dan dia bakalan jadi pembicara atas seminar yang tersebut judulnya di atas. Pas buka email. Eh pas dia juga lagi online. Ya udah akhirnya berbalas email lah kita. Aku nanyain acaranya, kapan ke indonesianya, kapan pulangnya, trus dijemput gak, yah..basa-basi lah..hehehe.

Ternyata semua udah di arrange sama prof. yusuf sudohadi. Terus terakhir beliau menanyakan, apa mau ikutan seminarnya. Ya pastinya dong. Aku jawab aja bisa. Dia akan datang ke indonesia hari sabtu malam tanggal 8 maret. Dan sudah harus pulang tanggal 12 maret siang. Seminarnya sendiri akan dilaksanakan hari senin tanggal 11 m aret. Wew..cepet banget ya.!ok deh, aku terpaksa ganti jadwal praktikum dan bolos kuliah untuk mengikuti seminar itu. But I’ll never dissapointed with this decision.

Hari minggu kami diajak ketemuan ma dia di hotel salak. Aku ngajak dodi sama dita. Tapi karena dita gak bisa, jadinya aku barengan sama dodi-fahutan. Kami janjian jam 6 sore on time. Gak boleh telat. Hehehe. Kita naek angkot, gak mungkin naek motor, coz hujan. Eh ternyata pak simon ngajakin temennya dari harper university – UK yang sama-sama jadi pembicara juga pas besoknya. Kita ngobrol ngalor ngidul. Mulai dari jetlag, sampe nanya penelitian gw..ternyata pak andrew, yang dari harper merupakan professor biokimia – food science. Kita ngobrol setengah jam di lobi hotel. Ok.

Keesokan harinya, aku n dodi naek motor boncengan ke ipb baranangsiang, deket botani square. Kita seminar di ruang mawar, ruangan pascasarjana. Ternyata yang hadir gak Cuma orang indonesia, amazing juga. Nih beberapa yang sempet kecatet Kasetsart University (Thailand), Universiti Putera Malaysia (Malaysia), National Chiayi University (Taiwan), Kyoto University (Japan), Nagoya University (Japan), University of Philippines at Los Banos, University Malaysia Sabah (Malaysia), dan Seoul National University (South Korea). Dari eropa sendiri tentu saja para pembicara, yakni dari Swedish University of Agruculture Sciences (SLU)-Swedia, Harper Adams University College-United Kingdom, dan Universität für Bodenkultur Wien-Austria. dari indonesia sendiri hadir perwakilan dari Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Mulawarman, Universitas Hasanudin, Universitas Lampung, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Trisakti, Universitas Tadulako, Universitas Palangkaraya, dan Universitas Pattimura. Dan rata-rata yang hadir tuh profesor, doktor, sama master2. Yang undergraduate kayak aku bisa diitung pake jari. Ok. Gak perlu takut. Inilah saatnya mencari kenalan dan relasi. Sapa tau bisa ngambil s2 gratisan dapet beasiswa. Amin.

Eng-ing-eng. Begitu sampe di tempat seminar kita langsung kenal-kenalan. Trus tentu saja ada sambutan dari pihak ipb sama dari pihak diknas. Setelah break untuk minum teh, mulailah sesi pertama. Di sesi ini kita ngomongin tentang “international degree programmes:challenges and prospects. Sesi ini disampaikan oleh pak simon. Lanjut ke sesi dua. Mengenai “meeting the challenges-good practice in the academic and pastoral care of international master students”. Sesi dua diisi oleh bu stina dari swedia. Menariknya, setelah sesi satu dan dua serta sesi lainnya nanti, kita berdiskusi dalam beberapa kelompok, membahas outcomes dan sharing pengalaman dari setiap negara. Tentu saja aku harus turut ambil bagian. Aku di sana berperan sebagai student point of view.

Break makan siang, kami mengobrol dengan berbagai peserta. Menyenangkan. Karena bisa sharing sama dosen-dosen di luar gemana sih kondisinya perkuliahan dan program-program pendidikan mereka. Selesai break, kami melanjutkan sesi ke tiga. Pak andrew dari harper university menyampaikan tentang “using quality assurance process to enhance the educational experience of international master student.” Selesai sesi ketiga ini, kami kembali berdiskusi dengan format yang agak berbeda. Kami dipasang-pasangkan dengan dosen. Aku kebagian dengan prof. robin dari chiayi university-taiwan. Ternyata beliau dekannya fakultas life-science nya di sana. Dan dia dari Food Science. Hohoho. Seperti sudah kenal lama. Aku langsung akrab sama dia. Mungkin karena ngerasa kita dari background yang sama. Hehehe. Kita berdiskusi terkait dengan penyampaian dari pak andrew. Saat akhir diskusi aku ngobrol tentang kampus di taiwan. Bagaimana mereka belajar, dsb. Prof. robin juga nyain tentang rencana penelitian ku. Dan dia nawarin s2 di kampusnya. Hmm.semoga aja bisa dapet beasiswa pemerintah taiwan. Amin. Yah..who knows? Aku dikasih formulirnya sama beliau. Ada yang mau juga? Sampai sekarang aku tetep keep in touch sama beliau.

Setelah coffee break dengan camilan khas sunda. Kami berdiskusi lagi tentang “increasing student mobility, identify the challenges, opportunities and constrains”.dan diakhiri dengan conclusion and recommendations. Senangnya. Akhirnya selesai juga. Bahagia rasanya mampu turut sedikit berkontribusi dalam embrio kerjasama asia-eropa ini. Mereka semua sepakat bahwa akan ada pertemuan-pertemuan lanjutan menindaklanjuti pertemuan pada hari tersebut.

Ok deh. Cukup sekian ya… semoga share pengalaman ini bermanfaat. Tetap berkarya untuk kemajuan bangsa kita!! Semangat setiap saat ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s